Friday, September 30, 2011

Masa Lalu Ku Yang Kelam

Kekerasan sudah menjadi temanku sejak aku masih kecil, ketakutan dalam memori, tumbuh dengan rasa tidak percaya diri.. Bagiku, penderitaan adalah cerita yang selamanya akan tertulis dalam untaian kisah hidupku & Kesepian merupakan bayangan yang selalu menemani dalam menjalani waktu yang tersisa kini.. Mungkin Senyumku hanyalah untuk melupakan sejenak semua beban pikiran yang kupikul sendiri, aku bertumpu pada 1 kaki kecil ku, & aku merasakan hanya dengan setengah jiwa.. Jiwa yang merindukan kehangatan kasih.. kasih yang tulus memberi Waktu yang mengharuskan aku untuk selalu berlari ke masa depan, mengejar impian & kebahagian yang tlah Tuhan rencanakan buat hidupku.. karena terlalu bodoh, bila aku mundur disaat waktu yang trus berjalan,, ketakutan yang terus menahan langkah..aku merasakan hanya dengan setengah jiwa.. Jiwa yang merindukan kehangatan kasih.. kasih yang tulus memberi Waktu yang mengharuskan aku untuk selalu berlari ke masa depan, mengejar impian & kebahagian yang tlah Tuhan rencanakan buat hidupku.. karena terlalu bodoh, bila aku mundur disaat waktu yang trus berjalan,, ketakutan yang terus menahan langkah..

Friday, September 23, 2011

Aku Butuh Angin

Yang aku butuhkan hanya lah kehadiran angin.
Angin yang mampu memberikan kesejukan
Di saat aku tlah lelah melawan dunia yang terus memusuhi ku
Angin yang akan selalu ada di saat aku terbangun bersama mentari
Dan angin yang mau mengantarkan aku ke dunia mimpi
Bersama bintang-bintang yang berpijar
Dan membuat sebuah senyuman di saat aku terbangun di keesokan hari nya..

Sunday, September 11, 2011

PPL 8 September 2011

PPL seperti biasa, namun hari ini guru-guru pada demo karena belum dibayarnya uang sertifikasi guru. Jadinya banyak guru yang demo di kantor walikota.

Dan kami yang PPL siap-siap lembur mengisi banyak kelas kosong yang tak ada gurunya.

Siswanya bermacam karakter. Ada yang harus satu-satu di suruh duduk, mungkin pantat mereka bisulan kale tak mau duduk. Banyak yang main hape, kata mereka bluetooth, entah apa yang di kirim. Aku ancam mau di sita, langsung mereka simpan.

Kemudian harus satu-satu disuruh buka LKS. Belum berhenti disitu, harus satu-satu juga disuruh mengerjakan LKS. Beh, sabar tingkat tinggi.

Itu baru permulaan. Saat di kelas hampir semua ribut, dak cewek dak cowok sama be tukang ribut. Ada yang minta izin ke WC, yang cewek alasan sudah kebelet mau pipis. Alasan kelas panas, mau keluar sebentar nyari angin. Minta cepat keluar main, cepat pulang.

Tapi tadi ada anak murid kelas 1F yang menangis gara-gara aku marahi. Ribut minta ampun. Padahal cowok, tampang lumayan sengak tapi cengeng.

Kalau di ingat-ingat kasian juga kalau melihat dia menangis, tapi mau tak mau aku harus tegas. Aku tak mau murid mengganggap aku remeh. Kalau kata orang, resiko pemimpin adalah dibenci bawahannya. Ada murid yang senang dan ada juga murid yang benci. Semua harus dihadapi.

Mungkin murid-murid mengenal aku sebagai PPL yang galak, tukang marah, menyebalkan, sok merintah, dll.

Tapi ini lah aku, aku yang ingin menjadi diriku sendiri.

Padahal dulu waktu SMA, aku mengganggap remeh PPL, kadang melawan perintah PPL, dan sekarang aku sendiri yang dapat karma...
Sekarang giliran aku yang merasakan bagaimana susah duka menjadi PPL. Huft..
:-(

sabar, sabar..
Cuma 6 bulan kok, harus tetap semangat.
:-)

Menjalankan pilihan yang sudah aku pilih. Walaupun dulu aku benci guru, tapi sekarang nasib menentukan aku menjalani masa PPL yang mudah-mudahan di esok hari aku bisa menjadi Dosen. Amien...

Wednesday, September 7, 2011

Aku, Kau Sahabat dan Mereka

Andai kau tau, sebenarnya, jauh dalam hati aku. Aku sebenarnya tidak ingin membenci mu, sobat. Dulu kita adalah sahabat kepompong. Kau juga tau, sangking dekatnya kita dulu, banyak teman kita di gereja mengejek kita seperti pacaran. Di mana ada aku, di situ juga ada kau. Kau juga pasti masih ingat, dulu setiap malam minggu kita jalan-jalan mencuci mata berburu wanita. Ingatkah kau saat aku, dan adikmu laki-laki, kita bertiga menginap di ruko tempat kau kerja di samping swalayan Meranti. Malam-malam kita menonton film ........ (disensor).

