Friday, October 26, 2012

Ciri-ciri dan Tipe Kepribadian Manusia



Tipe kepribadian menurut Hippocrates dan Galenus:
  1. Melancholicus (melankolisi), yaitu orang-orang yang selalu bersikap murung atau muram, pesimistis dan selalu menaruh rasa curiga.
  2. Sanguinicus (sanguinisi), yakni orang-orang yang selalu menunjukkan wajah berseri-seri, periang atau selalu gembira, dan bersikap optimistis.
  3. Flegmaticus (flegmatisi), yaitu orang-orang yang sifatnya lamban dan pemalas, wajahnya selalu pucat, pesimis, pembawaannya tenang, pendiriannya tidak mudah berubah.
  4. Cholericus (kolerisi), yakni yang bertubuh besar dan kuat, namun penaik darah dan sukar mengendalikan diri, sifatnya garang dan agresif.
Tipe kepribadian menuut C.G. Jung:
  1. Tipe extrovert, yaitu orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar dirinya, kepada orang-orang lain dan kepada masyarakat. Orang yang tergolong tipe extrovert mempunyai sifat-sifat: berhati terbuka, lancar dalam pergaulan, ramah, penggembira, kontak dengan lingkungan besar sekali. Mereka mudah memegaruhi dan mudah pula dipengaruhi oleh lingkungannya.
  2. Tipe introvert, orang-orang yang perhatiannya lebih mengarah pada dirinya. Adapun orang-orang yang tergolong introvert memiliki sifat-sifat : kurang pandai bergaul, pendiam, sukar diselami batinnya, suka menyendiri, bahkan sering takut kepada orang lain.
Tipe kepribadian menurut Kretschmer adalah:
  1. Atletis, dengan ciri-ciri tubuh: besar, berotot kuat, kekar dan tegap, berdada lebar.
  2. Astenis, dengan ciri-ciri: tinggi, kurus, tidak kuat, bahu sempit, lengan, dan kaki kecil.
  3. Piknis, dengan ciri-ciri: bulat, gemuk, pendek, muka bulat, leher pejal.
  4. Displastis, merupakan bentuk tubuh campuran dari ketiga tipe diatas.

Wednesday, October 24, 2012

Legenda Kraken Gurita Sang Penguasa Lautan


Mungkin tidak ada monster legendaris yang lebih mengerikan dibandingkan dengan Kraken, penguasa lautan yang membuat para pelaut menjadi ketakutan. Begitu populernya makhluk ini sampai-sampai ia sering disinggung di dalam film-film populer seperti Pirates of the Caribbean atau Clash of The Titans.

Kraken adalah seekor monster yang digambarkan sebagai
makhluk raksasa yang berdiam di lautan wilayah Islandia dan Norwegia. Makhluk ini disebut sering menyerang kapal yang lewat dengan cara menggulungnya dengan tentakel raksasanya dan menariknya ke bawah. Kata Kraken sendiri berasal dari Kata "Krake" dari bahasa Skandinavia yang artinya merujuk kepada hewan yang tidak sehat atau sesuatu yang aneh. Kata ini masih digunakan di dalam bahasa jerman modern untuk merujuk kepada Gurita.

Karakter Kraken
Sebutan Kraken pertama kali muncul dalam buku Systema Naturae yang ditulis Carolus Linnaeus pada tahun 1735. Dalam bukunya itu, ia mengklasifikasikan Kraken ke dalam golongan Chepalopoda dengan nama latin Microcosmus. Jadi, boleh dibilang kalau Kraken memiliki tempat di dalam sains modern.

Kraken memiliki ukuran sebesar sebuah pulau yang terapung dan memiliki tentakel seperti bintang laut. Ia juga menyebutkan kalau
makhluk ini bisa menggulung kapal yang lewat dengan tentakelnya dan menariknya ke dasar lautan. Bahaya terutama dari Kraken adalah riak air yang dashyat ketika ia menyelam ke dalam laut. Riak itu bisa menenggelamkan kapal yang ada di dekatnya.

Sejak lama, makhluk ini hanya dianggap sebagai bagian dari Mitologi kuno yang setara dengan sebuah dongeng. Namun ketika sisa-sisa bangkai monster ini terdampar di pantai Albaek, Denmark, Pada tahun 1853, para ilmuwan mulai menyadari kalau legenda mengenai Kraken mungkin memang berdasarkan pada sesuatu yang nyata, yaitu cumi-cumi raksasa (Giant Squid), cumi-cumi kolosal (Colossal Squid) atau Gurita raksasa (Giant Octopus).

