Thursday, February 23, 2012

Pilihan Antara Cinta VS Uang

Seringkali kita mendengar pria lebih memilih untuk melajang lebih lama dengan alasan-alasan ekonomi. Lebih spesifiknya ingin punya rumah pribadi, punya mobil, punya gaji sekian juta / bulan terlebih dahulu serta tabungan beberapa ratus juta untuk sebuah pesta pernikahan.
Karenanya, sebelum mencapai pernikahan, para pria bekerja ekstra keras mengumpulkan uang demi mendapatkan kemapanan. Salahkah hal ini ? Tentu saja tidak . Sudah selayaknya semua orang untuk punya kehidupan yang aman secara finansial saat berumah tangga untuk memberikan kenyamanan bagi istri dan anak.
Tetapi, pada saat kemapanan itu sudah dimiliki,ada situasi yang bisa menjebak para pria….
Saat seorang pria sudah begitu kaya, maka semua jenis wanita akan datang kepadanya menawarkan cinta. Dan akhirnya semua itu akan menjadi buram dan terbersit keraguan, apakah mereka datang karena cinta yang tulus atau hanya mencintai kekayaan yang dimiliki pria itu.
Jika pria itu salah memilih maka akhirnya sesuatu yang buruk akan terjadi, sehingga pria itu menyesal kenapa bisa menjadi begitu kaya.
Suatu kewajaran bukan? Wanita mana yang tidak akan datang bila sang pria begitu tampan, cerdas, kaya & muda? Ini merupakan gambaran bahwa uang bisa memanipulasi perasaan.
Bila saat ini kamu memiliki mobil dan kehidupan yang cukup mapan & seorang pacar, kamu tidak akan pernah tau, apakah wanita ini masih mencintaimu jika suatu saat kamu hanya naik sepeda motor, tidak lagi punya rumah pribadi & hanya ada menu tempe di meja makan. Tahukah kamu? Tidak……(roda kehidupan terus berputar bukan?)
Karena dia datang ketika kamu bisa memberikannya kenyamanan-kenyamanan finansial yang dia idam-idamkan.
Cintakah yang kamu punya? Bukan! Kamu hanya memiliki wanita yang mencintai kenyamanan yang bisa kamu sediakan.
Beruntunglah bagi pasangan yang telah menikah dan mereka berdua memulainya dari bawah. Mensyukuri mobil mereka, karena mereka berdua pernah merasakan panas-hujan dengan sepeda motor. Menyenangi spring bed baru mereka, karena mereka berdua pernah tidur bersama di atas sebuah kasur busa kecil. Terharu dengan rumah pribadi mereka, karena dulu mereka pernah tinggal hanya di sebuah kost.
Beruntunglah para pria yang memiliki wanita yang begitu mencintai mereka & mendampingi di saat-saat perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik.

Thursday, February 16, 2012

Bagiku Cinta adalah imajinasi


Aku sering melihat film tentang cinta, cinta yang berujung bahagia.
Seakan cinta selalu memiliki orang yang dicintai.
Seakan cinta pertama akan selalu bersama selamanya.
Tapi kenapa cerita itu tak aku alami.
Kenapa aku merasa semua film itu hanya bulchit.
Mereka menceritakan kebohongan.
Aku pikir cinta itu hanya imajinasi manusia.
Sejak kecil, aku mengira hidup itu indah.
Seperti apa yang aku tonton di TV.
Aku berhayal bisa seperti romeo yang menikahi juliet, cinta sejatinya.



