Wednesday, January 30, 2013

Happy Birthday ya "S" ultah yang ke 23 Tahun


Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada mu "S".
 
Hari ini adalah hari jadimu yang ke-23, hari ini adalah hari dimana kau dilahirkan oleh ibumu. Ibu yang pasti sangat kau kasihi.
            Aku menulis tulisan ini, hanya ingin agar kau tahu bahwa aku masih ingat akan hari kelahiranmu. Andai kau tahu, hanya kau yang mampu membuat aku tak pernah lupa. Andai kau tahu, aku sengaja merubah tanggal hari kelahiranku di fb menjadi tanggal 1 januari. Dengan tujuan agar aku ingat hari ulang tahunnya "E". Namun tak disangka aku tetap saja lupa. Memang tak seingat aku padamu. Walaupun aku tak membuat pengingat hari ultahmu, tapi aku tetap saja selalu ingat hari kelahiranmu.
            Coba kau buka kembali semua tulisan ku tentangmu yang telah aku tulis di blog aku. Setiap tahun loch, aku ingat hari kelahiranmu. Apakah itu tidak cukup untuk menjadi bukti, kalau aku masih menyukaimu. Aku yang selalu mengingat dirimu, tak ingin sedikitpun melupakan semua tentangmu. Kau akan selalu ada dalam lubuk hatiku. Tak akan ada wanita lain yang sanggup mengganti posisimu di pikiranku. Walaupun aku tahu kau sudah ada yang memiliki. Ada sosok pria yang memilikimu seutuhnya, dia berbadan tegap, besar, berambut cepak, dan berpangkat.
            Aku tahu dia jauh lebih baik dari aku, oleh karena itu kau memilihnya. Dia memiliki apa yang tak aku miliki. Dia memberi apa yang dulu tidak aku beri padamu. Kau mendapatkan kebahagian darinya.
            Namun setidaknya aku merasa turut senang, karena ku tahu nanti anak-anakmu akan memiliki kehidupan yang lebih baik. Suamimu mampu mencukupi kebutuhan anak-anakmu kelak. Biaya makan, sekolah, mainan, dan biaya lainnya. Dan yang pastinya, suamimu mampu memberimu banyak uang untuk belanja. Atau mungkin kau bisa membeli berbagai perhiasan emas ataupun mutiara, agar kau tampak lebih cantik.
            Saat ini aku bisa membayangkan, betapa bahagianya keluarga kalian. Suamimu pasti mampu mengayomi, melindungi, dan mengajarimu bagaimana untuk menjadi istri yang baik. Yang itu semua sepertinya tak bisa aku lakukan, meski aku memaksa Tuhan untuk izinkan kau menjadi milik ku.
            Tuhan tahu kok, kau akan lebih bahagia bersamanya. Tuhan tahu aku bukanlah pasangan terbaik untuk bersamamu.  Pria itu yang Tuhan ciptakan sebagai pendampingmu, sebagai ayah dari anak-anakmu. 
            Plis, doakan aku juga ya. Agar aku bisa bahagia seperti kalian. Agar aku juga bisa menemukan pasangan yang paling tepat yang telah Tuhan ciptakan.
            Kau tahu tidak, sebenarnya aku sudah bosan untuk selalu menyimpan harapan kosong. Karena memang aku tak punya pilihan lain, selain mengingat dirimu. Sebenarnya aku ingin mengganti namamu dengan nama wanita lain. Namun apa daya, Tuhan belum menemukan aku dengan jodohku. Tuhan belum mau mendekatkan aku dengan wanita lain. Memang ada banyak wanita, namun aku tak merasa mereka punya sesuatu yang mampu membuat aku benar-benar suka. Mereka semua hanya seperti lukisan di dinding, hanya untuk dilihat. 
            Kau tahu tidak? Sebenarnya aku ingin sekali melupakanmu. Mengapa aku selalu ingat padamu, karena memang tidak ada wanita lain yang bisa aku jadikan sosok untuk aku ingat. Bagaimana mungkin aku bisa benar-benar melupakanmu, sedangkan sampai saat ini pun aku masih sendiri. Sendiri duduk terdiam di ujung sudut kamar yang gelap gulita.
            Pernah aku mencoba mencintai wanita lain, namun semua itu gagal. Tak seperti saat aku mencintaimu. Pernah aku memiliki rasa suka dengan wanita lain, namun rasa itu cepat hilang. Tak seperti rasa suka ku padamu, yang apa adanya. Pernah aku merindukan wanita, namun rindu itu hanyalah ilusi. Tak seperti rasa rinduku padamu, yang selalu ingin bertemu.
            Kau membuat aku sulit mencari sosok penggantimu. Cinta perlahan membuatku tak berdaya. Semakin lama, aku semakin rapuh. Aku tak bisa lagi merasakan cinta. Cinta tlah hilang saat terakhir aku bersamamu. Rasa cinta benar-benar tlah lenyap dari jiwaku, semenjak aku memutuskan untuk menjauh dari duniamu dan tak ingin mengusik hidupmu lagi. Yang ku tahu, senyummu selalu ada di hayalanku saat aku rindu padamu. Yang ku tahu, kau yang menjadikan aku orang gila. Tergila-tergila untuk selalu berharap dapat bersanding denganmu, walau ku tahu itu selamanya itu adalah harapan kosong.
            Kau adalah ratu dalam hatiku. Ku cinta kamu sampai mati...
Dimanapun kau berada, semoga kau baik-baik saja. Karena doaku akan selalu bersamamu.

