<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Love does not always mean to posses

Wednesday, November 21, 2012

Love does not always mean to posses

For me, kalimat ini rasanya lebih tepat untuk diartikan sebagai kalimat penghiburan daripada mengartikannya sama dengan arti sebenarnya.
Tak sedikit orang yang bahagia karena cinta, dan tak sedikit juga yang tersakiti karena cinta. Karena menurutku disaat kita mencintai seseorang, kita selalu berusaha mendapatkan dia, membuatnya mencintai kita dan memiliki dia sepenuhnya... 
Terlalu naif ketika seseorang jatuh cinta tapi dia tidak mengharap untuk memilikinya. Tapi, bukankah cinta merupakan bentuk pengorbanan tanpa adanya balasan ?
OK. This might be true.

Cinta rasanya seperti mengikuti undian berhadiah. Menang syukur, tidak menang juga tidak apa-apa. hihiihi...
Cinta mungkin akan bertepuk sebelah tangan. So, what? Sakit adalah bagian dari hidup. Setiap orang yang pernah merasakan cinta, dan kemudian patah hati, pasti akan bisa jatuh cinta lagi. Setiap orang punya terlalu banyak cinta untuk hanya diberikan pada seseorang yang tidak layak untuk memaknainya.

Aku iri dan aku cemburu dengan Pria yang lahir pada tanggal 24 August 1987. Dan dia jadian dengan “S” pada tanggal 16 November 2008.

Dia dihormati karena terlihat berwibawa menggunakan pakaian seragam serta  asesoris kepangkatannya. Disegani dan ditakuti, sikap disiplin dan semangat juang. Dengan badan tinggi, tegap, dan berorot, maka dia terlihat sangat gagah dan macho. Yang pasti jauh lebih baik dari aku, aku sadar itu.
Setiap manusia punya keberuntungan masing-masing:
Ada yang bisa memiliki hatinya saja...
Ada yang bisa memiliki raganya saja...
Namun beruntunglah untuk kamu yang bisa memiliki hati dan raganya 
Sama seperti dia (Pria yang lahir pada tanggal 24 August 1987) yang bisa memiliki hati dan raga “S”.

Dan jika kamu (“S”) sudah nyaman dengan pria itu, aku akan mencoba mengerti. Tapi aku mohon, jangan paksa aku untuk mengorbankan hidupku saat ini hanya untukmu. Ketika kamu bisa dan terbiasa menjalani hari-hari mu dengan kebahagiaan tanpaku… Mungkin kamu tak kan pernah tahu betapa aku selalu meyakinkan hati ini terhadapmu, dengan cinta ini. Untuk tetap mempertahankan semua ini, tapi apa? karena cinta ini aku menangis perih. Karena alasan cinta ini begitu membuatku sakit ketika aku merasa orang yang aku cintai sudah menjadi orang lain.
Meski aku tak kan yakin bisa melalui semua ini, tapi kembali aku harus berusaha berdiri. Tidak sepertimu yang bisa dengan mudah menjalani hari tanpaku. Dan aku pasti tidak hanya akan memerlukan sedikit waktu untuk sendiri dan sadar akan semua ini,, tidak sepertimu yang aku yakin bisa cepat melupakan semua ini dan menjalani hari-harimu seperti sebelum saat kamu mengenalku"

Entahlah sekarang bagaimana dengan perasaanku, perasaan yang mungkin sulit untuk bangkit lagi, yang tergopoh gopoh untuk kembali bangun dan terus berjalan dengan benar... Sekarang perasaanku mulai tak berbentuk, tak berasa, yah mungkin sudah hancur lebih dari berkeping-keping…

Karna pada akhirnya..................
"Aku belajar mengikhlaskan sesuatu yang ditakdirkan memang bukan untukku."