<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Definisi Pengertian Arti Kata Debat

Thursday, November 22, 2012

Definisi Pengertian Arti Kata Debat

Debat secara bahasa adalah ngotot dan berkeras kepala dalam mempertahankan pendapat sendiri atau menjatuhkan pendapat orang lain, untuk membuat lawan bicaranya menerima pendapatnya. Debat merupakan suatu argumen untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh suatu pihak yang disebut pendukung atau afirmatif, dan ditolak/disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkal atau negatif ( Tarigan, 1984 : 86). Pengertian lain tentang debat adalah suatu proses komunikasi lisan, yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat ( Dispodjojo, 1984 : 47 ).

debat


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2003 : 242 ) debat adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Menurut Dori Wuwur dalam bukunya Retorika (1991:120) debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak. Menurut Kamdhi (1995:24-26) debat adalah suatu pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu pokok masalah dimana masing-masing peserta memberikan alasan untuk mempertahankan pendapatnya.
Teknik berbicara dikenal dengan ilmu retorika. Ruang debat yang dihadiri oleh massa yang begitu banyak. Persis seperti arena pertandingan tinju. Yang paling unggul dan menang adalah pihak yang terampil dalam ilmu retorika. Itu artinya yang memenangkan perkara tidak pada salah benarnya suatu kasus. Namun yang menang yaitu pihak yang paling cerdas bersilat lidah.
Trus debat yang baik itu seperti apa? Debat yang baik adalah adanya suatu pertukaran pendapat. Perbedaan pendapat lumrah dalam suatu debat. Malah karena lumrahnya, perbedaan pendapat bukan lagi menjadi yang utama dalam sebuah debat. Tapi lebih penting lagi adalah cara menyampaikan pendapat.
Kedua belah pihak (bisa jadi lebih) harus menyadari tujuan mereka mengikuti debat. Yaitu menyampaikan pendapat masing-masing. Lah, sekarang coba pikirkan, bagaimana setiap pihak bisa menyampaikan pendapat kalau salah satu pihak berbicara terus? Penonton pun cuma akan dibuat bingung karena mereka harus mendengarkan 2 orang berbicara bersamaan. Intinya adalah saling menghormati. Setiap pihak/orang punya hak untuk berbicara.
Lalu bagaimana berdebat dengan benar. Ya tentu saja harus dilandasi dengan aturan yang berlaku. Misalnya, tidak ada penghinaan di sana. Menyampaikan kritik dengan pedas adalah sah, tapi kalau sampai mengina pihak lawan (personally), itu tentu sudah tidak bisa dibenarkan. Sekali lagi, moderator harus bisa bertindak untuk mencegah hal-hal seperti itu dapat terjadi.
Sebelumnya, banyak orang yang salah kaprah mengenai debat. Debat bukanlah bagaimana anda dapat mematahkan statement dari lawan anda. Hal itu hanya merupakan sebagian kecil dari debat. Debat yang sebenarnya adalah bagaimana cara kita (debater) untuk membuat orang lain (juri) terpengaruh dan setuju dengan argumen apa yang kita sampaikan. Maka dari pada itu, ketika kita ingin tahu seseorang merupakan debater yang baik atau tidak, kita harus melihat bagaimana caranya dia untuk mempersuasi orang lain dan juga meyakini bahwa apa yang dikatakannya adalah benar, bukan membuktikan bahwa apa kata lawannya salah. Karena dengan meyakini orang lain bahwa argumen kita adalah benar, maka secara langsung kita telah mematahkan argumen dari lawan kita.