Seberapa besarkan seekor cumi atau gurita bisa bertumbuh?

Giant Squid atau Cumi-cumi raksasa
Giant Squid atau cumi-cumi raksasa diketahui bisa memiliki panjang hingga 13 meter bagi yang betina dan 10 meter untuk yang jantan. Pada tahun 1880, potongan tentakel ditemukan di Selandia Baru dan diperkirakan merupakan milik dari cumi raksasa yang memiliki panjang 18 meter. Ukuran yang sangat luar biasa! Ide kalau seekor cumi raksasa bisa menenggelamkan sebuah kapal mungkin terdengar mengada-ngada pada zaman ini. Namun, pada abad pertengahan, ukuran kapal tidak sebesar yang kita miliki sekarang. Contohnya, kapal Columbus yang bernama Pinta hanya memiliki panjang 18 meter. Sebuah cumi sepanjang 10-15 meter sudah bisa dipastikan dapat menyerang dan menenggelamkan kapal ini dengan mudah.

Colossal Squid atau Cumi Kolosal
Para ilmuwan percaya kalau makhluk ini bisa bertumbuh hingga paling tidak memiliki panjang 14 meter. Ini membuatnya menjadi hewan invertebrata terpanjang di dunia. Jika ada Kraken di luar sana, maka bisa dipastikan kalau Colossal Squid adalah tersangka paling utamanya.

Giant Octopus atau Gurita Raksasa
Giant Octopus atau gurita raksasa bisa bertumbuh hingga memiliki panjang 9 meter. Panjang ini cukup membuatnya menjadi monster yang ditakuti oleh para pelaut. Makhluk inilah yang dipercaya sebagai monster yang menyerang para pelaut Norwegia di lepas pantai Angola yang lukisannya tergantung di Kapel St.Thomas.

Pada masa kini, teori mengenai Cumi atau Gurita raksasa dianggap sebagai penjelasan yang paling masuk akal mengenai legenda Kraken. Jika kita beranggapan kalau legenda Eropa yang mengatakan kalau Kraken memiliki ukuran sebesar sebuah pulau sebagai "membesar-besarkan", maka mungkin misteri Kraken memang sudah terpecahkan.

Tuesday, October 23, 2012

Memahami Fenomena Kepribadian Ganda Manusia


Mungkin tidak ada orang yang benar-benar bisa memahami masalah kepribadian ganda. Sebelum abad ke-20, gejala psikologi ini selalu dikaitkan dengan kerasukan setan. Namun, para psikolog abad ke-20 yang menolak kaitan itu menyebut fenomena ini dengan sebutan Dissociative Identity Disorder (DID). DID atau kepribadian ganda dapat didefinisikan sebagai kelainan mental dimana seseorang yang mengidapnya akan menunjukkan adanya dua atau lebih kepribadian yang masing-masing memiliki nama dan karakter yang berbeda. Mereka yang memiliki kelainan ini sebenarnya hanya memiliki satu kepribadian, namun si penderita akan merasa kalau ia memiliki banyak identitas yang memiliki cara berpikir, temperamen, tata bahasa, ingatan dan interaksi terhadap lingkungan yang berbeda-beda.

Walaupun penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun rata-rata para psikolog sepakat kalau penyebab kelainan ini pada umumnya adalah karena trauma masa kecil.

