<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Indonesia Adalah Negara Paling Kaya Di Jaman Kuno

Wednesday, March 26, 2014

Indonesia Adalah Negara Paling Kaya Di Jaman Kuno

Pada Posted by Aneh Unikmasa lampau, Indonesia terkenal sangat kaya raya, dibuktikan dari berbagai sumber kuno. Kita akan membahas kekayaan tiap pulau yang ada di Indonesia, menjadi tujuh bagian besar yaitu Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda kecil, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.
 

Sumatera - Pulau Emas
Dalam bahasa sansekerta, pulau Sumatera disebut dengan: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama ini sudah dipakai dalam naskah India sebelum Masehi.


Pada masa Dinasti Mesir sekitar 1.567SM, di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan
Barus (Lobu Tua - daerah Tapanuli). Barus dikenal sebagai tempat asal kapur barus yang digunakan sebagai salah satu bahan pengawet mummy Fir'aun.

Di samping Barus,
sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumber bekalan emas untuk kota kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba yang kemungkinan di Sumatera Barat yang dinamakan Ophir. Konon pusat Kerajaan Minangkabau terletak di tengah-tengah galian emas. Banyak jenis mineral yang terdapat di Pulau Sumatera, seperti batu bara dan timah hitam. 

Jawa - Pulau Padi

Dalam bahasa Sanskerta JawaDwipa  yang berarti "Pulau Padi". Ahli geografi Yunani, Ptolomeus juga menulis tentang adanya pulau Iabadiu yang berarti Pulau Padi.

Di Pulau Jawa berdiri kerajaan besar Majapahit
yang tercatat sebagai kerajaan terbesar di Nusantara, meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, dan kain.


Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa.
Karena banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa, yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman. Raffles pengarang buku The History of Java merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. Kini pulau Jawa memasok 53 persen dari kebutuhan pangan Indonesia, dikatakan sebagai lumbung beras Indonesia. Hasil pertanian lainnya berupa sayur-sayuran dan buah-buahan juga benyak terdapat di Jawa.


Kepulauan Sunda kecil -
Pulau Wisata

Ptolemaeus menyebutkan, kepulauan Sunda Besar ialah (Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan), sedangkan Sunda Kecil merupakan gugusan pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor.

Daerah Kepulauan Sunda kecil dikenal sebagai daerah wisata karena keindahan alamnya yang menakjubkan.
Sebagai tempat pariwisata raja-raja, untuk melepas kepenatan dari rutinitas di kerajaan. Bali merupakan pulau terindah di dunia, di Eropa Bali dikenal ssebagai the Island of God.

Di Tempat lain di Kepulauan Sunda Kecil tepatnya di daerah Nusa Tenggara Barat dikenal dari hasil ternaknya berupa kuda, sapi, dan kerbau
. Di Nusa Tenggara Timur, terdapat kayu cendana yang sangat berharga. Konon Nabi Sulaiman memakai cendana ini untuk membuat tiang-tiang dalam bait Sulaiman, dan untuk alat musik. 





Kalimantan - Pulau
Energi

Dahulu nama pulau ini adalah Warunadwipa yang artinya Pulau Dewa Laut. Pedagang asing datang untuk mencari komoditas hasil alam berupa kamfer, lilin dan sarang burung walet dari masyarakat Dayak. Para pendatang dari India maupun Melayu memasuki muara sungai dan berhasil menemukan tambang emas dan intan. Di Kalimantan berdiri kerajaan Kutai Martadipura, kerajaan tertua di Nusantara yang bercorak Hindu.

Saat ini Pulau Kalimantan merupakan salah satu sumber energi, diantaranya adalah batubara, minyak, gas dan geothermal. Dan ternyata Kalimantan memiliki banyak cadangan uranium yang bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Disamping itu Kalimantan juga memiliki potensi sumber bioenergi dari CPO sawit. 



Sulawesi - Pulau besi

Orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama Sholibis. Nama Sulawesi konon berasal dari kata ‘Sula’ yang berarti pulau dan ‘besi’. Sehingga tidaklah mengherankan Ussu dan sekitar danau Matana mengandung besi dan nikkel. Di sulawesi pernah berdiri Kerajaan Luwu yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Sulawesi. Bessi Luwu (keris atau kawali) sangat terkenal akan keampuhannya. Sejak abad XIV Luwu telah dikenal sebagai tempat peleburan besi.

Sampai saat ini Sulawesi sangat kaya akan bahan tambang meliputi besi, tembaga, emas, perak, nikel, titanium, mangan semen, pasir besi/hitam, belerang, kaolin dan bahan galian C seperti pasir, batu,
dan krikil. 


Maluku - Kepulauan rempah-rempah

Nama asli Maluku adalah "Jazirah al-Mulk". Orang Belanda menyebutnya sebagai ‘the three golden from the east’ yakni Ternate, Banda dan Ambon. 



Dulu Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Menurut para arkeolog, pada 4000 tahun lalu di kerajaan Mesir, ditemukan transaksi Mesir mengimpor dupa, kayu eboni, kemenyan, gading, dari daratan misterius tempat “Punt” berasal. Negeri “Punt” dapat diidentifikasi setelah Giorgio Buccellati menemukan wadah yang berisi benda seperti cengkih di Efrat tengah. Pada masa 1.700 SM itu, cengkih hanya terdapat di kepulauan Maluku. Sekitar 1600 Masehi, cengkeh pernah menjadi salah satu rempah yang paling popular dan mahal di Eropa, melebihi harga emas.

Selain cengkeh,
ada juga buah Pala, berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda. Akibat nilainya yang tinggi, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting pada masa Romawi.

Papua - Pulau surga

Sekitar tahun 200 M, ahli Geography bernama Ptolamy menyebut pulau ini dengan nama LABADIOS. Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah berubah menjadi PAPUA. Robin Osborne dalam bukunya, Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya (1985), menjuluki provinsi paling timur Indonesia ini sebagai surga yang hilang. Sejak dulu, Papua telah dikenal akan kekayaan alamnya. Pada abad ke-18 Masehi, kerajaan Sriwijaya, mengirimkan persembahan kepada kerajaan China. Beberapa ekor burung Cendrawasih, yang dipercaya sebagai burung dari taman surga.


Papua terkenal dengan produksi emasnya yang terbesar di dunia dan berbagai tambang dan kekayaan alam yang begitu berlimpah
seperti tembaga.

Papua sering disebut sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi. Papua yang merupakan surga keanekaragaman hayati yang tersisa di bumi saat ini. Pada tahun 2006 tim survei yang terdiri dari penjelajah Amerika, Indonesia dan Australia, di sana mereka menemukan suatu tempat ajaib yang mereka namakan "dunia yang hilang" dan "Taman Firdaus di bumi". Dengan menyaksikan puluhan jenis burung, kupu-kupu, katak dan tumbuhan yang belum pernah tercatat dalam sejarah.



Sebenarnya Indonesia sudah dikenal sebagai bumi yang kaya sejak zaman peradaban kuno. Ilmuwan Brazil Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskan teori bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu. Oppenheimer dalam buku “Eden in the East: the Drowned Continent of Southeast Asia”, mengajukan bahwa Sundaland (Indonesia) adalah Taman Firdaus (Taman Eden). Bahwa Taman Firdaus (Eden) itu bukan di Timur Tengah, tetapi justru di Sundaland. Indonesia memang merupakan lahan yang subur dan indah yang terletak di jalur cincin api (pacific ring of fire).

Sumber daya alam tersebut mulai dari kekayaan laut, hutan, hingga barang tambang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.