Aku memang tak bisa mengucapkannya langsung atau memberimu kado,
tapi aku hanya bisa berdoa pada Tuhan agar kau diberi umur yang panjang,
bisa bertemu lagi dilain waktu, aku juga mendoakan agar kau sukses dan bahagia,
bisa mencapai cita-citamu dan yang terbaiklah Tuhan rencanakan buat hidupmu
Amien
Nanti selanjutnya akan aku posting sebuah lagu untuk mu.... Semoga kau senang...

Lagunya: Westlife Unbreakable Lyrics

Sunday, January 13, 2013

Tips Cara Menyusun dan Menulis Skripsi (LENGKAP)

Awalnya:
Siapkan Diri.
Hal pertama yang wajib dilakukan adalah persiapan dari diri Anda sendiri. Niatkan kepada Tuhan bahwa Anda ingin menulis skripsi. Persiapkan segalanya dengan baik. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun.

Minta Doa Restu.
Doa restu orang tua adalah tiada duanya. Kalau Anda tinggal bersama orang tua, mintalah pengertian kepada mereka dan anggota keluarga lainnya bahwa selama beberapa waktu ke depan Anda akan konsentrasi untuk menulis skripsi. Kalau Anda tinggal di kos, minta pengertian dengan teman-teman lain. Jangan lupa juga untuk membuat komitmen dengan pacar. Berantem dengan pacar (walau sepele) bisa menjatuhkan semangat untuk menyelesaikan skripsi.

Buat Time Table.
Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu time-consuming. Buat planning yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai.

Berdayakan Internet.
Internet memang membuat kita lebih produktif. Manfaatkan untuk mencari referensi secara cepat dan tepat untuk mendukung skripsi Anda. Bahan-bahan aktual bisa ditemukan lewat Google Scholar atau melalui provider-provider komersial seperti EBSCO atau ProQuest.

Jadilah Proaktif.
Dosen pembimbing memang bertugas membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, mengejar dosen untuk bimbingan, dan seterusnya.

Be Flexible.
Skripsi mempunyai tingkat ketidakpastian yang tinggi. Bisa saja skripsi anda sudah setengah jalan tetapi dosen pembimbing meminta Anda untuk mengganti topik. Tidak jarang dosen Anda tiba-tiba membatalkan janji untuk bimbingan pada waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Terkadang Anda merasa bahwa kesimpulan/penelitian Anda sudah benar, tetapi dosen Anda merasa sebaliknya. Jadi, tetaplah fleksibel dan tidak usah merasa sakit hati dengan hal-hal yang demikian itu.

