<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Diary Depresiku di Hari Natal

Monday, December 12, 2011

Diary Depresiku di Hari Natal


Lagi-lagi takdir tidak mengizinkan aku untuk punya pacar.
Aku tidak tau kenapa percintaanku selalu tragis.
Apa yang salah dengan aku, kok tak pernah bisa aku merasakan yang namanya bercinta.

Di natal ini lagi-lagi aku sendiri. Lagi-lagi aku tak merasakan apa yang namanya kasih.
Kasih dari keluarga, kasih dari sahabat, ataupun kasih dari seorang pacar.
Lagi-lagi aku tak selera menyongsong hari natal.
Sendiri, sendiri, dan sendiri lagi.
Kenapa hidupku adalah rangkaian hidup yang rumit untuk dimengerti.
Apakah aku ditakdirkan hidup tanpa cinta ataupun kasih sayang.
Atau kah kata itu hanyalah ilusi belaka tanpa arti.
Rasa yang tak bisa ku sentuh.
Aku yang tak pernah bisa menyadari kenyataan bahwa aku telah menghabiskan waktu 22 tahun hidup tanpa rasa cinta.
Tersayat hati ini seakan goresan pisau yang mengukir.
Aku ingin bertanya pada Tuhan, apa itu cinta?
Apa cinta mengandung arti, apa cinta itu untuk semua manusia.
Ataukah cinta hanyalah sebuah perasaan manusia yang bodoh.
Aku ingin bertanya pada Tuhanku apakah memang Dia menciptakan aku tanpa cinta dan kasih sayang. Apakah Tuhan hanya menciptakanku tanpa merencanakan memberiku satu kesempatan untuk bahagia. Dan apakah memang aku tak layak untuk merasakannya.
Aku takut melihat wajah musuh-musuhku yang akan tertawa melihat aku yang masih terpuruk di satu sudut ruangan gelap.
Terutama sahabat lama ku yang terus menertawakan ku hingga hari ini. Mereka semua menertawakan aku yang masih belum bisa menunjukan keberhasilan. Huftttttt.
Lagi, lagi, dan lagi aku kena jebak mereka.
Tapi untung saja aku bisa lolos dari jebakan busuk mereka. Aku tambah benci dengan yang namanya kawan.
Aku tambah yakin: “there is no friend, there is no family, all people are my enemies”.
Mulai hari ini tak ada lagi yang namanya sahabat.
Aku pengen marah, semakin besar dendam aku ke semua musuh-musuh aku.
Tak ada lagi kasih dalam hati, semua hanyalah kebencian yang semakin mendalam.
Rasa permusuhan. Perang adalah sahabat baruku.
Aku harus membiasakan diri dengan teman baruku.
Mungkin hanya dengan perang aku bisa melampiaskan segala amarahku akan perihnya hidup.
Aku tak akan lagi mau mempercayai mereka semua.
Semua perkataan mereka adalah racun. Mereka semua adalah ular beludak.
Mereka adalah penipu. Mereka adalah pembohong.
Satu hal yang harus kalian ingat. Dunia bukan hanya hari ini saja, masih ada hari esok dan lusa. Kita akan pasti bertemu lagi di waktu yang akan datang.
Semoga kita semua selalu ingat akan sejarah.
Karena sejarah tak boleh dilupakan.
Sejarah harus selalu dikenang hingga nafas berakhir.
Dan jika apa yang aku pikirkan itu benar, maka apa lagi tujuanku untuk tetap menghirup nafas. Apa lagi alasan aku untuk tetap menatap mentari.
Ku rasa detik sudah enggan bersamaku. Waktu semakin menjauh.
Akan kupersiapkan sebuah lubang untuk tempatku istirahat.
Tidur dengan tenang tanpa ada airmata. Ketenangan yang abadi tuk selamanya.
Tanpa peduli apa yang akan terjadi di hari esok.
Aku akan merasakan ketenangan tanpa suara.
Namun kematian bukan pilihan terbaik, aku harus tetap hidup.
Aku harus bisa membuktikan ke semua musuh-musuhku, kalau aku bisa lebih baik dai mereka. Kalau aku bisa berdiri tegar dengan kekuatanku sendiri.
Aku harus menyelesaikan masa PPL dan akan menghadapi KKN.
Agar kelak nanti aku bisa menjadi “DOSEN” AMEN.... HEHEHEHEHE

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.