<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Ketika Ibu Diciptakan Tuhan

Thursday, November 24, 2011

Ketika Ibu Diciptakan Tuhan


Ketika itu,
Tuhan telah bekerja enam hari lamanya.
Kini giliran diciptakan para ibu,
seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut.

Malaikat: “Tuhan, banyak sekali waktu yang Kau habiskan untuk menciptakan para ibu”.
Tuhan menjawab pelan: “tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?.
Ibu itu tidak cepat capek,
ia harus bisa hidup dari makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya.
Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya.
Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah dan ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
Enam pasang tangan, tangan yang melayani sana-sini mengatur segalanya menjadi lebih baik.
Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.

Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: “apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?” padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya.

Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya,
sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh.
Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat.

Dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya.
Mata itu harus bisa berkata: “saya mengerti dan saya sayang padamu” meskipun tidak diucapkan sepatah katapun.
“Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul dan derita”.
“air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebangaan, airmata.... airmata.......airmata......

Jadi,,,,,
Bagaimana pentingnya peran yang dimiliki seorang ibu.
Ibu tidak saja adalah pihak yang dekat secara emosional kepada seorang anak,
tapi ia juga memiliki pengaruh besar terhadap masa depan anaknya.
Karena: “seorang anak yang rusak bisa menjadi baik asal ia pernah mendapat pengasuhan seorang ibu yang baik, sebaliknya seorang ibu yang rusak hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula.
Peran ibu memiliki porsi terbesar di balik tumbuh kembangnya seorang anak.
Seoang ibu yang begitu sabar akan membuat anak lekas bangkit dari keterpurukannya. Karena seorang ibu tidak hanya melahirkan namun juga mendidik, mengajar dan meguatkan iman anaknya.

(Sayang Ibu)

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.