Jujur.
Sebaiknya jangan menggunakan jasa pihak ketiga yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda.

Siapkan Duit.
Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada sponsorships). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Jangan sampai dehhh…

Dosen:
Dosen pembimbing (Academic Advisor) adalah vital karena nasib Anda benar-benar berada di tangannya. Memang benar bahwa dosen pembimbing bertugas mendampingi Anda selama penulisan skripsi. Akan tetapi, pada prakteknya ada dosen pembimbing yang benar-benar membimbing skripsi Anda dengan intens. Ada pula yang membimbing Anda dengan melepas dan memberi Anda kebebasan. Mempelajari dan menyesuaikan diri dengan dosen pembimbing adalah salah satu elemen penting yang mendukung kesuksesan Anda dalam menyusun skripsi.

Tiap universitas/fakultas mempunyai kebijakan tersendiri soal dosen pembimbing ini. Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing yang Anda inginkan. Tapi ada juga universitas/fakultas yang memilihkan dosen pembimbing buat Anda. Tentu saja lebih enak
kalau Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing untuk skripsi Anda.

Lalu, bagaimana memilih dosen pembimbing yang benar-benar tepat?

Secara garis besar, dosen bisa dikategorikan sebagai: (1) dosen senior, dan (2) dosen junior. Dosen senior umumnya berusia di atas 40-an tahun, setidaknya bergelar doktor (atau professor), dengan jam terbang yang cukup tinggi. Sebaliknya, dosen junior biasanya berusia di bawah 40 tahun, umumnya masih bergelar master, dan masih gampang dijumpai di lingkungan kampus.

Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai contoh, kalau Anda memilih dosen pembimbing senior, biasanya Anda akan mengalami kesulitan sebagai berikut:

* Proses bimbingan cukup sulit, karena umumnya dosen senior sangat perfeksionis.
* Anda akan kesulitan untuk bertemu muka karena umumnya dosen senior memiliki jam terbang tinggi dan jadwal yang sangat padat.

Tapi, keuntungannya:

* Kualitas skripsi Anda, secara umum, akan lebih memukau daripada rekan Anda.
* Anda akan tertolong
saat ujian skripsi/pendadaran, karena dosen penguji lain (yang kemungkinan masih junior/baru bergelar master) akan merasa sungkan untuk membantai Anda.
* Dalam beberapa kasus, bisa dipastikan Anda akan mendapat nilai A.

Sebaliknya, kalau Anda memilih dosen pembimbing junior, maka Anda akan lebih mudah selama proses bimbingan. Dosen Anda akan mudah dijumpai di lingkungan kampus karena jam terbangnya belum terlalu tinggi. Dosen muda umumnya juga tidak jaim
dan sok kepada mahasiswanya.

Tapi, kerugiannya, Anda akan benar-benar sendirian
ketika menghadapi ujian skripsi. Kalau dosen penguji lain lebih senior daripada dosen pembimbing Anda, bisa dipastikan Anda akan ditanya banyak. Dan dosen pembimbing Anda tidak berada dalam posisi yang bisa membantu/membela Anda.

Format:
Biasanya, setiap fakultas/universitas sudah menerbitkan acuan/pedoman penulisan hasil penelitian yang baku. Mulai dari penyusunan konten, tebal halaman, jenis kertas dan sampul, hingga ukuran/jenis huruf dan spasi yang digunakan. Akan tetapi, secara umum format hasil penelitian dibagi ke dalam beberapa bagian sebagai berikut.

Pendahuluan.
Bagian pertama ini menjelaskan tentang isu penelitian, motivasi yang melandasi penelitian tersebut dilakukan, tujuan yang diharapkan dapat tercapai melalui penelitian ini, dan kontribusi yang akan diberikan dari penelitian ini.