Kau juga kadang ikut menemani kami main band, ataupun nampil di acara natal sekolah Unggul & Pelita Raya. Dulu juga kita sering ramai-ramai berenang di kolam tepian raja kotabaru.

Semua kenangan tak mudah untuk dilupakan.

Namun setelah kejadian itu, tak ada lagi kata persahabatan. Semua sudah hancur.

Tapi satu hal, aku mau berterima kasih kepada kau, karena kau yang mengajarkan aku untuk berani menghadapi cewek, untuk melawan semua ketakutan aku. Untuk menjadi Pria jantan.

Bagiku, kejadian dulu mengajarkan aku untuk berani mengahadapi hasil dari akibat perbuatan yang sudah aku lakukan. Kau mengajarkan aku untuk tidak lari dari masalah. Aku tau, mungkin dulu kau bisa lebih jahat, mungkin dulu kau masih menahan emosi karena kau masih mengganggap aku sebagai sahabat kau.

Mungkin selama ini aku sering menjelek-jelekan mu. Aku merasa seolah-olah akulah yang paling benar, akulah yang baik, akulah yang sang korban.

Aku tak sadar, kalau aku juga punya salah.
Wajar kalau waktu itu kau sangat marah, aku pun jika di posisimu akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan.

Aku memang yang salah, aku akui aku tidak bisa menjaga mulutku. Aku terlalu bodoh untuk bersikap. Tidak seharusnya aku mengatakan sesuatu yang tidak sepantasnya ke dia (pacarmu) "D".

Kita berdua memang punya salah masing-masing. Tapi kenapa wanita itu yang memisahkan persahabatan kita, padahal sebelumnya banyak wanita lain diantara kita berdua. Dan tidak ada masalah. Aku berani bersumpah aku tidak menyukai wanita itu "D", kau pun pasti tau siapa wanita yang aku suka.

Lalu kenapa persahabatan kita harus hancur oleh karena wanita itu "D".

Memang benar kata pepatah : wanita adalah racun dunia, persahabatan bisa dihancurkan oleh wanita.

Kau tau siapa wanita yang aku suka, dan kau kenal dengannya. Satu hal kesalahanmu padaku yang harus kau tau. Jujur aku cemburu melihat kau mengelus-ngelus kepalanya si "S", waktu itu aku ingin marah, namun aku sadar aku bukanlah siapa-siapanya dia. Asal kau tau aku merasa cemburu saat dia lebih dekat dengan kau daripada dengan aku. Asal kau tau aku juga cemburu melihat kau bersenda gurau dengan nya. Sakit hati ini melihat kalian tertawa bersama. Ingin aku mencuri kebahagian itu dari kalian saat kalian bercerita. Namun aku hanya bisa berdiri jauh, hanya bisa melihat.

Aku tau kau memiliki sesuatu yang tidak aku miliki, di saat aku menginginkan bintang, kau merebutnya dariku, di saat aku menginginkan angin, angin lebih memilih terbang kepada mu, di saat aku hanya bisa berjalan namun kau sudah bisa berlari mendapatkan bulan.

Aku memang pria bodoh yang masih terbelenggu dengan semua ketakutanku sendiri. Ketakutan yang hanya ada di dalam imajinasi ku.

Pengen jatuh air mata ini ke pipi saat aku ingat aku tidak bisa menciptakan senyuman di wajahnya "S", aku tak bisa membuatnya untuk tertawa. Aku selalu melihat wajahnya yang murung saat dia bersama ku. Dia yang selalu menunjukan rasa bosan, ia yang tak tahan bila bersama ku.

Padahal bagiku satu jam bersamanya, adalah kebahagian buat hidup ku. Dengan melihatnya aku sudah bisa melepas kerinduan ku padanya.

Cinta ku tak mampu membuat "S" bahagia. Dan akan ada pria lain yang juga membawa cinta, yang bisa menghadirkan senyuman di setiap hari-harinya. Semoga "S" akan bahagia bersama pria yang ia pilih untuk menjadi suaminya.
Amien..

Tapi, jojo cerita : kalau kau dari dulu, jauh sebelum kejadian 27 Desember 2009, kau sudah menaruh dendam ke aku. Apakah itu yang namanya sahabat...???
Jojo juga cerita, awal dari dendam mu karena masalah kecil, aku yang tak mengantar kau pulang. Sebatas itukah arti hancurnya persahabatan bagi mu...???
Lalu kenapa kau masih mau menjadi sahabat aku, padahal kau menyimpan dendam di dalam hatimu...??

Berarti pertemanan mu itu tidak tulus. Menutupi kebohongan.

Jojo juga sering ingin membuat kita menjadi sahabat lagi seperti dulu. Tapi itu mustahil
Keegoisan pasti menghancurkan kata memaafkan. Gengsi yang begitu besar yang akan selalu menjadi jurang pemisah..

Ya sudahlah, bubur tak mungkin lagi menjadi nasi. Namun kenangan akan lah tetap menjadi sebuah kenangan. Asal kau tau, saat kau sering tak ada di gereja, aku ingin tau di mana kau berada kawan.

B & R
BEST FRIEND FOREVER



:-)