<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Aku Bertahan Karena Cinta (Real Story)

Friday, October 12, 2012

Aku Bertahan Karena Cinta (Real Story)


Aku adalah seorang siswa di salah satu Sekolah Menengah Atas di Kota Jambi. Namaku “Erik”. Saat ini aku mengenal seorang wanita di tempat teman-temanku sekolah. Dia adalah “Dameria”, dia adalah salah satu siswi di sekolah teman-temanku dan dia cukup dekat dengan teman-temanku. Saat itu aku dikenalkan kepadanya oleh salah-satu temanku. Waktu itu dia sedang jomblo. Perlahan rasa nyaman hadir, dan akupun semakin dekat dengan dia. Dia wanita yang manis, apa adanya, dewasa, dan perhatian banget. Kedekatan kami berjalan lama. Di suatu saat temanku menanyakan perihal kedekatan kami. Mungkin karena kami terlalu dekat, yang membuat teman-temanku bertanya-tanya?

Aku kini menyimpan rasa terhadap dia. Ingin sekali ku ungkapkan perasaanku terhadap dia. Aku bertanya pada teman-temanku yang semuanya adalah teman satu sekolah dengan wanita yang aku sukai itu. Aku meluapkan perasaanku, aku berkata pada teman-temanku bahwa aku cinta dia. Mereka semua mendukung
aku, karena dameria memang sedang tidak punya pacar.

Setiap aku beraktifitas tergambar wajahnya di khayalku, sungguh inilah namanya cinta. Sore itu, saat kami berkumpul, temanku berkata jikalau dameria bertanya tentang aku. Ada apa gerangan dia bertanya tentangku? Hatiku pun terasa berbunga walau itu hanya sebuah kata-kata dari temanku. Aku berfikir, apakah mungkin dia juga suka sama aku.

Kemudian, aku menentukan hari dimana aku ingin menyatakan cinta terhadapnya. Tibalah saatnya, waktu itu aku menemani dia ke acara ulang tahun temannya dia. Setelah selesai acara, akupun mengajaknya ke suatu tempat. Hatiku berdebar kencang, keringatku pun mengaliri punggung dan telapak tanganku. Aku bingung harus memulai dari mana? Aku bertanya pada diriku sendiri. Aku harus memberanikan diri, saat itu aku mengutarakan perasaanku terhadap dia. Aku terdiam selesai mengutarakan perasaanku terhadapnya, berharap cintaku dapat diterimanya. Dia hanya tersenyum padaku, dan mengatakan ada baiknya kami berteman saja. Aku tidak mempersoalkan itu, yang penting aku sudah mengungkapkan semua isi hati yang kumiliki untuk dia. Walaupun dia menolak aku, setidaknya itu jujur dari hatinya. Daripada menerima namun tak dari hati, hanya ingin mempermainkan saja. Aku hargai keputusan dia, walaupun aku harus berlapang dada menerima kenyataan cinta ku bertepuk sebelah tangan. Cinta yang tak harus memiliki.


Setelah hari itu berlalu dimana aku mengutarakan rasaku, kami menjalani seperti biasa. Kami saling bertemu dan berkumpul bersama teman-temanku. Namun setelah lulus sekolah, kami pun hilang kontak. Aku tak pernah lagi bertemu dengan dia, dan aku juga tidak tahu lagi kabar tentang dia. Suatu ketika aku menemukan Profil Facebooknya dia. Aku lihat di poto profilnya dia,
dia sedang bersama cowok. Aku rasa dia telah punya suami dan satu anak cowok. Anak cowok itu sangat mirip dengan dia.

Mungkin dia bahagia dengan pria itu, mungkin pria itu adalah yang terbaik untuk wanita yang dulu aku cintai. Aku pun hanya tersenyum melihat poto mereka bertiga. Tidak terpungkiri aku patah hati, namun jika ini memang menjadi yang terbaik untuk wanita yang aku cintai. Inilah pilihan yang harus aku ambil “aku siap merasakan patah hati demi senyum bahagianya”.

Karena bagiku CINTA adalah sebuah perasaan yang turut bahagia disaat orang yang dicintai bahagia bersama orang yang ia pilih sebagai pasangan hidupnya. Dan cinta adalah sebuah pembuktian ketulusan rasa, bukan hanya kata-kata manis rayuan gombal semata.
Sampai detik ini aku sering mengingat wajahnya, dan masih mencintainya. Aku akan selalu bertahan disini dengan segala rasa ini tanpa harus memiliki dia. Aku Bertahan Karena Cinta.