Tuesday, March 3, 2015

Kumpulan Pepatah Karya Sendiri

Disaat banyak yang menghina dan mencaci, namun jadikan hinaan dan cacian itu menjadi cambuk motivasi untuk berusaha lebih berhasil.≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

Pacaran atau tidak itu hanya lah masalah psikis, diejek jomblo itu hanya lah perang psikologis. ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

Selingkuh itu adalah pilihan. Setiap orang pasti punya naluri dan kesempatan untuk berselingkuh. Namun itu semua balik ke individunya masing-masing. Punya keinginan untuk melawan hasrat selingkuh atau malah membiarkan menguasai dirinya. ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈



Kumpulan Pepatah Karya Sendiri


Karena terdiri dari berbagai macam warna lah pelangi terlihat sangat begitu indah. ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

Memang benar, dapat berdiri dengam satu kaki, namun tiada yang tahu berapa lama bisa bertahan. Bukan kah akan lebih aman bila berdiri dengan dua kaki. ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

Dalam menjalani hidup di dunia yang kejam ini, kita harus bisa melihat apa yang tak terlihat, bisa mendengar apa yang tak terdengar, dan bisa merasakan apa yang tak terasakan. ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

Terlalu hitam memang salah, terlalu putih juga salah. Oleh karena itu di dunia ini banyak abu-abu. ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

Ternyata tidak hanya air yang mengalir dari atas turun ke bawah.  ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

Dalam menjalani hidup, hal yang paling sulit adalah melawan waktu, jika bisa mengalahkannya, kemenangan adalah buah.  ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈


Ada banyak orang yang sedang menunggu aku terjatuh dan ingin menertawakan. Maka aku harus berusaha untuk selalu memperhatikan jalanku. ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

Jika seorang wanita tak bisa menjaga dirinya sendiri, bagaimana mungkin dia bisa menjaga keluarganya, suami dan anaknya.  ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈


“Hidup ibarat judi,  jika ingin menang besar, juga harus berani pasang taruhan besar, meskipun tak ada jaminannya taruhan besar pasti menang.” ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

“Sekali saja anjing dibiarkan masuk ke dalam rumah, selamanya dia tidak akan bisa lagi membedakan dimana di layak dan tak layak berada.” ≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

Jika Aku belum punya kebun sendiri, lebih baik ku buang benih jagung yang kupunya. Meskipun itu mubazir. Daripada aku menanamnya di kebun orang lain, yang belum tentu dia akan merasa senang.≈ Bredrik Martinus Sitompul ≈

Sunday, March 1, 2015

Sebuah catatan kecil

Tulisan ini saya ambil dari status teman saya (Ad@m) di BBM. Dia merupakan salah satu teman saya di tempat saya bekerja dulu.
Demikian curahan hatinya mengenai perusahaan kami yang mengalami kebangkrutan atau pailit. Dimana perusahahaan kami tak sampai seumur satu tahun.
berikut curhatannya: