<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: 3 Kesalahan Dalam Memutuskan Menikah

Wednesday, February 12, 2014

3 Kesalahan Dalam Memutuskan Menikah


Apa pandangan Allah tentang pernikahan?
Allah merancang pernikahan untuk mempersatukan seorang pria dan wanita, untuk saling melengkapi, baik secara fisik, kerohanian, emosi, kebutuhan sosial dan kemampuan dalam hubungan yang khusus (Kejadian 2:18-25). Kesatuan mereka bukan sekadar perbuatan seksual, tetapi kesatuan dalam tujuan, hati dan jiwa.
Melalui pernikahan Allah memberi kesempatan kepada pria dan wanita untuk hidup bersama dalam pernikahan untuk suatu tujuan yang kudus, untuk membangun rumah tangga yang bahagia dan harmonis.
Banyak orang yang mengatakan bahwa memang pernikahan itu semacam perjudian, kalau dia menang maka itu untungnya dia dan kalau kalah berarti itu nasibnya. Seringkali, impian dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan!

Dalam memilih pasangan hidup, janganlah kita tergesa-gesa tanpa ada pertimbangan matang. Kita harus ingat bahwa pasangan yang akan kita pilih menjadi pendamping kita adalah orang yang akan menemani kita seumur hidup kita, untuk itu jangan sampai salah pilih pasangan.
Memilih jodoh atau pasangan hidup bukanlah hal remeh dan mudah. Ada banyak kasus orang yang sudah menikah pada akhirnya bercerai dengan alasan tidak cocok. Mengapa tidak cocok, bahkan bercerai? Karena mereka tidak saling mengenal sungguh-sungguh? Sebelum menikah, kebiasaan negatif atau kebiasaan buruk tidak ditunjukkan oleh pria dan wanita tersebut. Setelah menikah dan hidup bersamalah, semua kebiasaan negatif tersebut diketahui dan tampak dengan jelas. 


Berikut 3 kesalahan yang sering dilakukan:
Kesalahan pertama kenapa kita salah memilih pasangan hidup adalah karena kita terlalu cepat mengambil keputusan. Memang ada orang yang memiliki konsep siapa cepat dia yang dapat. Jadi kalau dia berlambat-lambat maka dia tidak akan menikah-menikah dan kebanyakan menggampangkan bahwa seolah-olah ini adalah hal yang alamiah jadi kalau nanti tidak cocok maka pisah saja.

Pada umumnya kita mendasarkan keputusan kita menikah secara tergesa-gesa atas ketertarikan jasmaniah karena dia begitu memikat. Misalkan kita mengingini pria yang tampan dan mapan yang mempunyai pekerjaan yang stabil dan mempunyai rumah ataupun mobil. Ataupun, misalkan kita ingin wanita yang cantik dan keibuan, dia bisa masak, rajin dan bisa mengurus anak.
Yang berikut adalah kesalahan kedua yang seringkali kita perbuat dalam pemilihan pasangan hidup yaitu kita terlalu menyederhanakan masalah. Mungkin kita sudah mulai merasakan bahwa ada perbedaan, tapi kita beranggapan bahwa segala masalah pasti dapat diselesaikan asal kita saling mencintai. Kita sering beranggapan bahwa: “Bukankah semua orang yang menikah pasti memiliki masalah, jadi mengalir saja dan kita menikah saja sebab akhirnya walaupun orang yang sudah berpacaran 3-4 tahun pun tetap menghadapi masalah dalam pernikahannya”. Kita mungkin beranggapan bahwa masalah itu akan selesai dengan sendirinya. Kita lupa bahwa masalah tidak akan selesai dengan sendirinya, pada akhirnya kita menemukan bahwa masalah demi masalah yang tak terselesaikan bertumpuk menjadi gunung masalah yang siap meletus.
Seringkali permasalahan yang disepelekan adalah antara lain masalah keuangan. Jadi mereka sebenarnya belum siap secara finansial tetapi tetap nekat untuk menikah dan akhirnya menimbulkan banyak hutang dan sebagainya, sehingga masalah keluarga itu menjadi parah. Kesiapan secara ekonomi dalam pernikahan itu penting, kalau tidak akhirnya menjadi masalah dan banyak orang yang memang menyederhanakan masalah ini, yang penting saling cinta dan nanti masalah ekonomi bisa dibereskan dengan sendirinya, padahal setelah menikah tekanan ekonomi lebih besar lagi dan akhirnya pasangan tidak sabar dan menuntut-nuntut kita,"Kamu harus kerja lebih keras", kita marah,"Saya sudah bekerja keras tapi mau apalagi." Istri berkata,"Kamu tidak bertanggung jawab dan tidak memikirkan bagaimana anak kamu". Akhirnya sering ribut, yang satu merasa kehilangan harga diri karena ditekan-tekan dan yang satu merasa,"Saya bernasib sangat susah menikah dengan orang ini karena harus hidup susah" akhirnya masalah menjadi terus bertambah besar.
Yang terakhir kesalahan yang ketiga adalah mengambil jalan pintas. Misalnya hamil di luar nikah dan ketika hal itu terjadi akhirnya harus dinikahi. Kebanyakan orang mengalami goncangan dalam rumah tangga mengawali pernikahan dengan kehamilan, sebab sebetulnya mereka itu belum siap menikah saat itu tapi terpaksa menikah. Karena ketidakstabilan atau ketidaksiapan yang akhirnya membuahkan penyesalan  di hari tua.

Karena itu, dalam hal mencari dan memilih pasangan hidup, Kekristenan mengajarkan bahwa Tuhan tidak membiarkan manusia bertindak sendiri. Tuhan telah memberikan prinsip-prinsip dalam memilih pasangan hidup dan membangun sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia. Selanjutnya ada 7 langkah-langkah dalam mencari atau memilih pasangan hidup (jodoh):

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.