Pengkajian Teori & Pengembangan Hipotesis.
Setelah latar belakang penelitian dipaparkan jelas di bab pertama, kemudian dilanjutkan dengan kaji teori dan pengembangan hipotesis. Pastikan bahwa bagian ini align juga dengan bagian sebelumnya. Mengingat banyak juga mahasiswa yang gagal menyusun alignment ini. Akibatnya, skripsinya terasa kurang make sense dan tidak nyambung.

Metodologi Penelitian.
Berisi penjelasan tentang data yang digunakan, pemodelan empiris yang dipakai, tipe dan rancangan sampel, bagaimana menyeleksi data dan karakter data yang digunakan, model penelitian yang diacu, dan sebagainya.

Hasil Penelitian.
Bagian ini memaparkan hasil pengujian hipotesis, biasanya meliputi hasil pengolahan secara statistik, pengujian validitas dan reliabilitas, dan diterima/tidaknya hipotesis yang diajukan.

Penutup.
Berisi ringkasan, simpulan, diskusi, keterbatasan, dan saran. Hasil penelitian harus disarikan dan didiskusikan mengapa hasil yang diperoleh begini dan begitu. Anda juga harus menyimpulkan keberhasilan tujuan riset yang dapat dicapai, manakah hipotesis yang didukung/ditolak, keterbatasan apa saja yang mengganggu, juga saran-saran untuk penelitian mendatang akibat dari keterbatasan yang dijumpai pada penelitian ini.

Jangan lupa untuk melakukan proof-reading dan peer-review. Proof-reading dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan tulis (typo) maupun ketidaksesuaian tata letak penulisan skripsi. Peer-review dilakukan untuk mendapatkan second opinion dari pihak lain yang kompeten. Bisa melalui dosen yang Anda kenal baik (meski bukan dosen pembimbing Anda), kakak kelas/senior Anda, teman-teman Anda yang dirasa kompeten, atau keluarga/orang tua (apabila latar belakang pendidikannya serupa dengan Anda)

Friday, January 11, 2013

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Eksplorasi Elaborasi Konfirmasi

Mencantumkan identitas
  • Nama sekolah
  • Mata Pelajaran
  • Kelas/Semester
  • Alokasi Waktu
Catatan:
  • RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
  • Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan
  • Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam  satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya.
A.Standar Kompetensi
Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut :
  1. urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD
  2. keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran
  3. keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
B. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar
  2. Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran
  3. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran
C.Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran berisi  penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan.
D.  Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran  adalah  materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus.
E.  Metode Pembelajaran/Model Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
 F.   Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Untuk mencapai suatu kompetensi dasar dalam kegiatan pembelajaran harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan dalam setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan :
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un­tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Dalam proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi ini guru melakukan
1. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi guru:
  1. Memberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru
  2. Mendiskusikan materi bersama siswa
  3. Memberikan kesempatan pada peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan cara penyelesaian suatu soal.
  4. Melibatkan peserta didik  dalam  membahas contoh dalam Buku
2. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi guru:
  1. Membiasakan peserta didik membaca dan membuat data dalam bentuk tabel atau diagram.
  2. Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas mengerjakan latihan soal yang ada pada buku ajar
3.   Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi  guru:
  1. Memberikan umpan balik pada peserta didik dengan memberi penguatan dalam bentuk lisan pada peserta didik yang telah dapat menyelesaikan tugasnya.
  2. Memberi konfirmasi pada hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh peserta didik melalui sumber buku lain.
  3. Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang sudah dilakukan
  4. Memberikan motivasi kepada peserta didi yang kurang dan belum bisa mengikuti dalam materi mengenai cara membaca dan membuat data dalam bentuk tabel (daftar), cara membaca dan membuat data dalam bentuk diagram..
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un­tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
G. Sumber Belajar
Pemilihan  sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan.  Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya,  sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
H.  Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan  teknik  tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.