<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Praktek Mengajar Calon Guru

Saturday, October 22, 2011

Praktek Mengajar Calon Guru

Praktek mengajar adalah suatu latihan permulaan bagi calon guru, di bawah bimbingan guru atau dosen pamong.

Untuk mengajar sepenuhnya di muka kelas sehingga memiliki pengetahuan, keterampilan, kecakapan dan sikap sebagai guru yang profesional.
Namun, tampil di depan kelas sebagai guru bukanlah hal yang mudah, guru harus mempersiapkan diri dan mental yang kuat untuk menguasai ruang kelas, bila tidak mereka akan menjadi bahan tertawaan bagi siswa.

Dan inilah ceritanya:

Di zaman sekarang terjadi penurunan moral bangsa, yang bermula dari lingkungan sekolah

Sebagai contoh: Guru yang sekarang sudah masa bodoh terhadap kenakalan dan kemalasan murid. Guru yang sudah enggan tegas terhadap murid. Karena guru takut terhadap tuduhan kasus penganiayaan yang sekarang marak di media massa. Oleh karena itu, banyak guru yang membiarkan murid melakukan kesalahan.

Sekarang guru telah menjadi robot. Guru hanya mengajar tanpa mendidik. Ketidak tegasan guru-guru menghadapi salah satu murid paling nakal.

Padahal guru bisa memberi hukuman tegas seperti sanksi, skorsing, maupun drop out.

Di sini guru di tuntut tidak hanya mengajar, namun juga mendidik. Agar siswa lain tidak ikut nakal (menimbulkan efek jera).

Dan juga guru yang sering masuk kelas tidak tepat waktu. Membuat siswa terbiasa berlama-lama masuk kelas. Terbiasa bermain di depan kelas, walaupun bel sudah lama berbunyi.

Dan jarangnya dilakukan razia ketertiban (OSIS). Banyak murid yang berambut panjang, rambut yang berwarna, ikat pinggang variasi, kaos kaki pendek, rok pendek. Itu menandakan masih kurangnya penertiban terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan siswa..

Dan ada baiknya pihak sekolah mendirikan dewan kode etik guru. Yang mengawasi dan memberi saran pada guru-guru. Dan sekaligus dewan kode etik guru dapat memberi sanksi kepada guru-guru yang melanggar peraturan.

Sehingga tidak hanya siswa saja yang harus mematuhi aturan namun guru juga harus mengikuti aturan.

Walaupun PPL di tugaskan untuk ikut piket. Namun jangan di lupakan bahwa beberapa guru juga di tugaskan untuk piket. Namun kenyataannya banyak guru yang hanya meluangkan waktu sedikit untuk piket dan bahkan ada yang sama sekali tidak piket dari bel masuk hingga bel pulang. Tugas piket hanya di titik beratkan pada PPL.

Kebersihan sekolah, jauh dari kata bersih. Perlunya gotongroyong setiap minggu untuk menjaga kebersihan sekolah.

Saat di sekolah, saya melihat tidak bergizinya makanan di kantin yang dikonsumsi siswa. Karena rata-rata setiap kantin menyediakan berbagai macam "mie". Yang seperti kita ketahui mie tidak layak untuk dikonsumsi siswa. Ada baiknya pihak sekolah menghimbau para pengelola kantin untuk menyediakan makanan yang lebih bergizi dan higienis.

Rencana pembangunan kelas yang menurut saya tidak ideal. Makin memperumit tata letak kelas. Dan nanti akhirnya kelas tidak lagi sebagai kelas namun sudah menjadi pasar. Memang benar sekolah tidak punya pilihan, sekolah mengambil keputusan tersebut di karenakan kurangnya dana. Dana untuk menimbun rawa menjadi tanah datar menyedot banyak dana. Oleh karena itu pihak sekolah mengambil keputusan mengubah taman menjadi kelas. Dan sebagai konsekuensinya di ke esokan harinya, keributan adalah pemandangan sehari-hari. Akibat tata letak kelas yang tidak tepat.

Dan ada baiknya juga, pihak sekolah mengadakan acara pemberian motivasi kepada siswa-siswi, minimal satu kali seminggu. Agar murid tidak bosan, menambahkan niat belajar. Pemberi motivasi bisa dilakukan oleh guru sekolah maupun motivator yang berpengalaman. Di sini motivasi bukan hanya menyangkut spiritual (agama). Namun lebih ke mental & kepribadian. Diharapkan siswa-siswi lebih semangat belajar dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Masalah lain yaitu Fasilitas internet yang sudah ada, namun murid-murid tidak diperbolehkan menggunakannya. Ada baiknya pihak sekolah memberikan waktu luang kira-kira 1 atau 2 jam kepada siswa menggunakan fasilitas internet di saat setelah sepulang sekolah. Dan jika ada ketakutan, murid-murid menggunakannya untuk facebookan, pihak sekolah bisa memblokir situs tersebut ataupun situs porno. Sehingga anak fokus untuk mencari data atau informasi. Karena internet tidak sepenuhnya mengandung sisi negatif namun juga memiliki sisi positif. Tentu kita malu ketika dikatakan murid gaptek (gagap teknologi).

Walaupun zaman sekarang warnet jumlahnya sangat banyak, namun tidak ada salahnya lebih mendekatkan siswa ke dunia teknologi.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.