Proses terbentuknya kepribadian ganda
Ketika kita dewasa, kita memiliki karakter dan kepribadian yang cukup kuat dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Namun, pada anak yang masih berusia di bawah tujuh tahun, kekuatan itu belum muncul sehingga mereka akan mencari cara lain untuk bertahan terhadap sebuah pengalaman traumatis, yaitu dengan Disosiasi. Untuk memahami bagaimana banyak identitas bisa terbentuk di dalam diri seseorang, maka terlebih dahulu kita harus memahami arti dari Dissociative (disosiasi). Disosiasi secara sederhana dapat diartikan sebagai terputusnya hubungan antara pikiran, perasaan, tindakan dan rasa seseorang dengan kesadaran atau situasi yang sedang berlangsung. Dengan menggunakan cara ini seorang anak dapat membuat pikiran sadarnya terlepas dari pengalaman mengerikan yang menimpanya, contoh pelecehan seksual yang dialami oleh seorang anak perempuan. Anak perempuan yang berulang-ulang mengalami penganiayaan seksual akan berusaha menyangkal pengalaman ini di dalam pikirannya supaya bisa terbebas dari rasa sakit yang luar biasa. Ia bisa mengalami "out of body experience" yang membuat ia "terlepas" dari tubuhnya dan dari pengalaman traumatis yang sedang berlangsung. Ia mungkin bisa merasakan rohnya melayang hingga ke langit-langit dan membayangkan dirinya sedang melihat kepada anak perempuan lain yang sedang mengalami pelecehan seksual. Dengan kata lain, identitas baru yang berbeda telah muncul.

Ciri-ciri pengidap kepribadian ganda
Atau mungkin kalian teringat dengan salah seorang teman kalian yang biasa tersenyum, namun secara tiba-tiba bisa dikuasai oleh emosi. Ketika amarahnya meledak, kalian bisa melihat wajahnya tiba-tiba berubah menjadi seperti "serigala". Bagi kalian, sepertinya identitas baru yang penuh amarah telah menguasainya.

Bagaimana cara kita mengetahuinya?

Jika di dalam diri seseorang terdapat empat ciri ini, maka bisa dipastikan kalau ia mengidap DID atau kepribadian ganda.

Ciri-ciri tersebut adalah:
  1. Harus ada dua atau lebih identitas atau kesadaran yang berbeda di dalam diri orang tersebut.
  2. Kepribadian-kepribadian ini secara berulang mengambil alih perilaku orang tersebut (Switching).
  3. Ada ketidakmampuan untuk mengingat informasi penting yang berkenaan dengan dirinya yang terlalu luar biasa untuk dianggap hanya sebagai lupa biasa.
  4. Gangguan-gangguan yang terjadi ini tidak terjadi karena efek psikologis dari substansi seperti alkohol atau obat-obatan atau karena kondisi medis seperti demam.
Dari empat poin ini, poin nomor 3 memegang peranan sangat penting. Karena 98 persen mereka yang mengidap DID mengalami amnesia ketika sebuah identitas muncul (switching). Ketika kepribadian utama berhasil mengambil alih kembali, ia tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi ketika identitas sebelumnya berkuasa.

Misteri Keperibadian Ganda
Misalnya, ketika sebuah identitas muncul, perubahan biologis juga muncul di dalam tubuh sang pengidap. Kecepatan detak jantungnya bisa berubah, demikian juga suhu tubuhnya, tekanan darah dan bahkan kemampuan melihat. Lalu, identitas yang berbeda bisa memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan. Kadang, pengidap yang sehat bisa memiliki identitas yang alergi. Ketika identitas itu menguasainya, ia benar-benar akan menjadi alergi terhadap substansi tertentu.

Menurut psikolog, jumlah identitas berbeda ini bisa lebih banyak pada beberapa kasus, bahkan hingga mencapai 100. Masing-masing identitas itu memiliki nama, umur, jenis kelamin, ras, gaya, cara berbicara dan karakter yang berbeda. Setiap karakter ini bisa mengambil alih pikiran sang penderita hanya dalam tempo beberapa detik. Proses pengambilalihan ini disebut switching dan biasanya dipicu oleh kondisi stres.