Sepasang kekasih yang di takdirkan hidup bahagia bersama.
Tuhan menyatukan cinta mereka.
Sungguh cerita romantis dan terasa bahagia.
Lalu, apa hubungannya dengan aku...?
Aku bukanlah sang romeo.
Aku hanyalah pria biasa yang tak memiliki takdir.
Hanya berjalan sendiri tanpa tujuan.
Yang aku tahu, aku hanya harus terus berjalan.
Tak perduli kemana aku akan pergi.
Hanya terus melangkahkan kaki hingga habis waktu bermainku di dunia ini.
Aku tak tahu seberapa lama lagi waktu yang tersisa, seakan aku bisa merasakan waktu tak lah panjang.
Padahal belum semua impian telah aku gapai.
Banyak hal yang masih menjadi rencana yang belum terwujud.
Aku ingin melampiaskan kemarahan.
Aku ingin marah kepada takdir.
Aku benci semua.
Semua yang memusuhi ku.
Aku merasa tak punya teman.
Aku merasa tak ada yang membelaku.
Mereka semua musuh.
Akan ada waktu, dimana aku bisa tertawa bahagia.
Disaat aku melihat mereka semua mati.
Para musuh-musuhku.
Aku tahu.
Dan aku sudah merasakan bagaimana ambisi menutup mata dan hati.
Disaat pikiran yang dikendalikan oleh kebencian.
Sakit jiwa alias GILA.
HahaHa
Mungkin Tuhan telah sengaja membiarkan hatiku benar-benar membeku.
Hingga aku tidak lagi bisa membedakan antara dunia nyata dan dunia hayalan.
Terus berhayal, terus melamun, dan terus bermimpi.
Terlintas sebuah pertanyaan, apakah memang ada sosok romeo dan juliet.
Apakah memang nyata kisah mereka berdua.
Apakah itu hanya sebuah kisah imajinasi yang diciptakan seseorang manusia yang berhayal.
Aku pikir, hidup itu hanyalah sebuah permainan.
Hidup adalah Melangkah menuju kematian (game over).

Tuesday, February 14, 2012

Tanggal 14 Februari yang Menakutkan



14 februari adalah hari menakutkan buat aku.
Karena sudah bertahun-tahun aku hidup sendiri.
Tanpa cinta tanpa kasih sayang.
Sampai-sampai teman dan keluarga mengejek aku cowok tidak normal.
Tersayat hati dan telinga mendengar ejekan mereka.
Lagi-lagi aku melakukan kesalahan yang sama.
Aku memperkenalkan wanita yang aku suka (elcha) ke kawan aku (denil).
Ku pertemukan mereka, dan ternyata denil langsung menyukai elcha.
Terkejut hati saat mengetahuinya.
Denil memiliki 2 sisi.
Di satu sisi, dia mendorong aku untuk mendekati elcha.
Namun di sisi lain dia juga ingin mendekati elcha, walaupun si denil sudah punya cewek.
Memang semua cowok punya insting untuk selingkuh.
Lalu, tergantung pada orangnya.
Mau tidak untuk setia pada pasangannya.
Hari Valentine telah tiba.
Sepertinya akan sama seperti tahun-tahun yang lalu.
Tanpa makna.
Si denil pernah bertanya pada ku: "sudah berapa lama aku nge-jomblo?"
Lalu aku jawab: "tanyakan pertanyaan yang lain" (singkat padat dan jelas).
Maksudnya, aku tidak ingin menjawab pertanyaan itu.
Sungguh sangat teramat malu jika aku menjawabnya.
Mungkin sudah bertahun-tahun aku hidup sendiri tanpa pasangan kekasih.
Sampai-sampai aku sudah lupa kapan terahir aku pacaran.
Hahaha sungguh tragis nasib.
Bagai katak dalam tempurung, yang tidak tahu akan indahnya dunia luar.
Aku harap, hari valentine di tahun depan, akan sedikit berubah.
Akan ada seorang malaikat yang berparas manis yang selalu membuat ku tersenyum menjalani hari-hari. Life with her Love..forever...

Saturday, February 11, 2012

Sebuah Puisi Cinta di Hari Valentine

Aku ingat ketika aku melihat dunia ini melalui mata butaku.

Lalu aku dirikan benteng di sekitarku.
Aku pikir tidak ada yang dapat menembusnya.
Tetapi kau datang menembusnya.
Kau tunjukkan padaku hidup yang berbeda.
Pentingnya menjadi diriku sendiri.
Kau membuatku berpikir.
Kau membuatku dapat menghadapi orang lain.
Kau membuatku jatuh cinta padamu.
Cinta denganmu sangatlah indah.
Tak ada seorangpun yang bisa mencintaimu melebihi aku.
Kau sungguh berharga seperti sepenggal batu mutiara.
Kamu adalah detak jantungku.
Nadi yang membuatku tetap hidup.
...........................................................................................................

