<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Dibalik Sosok Seorang Bapak

Thursday, December 8, 2011

Dibalik Sosok Seorang Bapak

Hari ini, aku mau mulai belajar untuk memaafkan.
Kemarin aku datang kerumah kawan SMA aku, si "h3rm@nto".
Dan aku tau apa yang ia rasakan, dia begitu terpukul kehilangan orang yang begitu ia sayangi.
Ia baru saja kehilangan ayah tercintanya.
Aku baru mengerti sifat bapak.
Ternyata aku tak jauh beda dengan bapak.
Gara-gara masalah si @ji, aku sempat terpikir untuk minum tuak supaya berani. Berarti ini juga alasan bapak, kenapa bapak minum tuak.
Bapak ingin berani di depan kawan-kawannya.
Tapi semua adalah 2 sisi mata uang.
Ada sisi positive dan ada sisi negative.
Memang tuak membuat lega, kuat, dan berani.
Namun tuak juga yang membuat bapak lepas kontrol, bapak tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Tuak mengalahkan obat bapak.
Dan akhirnya bapak kembali kambuh.
Aku tau, bapak menghadapi pilihan yang sangat sulit.
Antara harga diri dan keluarga.
Mungkin kawan bapak meledek, menghina, atau membentak bapak.
Dan aku juga tau, bapak itu sama sepertiku: “PENDENDAM”.
Memendam masalah demi masalah.
Sakit hati yang semakin menyakiti.
Kebencian yang terus membenci.
Dan akhirnya pilihan terakhirlah yang harus dipilih.
Saat hati tak bisa lagi menahan kepedihan.
Di saat itu lah, mengambil jalan pintas.
Menggunakan tuak untuk menutupi kelemahan: Rasa takut yang membelenggu.
Dengan tuak rasa berani pun muncul.
Semua amarah bisa terkumpul menjadi satu.
Pelampiasan pun bisa dilakukan.
Balas dendam adalah jalan terakhir yang harus dilakukan saat hati tak bisa lagi menahan luka.
Lubang yang tak bisa ditutup lagi, karena sudah terlalu besar.





Aku juga baru tau, kalau Bapak stres gara-gara kawannya yang marga s1l@ban (mama yang cerita).
Jadi Sedih aku dengarnya.
Dibalik Sosok Seorang Bapak
Maafin aku ya pak, selama ini aku sudah benci dan melawan Bapak. Aku sebenarnya sayang kok sama Bapak.
Tapi karena emosi masa mudaku yang membuat aku seperti ini, sering melawan dan berkata kasar kepada Bapak.
Aku minta maaf ya Pak.
Karena jauh di dalam hati aku, Bapak tetaplah seorang ayah yang aku hormati.
Aku adalah anak, yang masih perlu bimbinganmu, tetaplah ajarkan aku bagaimana cara untuk mengangkat kepala & mengalahkan dunia.
Untuk tidak lari dari setiap masalah yang datang.
Karena kau sudah begitu paham dengan kejamnya dunia.
Tiap malam, aku sering berdoa supaya Tuhan memberikanmu umur yang panjang, agar kita dapat berkumpul bersama lagi.
Jika kau pergi, kami pasti akan merasakan kehilangan sosok seorang Ayah dalam keluarga. Kami belum siap untuk kehilangan mu.
Terimakasih, ku ucapkan pada mu ya Bapak, yang selama ini telah sabar mengajari aku akan arti kehidupan.
Damai Tuhan Allah akan selalu menyertaimu. Amien

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.