Perbedaan Antara Sahabat dan Musuh


Mungkin ada sebagian dari kita menganggap sahabat sebagai adik atau kakak kita sendiri. Bersama mereka, kita merasa nyaman. Bersama mereka melewati suka dan duka. Bagi kita yang memiliki sahabat yang sangat dekat, tentunya kita tidak ingin pisah dari mereka. Mereka menjadi bagian dari hidup kita. Namun suatu ketika, sahabat yang sangat kita percaya itu menjadi musuh kita. Dia mengkhianati kita, bahkan berniat mencelakakan kita. Di depan doang kelihatan baik, tapi di belakang hatinya busuk. Tentu kita tidak pernah membayangkan hal demikian karena kita sangat mempercayai sahabat kita. Kita tidak akan pernah berpikir sahabat yang sangat kita percayakan akan mengkhianati kita. Namun, bila hal ini terjadi, apa yang akan anda lakukan? Membencinya? Melukapakannya? Atau memaafkannya? Mungkin sulit dijawab.
Lebih baik mana? Kehilangan sahabat ataukah kehilangan musuh?
Kehilangan sahabat, berarti kita kehilangan tempat untuk berbagi.
Kehilangan musuh, berarti kita kehilangan tempat untuk instropeksi diri.
Kalimat "musuh tetaplah musuh" tidak bisa diterima. Karena bisa jadi musuh tak selamanya menjadi musuh, dan sahabat pun tak selamanya menjadi sahabat. Karena ALLAH maha membolak-balikkan hati seseorang. Selain itu, manusia hanyalah makhluk lemah yang sangat mudah tertipu. Apa yang selama ini kita sangka sahabat belum tentu lah sahabat. Sedangkan siapa yang kita sangka musuh, bisa jadi dia lah yang membentuk diri kita menjadi lebih kuat (dan itu membuktikan bahwa musuh adalah "sahabat" tersembunyi kita).
Maka itu jadilah pribadi yang ikhlas menerima bahwa akan selalu ada orang yang memusuhi kita, walaupun kita tidak memusuhinya. Cara terbaik menghancurkan musuh adalah menjadikannya sahabat. Maka kita tetap akan selalau berbahagia walaupun ada orang yang tidak menyukai kita.
Kenapa sahabat kalau menjadi musuh, bias menjadi sangat mengerikan?
Karena dia tahu semua kelemahan kita, dia tahu semua rahasia kita. Upayakan jangan terlalu banyak curhat, tidak menceritakan sesuatu yang rahasia atau impian kita.
Bagaimana menyikapi musuh dalam selimut?
Sebetulnya musuh dalam selimut itu adalah posisi yang paling baik. Karena nasehat kuno berkata: Jaga sahabatmu dekat-dekat dan jaga musuhmu lebih dekat lagi, supaya tahu apa yang sedang direncanakan musuh.

Ketika Sahabat Menjadi Penghianat (Curhat)


Aku mau curhat nih sob, ini tentang sahabat aku yang tlah menghianati aku.
Dulu aku mempunyai sahabat yang begitu baik kepada aku. 
Sering ngobrol, curhat, tertawa bersama. 
Kemana-mana selalu bersama, kalau tak ada satu pasti merasa ada yang kurang. 
Dulu dia sering menghibur aku waktu aku sedih. 
Selalu aja dia yang bisa buat aku tertawa. 
Dan dulu juga aku sering main kerumahnya. 

ketika sahabat menjadi penghianat


Pokoknya kami selalu berdua, tapi itu dulu. 
Semua yang dulu-dulu itu cuman masa lalu, semua yang dulu-dulu itu sudah aku lupain. 
Pokoknya berbeda tak seperti dulu lagi. 
Yang bikin sedihnya lagi, persahabatan itu justru rusak karena hal kecil yang seharusnya bisa diselesaikan. (secara sahabat kan harus saling mengerti). 
Dilema, wanita yang aku suka direbut Sahabat baik aku. 
Pahit sekali rasanya. 
Aku sering curhat ke sahabat aku itu, aku sering cerita kalau aku suka seorang cewek. 
Sahabat aku itu tahu banget tentang perasaan aku ke cewek itu. 
Tapi sahabat aku itu tega mencuri cewek yang aku suka itu. 
Dia dekati cewek itu.


Kalau aku sih malu, cuma karna cewek saja persahabatan jadi hancur.
Kayak tak ada cewek lain saja di dunia ini.
Kalau memang benar-benar sahabat pasti tidak akan sejahat itu. 
Berarti dia bukan sahabat, mungkin dia bukan sahabat yang baik. 
Aku sebetulnya tidak mau berpisah, dia sudah aku anggap sebagai abangku sendiri. 
Tapi sekarang aku anggap dia seperti musuh aku. 

Banyak teman yang menyuruh aku untuk berdamai dengan dia. 
Tapi sepertinya tak akan mungkin bisa, karena sekarang aku sudah benar-benar benci sama dia. 
Dan aku sudah tak mau lagi lihat dia. 
Semoga dia benar-benar hilang selamanya. 

Aku menyesal karena aku telah menjadikan dia sebagai sahabat aku.
BENCI… SEBENCI-BENCINYA