Waktu adalah pencuri.
Yang mencuri moment saat aku bersama mu.
Waktu dan takdir yang memisahkan aku dengan dunia mu.
Adakah kata yang mampu menyempurnakan do'a-ku malam ini selain: "semoga kau dalam lindungan Tuhan"
Aku takkan melupakanmu di saat kau tak ada.
Aku merasakan kesendirian yang tak tergambarkan.
Aku hampir melupakanmu.
Tetapi seperti biasa.
Hal kecil yang mengingatkanku padamu.
Apakah aku akan bisa melupakanmu selamanya?
“Tidak akan pernah!” jiwaku menangis.
Kamu sudah menjadi bagian diriku.
Tak ada pelukan lain.
Tidak perduli betapa keras aku coba tuk melupakanmu.
Kamu selalu hadir bagaikan sihir yang menghantui mimpiku.
Apakah karena dalam mimpi.
Selamannya ku kan terus bermimpi


KARENA

Yang ku tahu adalah kau yang setiap hari mengusik pikiranku.
Inginku berbincang tentang apapun itu.
Selama ini aku kagumi dirimu.
Walau hanya sesaat pertemuan namun hati ini tak sedikitpun meragukan mu.
Walau cinta ini tak kau balas namun ku tetap mengagumi mu..
Manisnya senyumu…
Mata mu…
Tutur katamu….
Semua yang ada pada mu.
Kau sesosok keindahan berwujud perempuan.
Kau bagai air dikala pelangi tiba.
Tanpa kau tak ada warna-warni.
Tanpa kau tak ada kata indah,,,,
Aku hanyalah kumbang yang mengumpulkan sedikit demi sedikit cinta darimu.
Walaupun aku tidak berarti bagimu.

Tuesday, February 7, 2012

3 Cerita Sejarah Asal Hari Valentine

Cerita ke-1
Sejarahwan menyebutkan bahwa titik awal Valentine day berasal dari era Yunani Kuno, dimana menurut kalender yunani kuno, pertengahan bulan Februari adalah hari penghormatan terhadap pernikahan dewa mereka, Dewa Zeus dengan Hera. Itulah mengapa pada pertengahan Februari selalu dilakukan pesta pora memeriahkan hari kasih sayang para dewa mereka. Sampai pada masa masa keemasan agama Katolik di Eropa pada tahun 496 menetapkan tanggal 14 Februari sebagai hari untuk mengenang jasa-jasa santo Valentinus. Legenda Santo Valentinus yang mengusung perayaan hari Valentine Day dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dalam rangka menghapuskan Santo-santo gadungan yang tidak dikenal asal-usulnya. Namun kata "Valentine Day" sendiri baru tersebutkan secara tertulis pada abad pertengahan (sekitar abad 14) lewat karya sastra Geoffrey Chaucer pada abad ke-14 yang berjudul Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) :
For this was sent on Seynt Valentyne's day
When every foul cometh there to choose his mate


Cerita ke-2
Sebelum Valentine ditangkap, ia suka memberikan bunga di tamannya pada anak-anak. Saat ia berada di dalam penjara, berbondong-bondong anak-anak mengunjunginya, melempar sejumlah besar bunga segar ke ruang tahanannya. Selama dalam kurungan itu pula, ia berhasil menyembuhkan mata seorang gadis buta, anak penjaga menara, berkat imannya yang teguh dan kasihnya yang besar. Valentine jatuh cinta lalu menulis surat cinta pada sang gadis. Sebelum ia menghadapi saat terakhirnya, sepucuk surat terakhir yang ditandatanganinya, ia tuliskan sebuah kalimat "From Your Valentine" kepada gadis itu. Sebuah ekspresi kasih sayang yang hingga sekarang digunakan banyak orang. Setelah Valentine meninggal, di atas makamnya, tumbuh sebatang pohon ginko warna pink yang berdaun lebat, melambangkan cinta yang abadi.
Cerita ke-3
Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya. Namun para pria enggan terlibat dalam peperangan. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasih hatinya.
Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Namun St. Valentine tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Sampai pada suatu malam, ia tertangkap basah memberkati salah satu pasangan. Pasangan tersebut berhasil melarikan diri, namun malang St. Valentine tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis hukuman mati dengan dipenggal kepalanya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara dimana dia ditahan.
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta kasih itu adalah putri penjaga penjara sendiri. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta. Pada hari saat ia dipancung kepalanya, yakni tanggal 14 Februari, St. Valentine menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis putri sipir penjara tadi, ia menuliskan Dengan Cinta dari Valentinemu. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta.