<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Racun Paling Mematikan (Arsenik VS Sianida)

Saturday, December 1, 2012

Racun Paling Mematikan (Arsenik VS Sianida)


Arsenik
Secara historis, arsenik adalah alat pembunuh favorit dalam cerita misteri pembunuhan. Di Inggris, arsenik tersedia sebagai racun yang bebas dibeli di apotek untuk membantu penanganan hama tikus. Ketika digunakan sebagai racun, gejala arsenik meliputi ketidaknyamanan lambung parah, muntah dan diare dengan darah. Racun yang terbaik adalah berbentuk pecahan kecil-kecil sebesar gula pasir, berwarna putih tulang. 

Jika diberikan pada seseorang 15 butir tiap hari dalam seminggu, maka dia akan mengalami kelumpuhan saraf otak. Jika langsung diberikan sebanyak 1 sendok teh, maka korban akan mati dalam waktu 6 jam. Racun ini terdapat pada racun tikus dan celeng. Arsenik  atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodic yang memiliki simbol As dan nomor atom 33. Arsenik secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan Fosfor, dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun. Ketika dipanaskan, arsenik akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsenik, yang berbau seperti bau bawang putih.
Seseorang yang terkena zat ini kedepannya dapat menyebabkan keracunan kronis dan karsinogenik (zat penyebab kanker). Gejala-gejala keracunan arsenik akut dapat terjadi dalam dua bentuk. Pertama mengakibatkan kelumpuhan parah yang dapat terjadi dalam waktu 1-2 jam dan biasanya sering ditandai dengan tanda-tanda mengigau atau kegilaan. Sedangkan yang kedua dalam gangguan pencernaan seperti mual, sakit kepala, nyeri hebat, muntah dan diare. Arsenik tidak berasa dan sukar untuk dideteksi. Makanan atau minuman yang dicampur arsenik tidak akan berasa. Senyawa ini dulu disebut ‘bubuk warisan’ karena digunakan untuk membunuh orang agar bisa mendapatkan warisannya dan kematiannya biasanya dianggap wajar.



Sianida
Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Musah dikenali karena berbau Almond. Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Beberapa seperti-garam, beberapa kovalen. Beberapa molekular, beberapa ionik, dan banyak juga polimerik. Cyanida yang dapat melepas ion cyanida CN− sangat beracun. Sianida membunuh dengan mencegah sel-sel darah merah dari menyerap oksigen. Hal ini menghasilkan proses yang dikenal sebagai “Internal Sesak Napas.” Kapsul Sianida yang diduga digunakan oleh mata-mata Perang Dunia II mata-mata sebagai pilihan pelarian yang mudah untuk menghindari penyiksaan. 
Singkong mengandung HCN (Hidrogen Sianida), terutama singkong yang berasa pahit. Itu makanya ada orang bisa muntah-muntah dan mabok habis makan singkong.
Potasium Sianinda. Racun yang sangat mematikan,dengan waktu reaksi antara 3-4 jam lalu mati. Racun ini menyerang pembuluh darah jantung, menutup aliran darah sehingga korban kolaps dan mati. Racun ini bisa didapatkan dari peracun ikan (potas), dan pupuk Urea.
Sodium Sianida. Racun ini diklaim lebih mematikan dari potassium sianida. Sodium sianida adalah turunan dari potassium sianida, yang mempunyai efek sama, tapi lebih cepat yaitu membunuh kurang dari 3 jam dengan dosis yang sama. Zat ini dapat anda peroleh di pabrik pupuk dan pengolahan limbah kimia.


Racun sianida biasanya dioleskan pada pinggir gelas, botol minum atau disuntikkan ke dalam batu es. Sianida hanya bereaksi sebagai hidrogen sianida bebas, oleh karena itu garam-garam yang ditelan harus bertemu dengan air atau asam lambung sebelum membebaskan asam hidro-sianida, proses ini hanya butuh waktu beberapa detik.

Penggunaan racun sianida untuk bunuh diri digunakan tokoh kontroversial Nazi, Hitler, yang diduga minum kapsul sianida sebelum menembakkan kepalanya.