<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Mimpi Yang Menjadi Kenyataan (Precognitive Dream)

Monday, September 24, 2012

Mimpi Yang Menjadi Kenyataan (Precognitive Dream)


Pernahkah kalian bermimpi pada suatu hari dan mimpi kalian menjadi kenyataan pada hari berikutnya ? Pernahkah kalian memimpikan terjadinya sebuah bencana dan bencana tersebut benar-benar terjadi pada hari-hari berikutnya ? Fenomena inilah yang disebut precognitive dream, mimpi yang berubah menjadi kenyataan. Fenomena ini memang tidak akan bisa dipahami sepenuhnya dari segi sains. Precognitive Dream adalah sebuah mimpi yang memberikan kepada seseorang informasi mengenai apa yang akan terjadi di masa depan. Dengan kata lain, mimpi ini memiliki sifat meramalkan. Kebanyakan mimpi yang bersifat ramalan ini berkaitan dengan bencana, perang, pembunuhan, kecelakaan. Namun, kadang hanya berhubungan dengan hal-hal kecil yang terjadi di kemudian hari. Karena itu, siapa saja di dunia ini, selama ia adalah manusia dan masih hidup pasti bisa mengalaminya. Yang berbeda hanyalah intensitas pengalaman tersebut.

Kategori Precognitive Dream
Untuk memenuhi syarat sebagai precognitive, maka mimpi yang menjadi kenyataan itu TIDAK BOLEH memenuhi dua unsur di bawah ini, yaitu :
1. Menjadi nyata karena probabilitas (kemungkinan)
Contohnya, kita membaca berita bahwa 3 hari lagi akan diadakan demo besar-besaran. Lalu malamnya, kita bermimpi mengenai demo tersebut dan kita melihat terjadinya aksi lempar-lemparan batu antara pendemo dengan polisi. 3 Hari kemudian, memang ada demo besar-besaran dan terjadi aksi lempar-lemparan batu. Mimpi kita menjadi kenyataan, namun tidak bisa disebut precognitive karena probabilitas terjadinya (kemungkinan). Atau karena sebelumnya kita telah mengetahui akan terjadi demo. Sang pemimpi sudah mengetahui mengenai kejadian tersebut.

2. Self fulfilling prophecy (Ramalan yang dipenuhi sendiri)
Adalah sebuah prediksi yang secara langsung ataupun tidak langsung menyebabkannya menjadi kenyataan. Contohnya adalah rumor. Misalnya, di masyarakat beredar sebuah rumor bahwa suat bank mengalami kesulitan likuiditas dan mungkin akan ditutup oleh pemerintah. Padahal kenyataannya bank tersebut sama sekali tidak mengalami kesulitan keuangan apapun. Rumor itu dihembuskan oleh para pesaingnya untuk menjatuhkan reputasi bank tersebut. Lalu para nasabah yang jumlahnya banyak menjadi khawatir dengan rumor tersebut dan segera berbondong-bondong ke bank untuk menarik simpanan mereka. Selanjutnya, Bank tersebut yang baik-baik saja mengalami kolaps karena penarikan dana secara besar-besaran. Bank tersebut pun dilikuidasi (atau di bail out) oleh pemerintah. Dan nasabah pun akan berkata,"Ternyata rumor tersebut benar !" Jadi, Jika kalian memimpikan sebuah peristiwa dan turut serta dalam menjadikannya kenyataan, maka jelas itu bukan precognitive.

Siapa saja yang biasa mengalaminya ?
Bahwa mereka yang secara aktif dan teratur mengikuti disiplin mental seperti yoga dan meditasi juga memiliki tingkat akurasi precognitive yang tinggi. Kita bisa menyimpulkan bahwa pemimpi precognitive jelas bukan orang gila atau orang aneh, melainkan orang yang memiliki emosi yang terkendali dan kreatif.

Mengapa precognitive dream terjadi ?
Sekali lagi, para peneliti tidak memiliki jawaban yang pasti. Mereka hanya mengatakan, Mungkin mimpi itu terjadi sebagai bagian dari mekanisme pertahanan hidup manusia. Dengan suatu cara, mereka diingatkan akan bahaya yang akan datang. Namun ketakutan ini tidak beralasan karena precognitive dream TIDAK menyebabkan sesuatu terjadi. Precognitive dream HANYA menerima informasi mengenai apa yang akan terjadi di kemudian hari.