<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Praktek Mengajar Di Sekolah

Monday, October 3, 2011

Praktek Mengajar Di Sekolah


Cerita PPL (praktek mengajar di sekolah)

Yang dulunya saat minggu pertama kami memulai PPL, banyak murid yang meminjam buku di perpus. Namun seterusnya berangsur-angsur jumlah pengunjung berkurang.
Dan menurut pendapat saya, mungkin di minggu pertama para murid rajin meminjam buku di karenakan rasa ingin tahu mereka.
Mereka ingin tahu siapa PPL yang baru. Apakah PPL nya ganteng-ganteng atau cantik-cantik.
Atau mungkin berkurang, karena mereka merasa jenuh, karena sering disaat murid berkunjung ke perpustakaan, terkadang PPL menyuruh murid menyapu atau membereskan perpustakaan. Atau bisa jadi karna PPL yang terkesan galak, sok merintah.
Mungkin itu semua yang membuat murid enggan berkunjung lagi ke perpustakaan.

Dan juga buku-buku baru yang kurang pemasukan (kurang up-date).

Saran saya, pihak perpustakaan bisa berlangganan koran atau majalah setiap hari, untuk memancing minat baca siswa.

Atau perkelas setiap bulan diadakan kunjungan ke perpustakaan.

Dan juga buku-buku baru yang kurang pemasukan (kurang up-date).

Saran saya, pihak perpustakaan bisa berlangganan koran atau majalah setiap hari, untuk memancing minat baca siswa.

Atau perkelas setiap bulan diadakan kunjungan ke perpustakaan.


Dan tentang program pengembangan minat & bakat yang diadakan setiap hari jumat, terkesan kurang terorganisir. Banyak murid yang tidak tahu dimana kelas mereka, pengajarnya juga banyak yang tidak masuk.

Seperti kelas bola yang jumlah siswanya sangat membeludak. Dan ironisnya kelas fisika yang hanya kurang dari 15 orang.

Masalah lain yaitu masalah Lingkungan Sekolah yang kurang terurus. Banyak sampah yang di biarkan menumpuk di samping WC siswa.

Juga kurang terawatnya kursi & meja murid. Mungkin sudah puluhan tahun (tidak layak lagi dipakai)..

Fasilitas yg kurang memadai, sebagai contoh: tape dan headspeaker buat listening para murid. Kurang digunakannya proyektor, padahal sekolah sudah memiliki satu proyektor. Menurut pengalaman saya, jarang digunakanya proyektor dikarenakan lamanya waktu dalam memasang. Padahal dengan proyektor bisa menarik minat belajar siswa ataupun mengenalkan teknologi baru kepada siswa. Namun waktu pemasangan yang menjadi kendala, dan tidak semua guru bisa mengoperasikan proyektor. Pihak sekolah bisa mendirikan ruang kelas khusus untuk belajar dengan menggunakan media proyektor + speaker.

Dan terakhir,
Jadwal pelajaran bahasa inggris yang sering di siang hari (jam akhir), membuat anak bosan, mengantuk, ribut.
Dan akhirnya, banyak murid yang tidak menyukai pelajaran bahasa inggris.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.