<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Perbedaan Antara Sahabat dan Musuh

Tuesday, October 23, 2012

Perbedaan Antara Sahabat dan Musuh


Mungkin ada sebagian dari kita menganggap sahabat sebagai adik atau kakak kita sendiri. Bersama mereka, kita merasa nyaman. Bersama mereka melewati suka dan duka. Bagi kita yang memiliki sahabat yang sangat dekat, tentunya kita tidak ingin pisah dari mereka. Mereka menjadi bagian dari hidup kita. Namun suatu ketika, sahabat yang sangat kita percaya itu menjadi musuh kita. Dia mengkhianati kita, bahkan berniat mencelakakan kita. Di depan doang kelihatan baik, tapi di belakang hatinya busuk. Tentu kita tidak pernah membayangkan hal demikian karena kita sangat mempercayai sahabat kita. Kita tidak akan pernah berpikir sahabat yang sangat kita percayakan akan mengkhianati kita. Namun, bila hal ini terjadi, apa yang akan anda lakukan? Membencinya? Melukapakannya? Atau memaafkannya? Mungkin sulit dijawab.
Lebih baik mana? Kehilangan sahabat ataukah kehilangan musuh?
Kehilangan sahabat, berarti kita kehilangan tempat untuk berbagi.
Kehilangan musuh, berarti kita kehilangan tempat untuk instropeksi diri.
Kalimat "musuh tetaplah musuh" tidak bisa diterima. Karena bisa jadi musuh tak selamanya menjadi musuh, dan sahabat pun tak selamanya menjadi sahabat. Karena ALLAH maha membolak-balikkan hati seseorang. Selain itu, manusia hanyalah makhluk lemah yang sangat mudah tertipu. Apa yang selama ini kita sangka sahabat belum tentu lah sahabat. Sedangkan siapa yang kita sangka musuh, bisa jadi dia lah yang membentuk diri kita menjadi lebih kuat (dan itu membuktikan bahwa musuh adalah "sahabat" tersembunyi kita).
Maka itu jadilah pribadi yang ikhlas menerima bahwa akan selalu ada orang yang memusuhi kita, walaupun kita tidak memusuhinya. Cara terbaik menghancurkan musuh adalah menjadikannya sahabat. Maka kita tetap akan selalau berbahagia walaupun ada orang yang tidak menyukai kita.
Kenapa sahabat kalau menjadi musuh, bias menjadi sangat mengerikan?
Karena dia tahu semua kelemahan kita, dia tahu semua rahasia kita. Upayakan jangan terlalu banyak curhat, tidak menceritakan sesuatu yang rahasia atau impian kita.
Bagaimana menyikapi musuh dalam selimut?
Sebetulnya musuh dalam selimut itu adalah posisi yang paling baik. Karena nasehat kuno berkata: Jaga sahabatmu dekat-dekat dan jaga musuhmu lebih dekat lagi, supaya tahu apa yang sedang direncanakan musuh.