<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Ulasan Mucize atau The Miracle Movie karya Mahsun Kirmizigul 2015

Sunday, May 31, 2015

Ulasan Mucize atau The Miracle Movie karya Mahsun Kirmizigul 2015


Kali ini Bredmart akan mengulas sebuah film berdasarkan kisah nyata yang berjudul “Mucize” atau dalam bahasa Inggrisnya “The Miracle” atau dalam bahasa Indonesianya “Keajaiban”. Film karya Mahsun Kirmizigul yang dirilis di tahun 2015 ini menggambarkan keadaan Negara Turki di tahun 1960-an.



Ulasan Mucize atau The Miracle Movie karya Mahsun Kirmizigul 2015


Awalnya Bredmart mengira film ini akan menyajikan kisah seorang guru Pegawai Negeri Sipil yang terpaksa menjalankan tugas untuk mengajar ke sebuah desa yang sangat terpencil. Namun ternyata film ini mengisahkan seorang pemuda desa yang mengalami keterbelakangan fisik dan mental, dan muncul lah keajaiban kepada pemuda tersebut. Apakah Anda penasaran dengan film ini, saya berikan link untuk mendownload film ini:
http://bioskops25.com/the-miracle-2015.html
atau Anda bisa menontonnya secara langsung di Youtube. 

 
Aziz Mucize
AZIZ

Mari kita lanjutkan ulasan film ini yang berdurasi sekitar 2 jam 16 menit.
Tapi sebelumnya mari kita mengetahui semua peran dalam film ini:
1. Aziz: peran utama dalam film ini, dirinya sering mendapatkan ejekan dari penduduk desa.
2. Mizgin: istri Aziz yang sangat setia dan tulus mendampingi Aziz.
3. Mahir Yilmaz: guru PNS yang berasal dari Aegean, Izmir. Memiliki 2 anak perempuan yang masih kecil-kecil.
4. Cemile: istri Mahir
5. Davut Elci: (dari Palu) ketua desa Zazaki (desa dimana Mahir mengajar)
6. Hazar: istri Davut
7. Cemil Elci: anak laki-laki Davut (Cemil merupakan ketua dari kumpulan perampok yang dikenal dengan sebutan “singa-singa gunung”).
8. Celal: saudara laki-laki Aziz.
9. Gulten: istri Celal.
10. Haydar: teman Davut
11. Isa: dari desa Vezri (ayah Mizgin)
12. Feyzo (pemuda desa Zazaki)

Film ini dimulai dengan adegan dari kedua putrinya Mahir yang berjalan-jalan di sekitar rumah mereka sambil membeli roti bagels (roti bakar). Saat mereka pulang kerumah, mereka melihat kedua orangtuanya (Mahir dan Cemile) bertengkar mulut. Mahir mengajak istrinya untuk pindah ke desa beserta kedua anak mereka, desa di pelosok pegunungan yang masih berada di Negara Turki. Desa yang dikenal ada perampoknya. Desa yang tidak memiliki fasilitas jalan, listrik maupun sinyal radio. Desa yang selama 8 bulan tertutupi salju.

Namun Cemile tidak menyetujuinya, bahkan meminta Mahir untuk meninggalkan pekerjaannya. Jika Mahir tidak pergi, dirinya tidak akan menerima uang pensiun. Akhirnya Mahir berangkat seorang diri menaiki kereta api dan dilanjutkan dengan bus yang hanya datang 3 hari sekali ke desa tersebut (desa Zazaki). Dan ternyata bus tersebut tak dapat mengantarnya sampai ke desa, dikarenakan pemerintah disana tidak menyediakan fasilitas jalan. Maka Mahir melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki mendaki gunung, menyeberangi sungai, perjalanan yang cukup jauh. Di tengah perjalan, dirinya berjumpa dengan Aziz bersama kudanya. Saat sesampainya di desa, hampir semua pemuda desa menyambutnya dengan todongan senapan laras panjang. Setelah Mahir memberi tahu bahwa dirinya merupakan seorang guru, mereka semua terkejut. Dan muncul lah Davut Elci sang ketua desa. 

Ketua memiliki 6 anak laki-laki, yang salah satunya adalah Aziz. Keluarga Aziz tidak ada yang dapat mengerti setiap apa yang dibicarakan oleh Aziz. Aziz bahkan sering berbicara dengan kudanya setiap hari. Keluarganya telah membawa Aziz ke dokter namun tak ada hasilnya.  Aziz biasa dimandikan oleh ibunya dan terkadang Aziz sering mengelilingi desa dengan bertelanjang. Banyak anak-anak di desa tersebuf yang mengganggu Aziz dan dengan ejekan “bisu, gila dan cacat”.

Ternyata desa tersebut tidak lah memiliki gedung sekolah. Ternyata negaranya baru mengirimkan guru (Mahir) setelah 30 tahun lamanya. Kemudian Mahir beserta Davut dan Haydar ke balai kota untuk meminta bantuan ke Direktur Pendidikan. Di tengah perjalanan ke balai kota, mereka dicegat oleh para perampok berkuda dan memiliki senapan laras panjang. Namun ternyata mereka merupakan pemuda desa dan anak buahnya Cemil Elci.

Direktur Pendidikan tidak mampu menyanggupi permintaan Mahir untuk mendirikan sekolah di desa Zazaki. Saat itu Negara Turki sedang dijalankan oleh pihak militer dan negara sedang mengalami masa-masa yang rumit. Perdana Menteri Adnan Menderes dieksekusi oleh militer. Direktur memberi saran agar Mahir menggunakan alasan tidak adanya sekolah untuk bisa kembali pulang ke kotanya. Mahir merasakan dilema dan berpikir apakah kembali bersama keluarganya atau kah tetap mengajar di desa. Tergerak lah hati Mahir dan memberikan syarat kepada ketua desa agar anak perempuan boleh ikut bersekolah. Karena sebelumnya penduduk desa melarang anak perempuannya untuk bersekolah. Dan akhirnya mereka saling sepakat.
Kemudian Mahir menelepon istrinya agar mengirimkan uang sebanyak 2 ribu Liras, ia membohongi istrinya dengan mengatakan untuk tebusan yang mana dia ditangkap perampok. Uang tersebut ia pergunakan untuk mendirikan gedung sekolah desa. Ternyata para perampok tadi memiliki hati yang baik, mereka ikut membantu mendirikan sekolah.

Aziz sering membuntuti Mahir namun enggan untuk mendekat. Sejak anak-anak bersekolah, Aziz menjadi merasa kesepian. Ternyata meskipun anak-anak sering menggangunya, namun Aziz menganggap itu menghibur. Lalu ibu Aziz mendapapatkan kuda Aziz namun tanpa Aziz. Melihat itu pergi lah ibu dan saudara Aziz mencarinya ke segala penjuru desa. Padahal Aziz berada di sekolah bersama anak-anak lainnya yang sedang belajar bersama Mahir. Mahir menjadikan Aziz sebagai ketua kelas. 

Di desa itu hampir semua pemuda dewasa mempunyai bentuk kumis yang khas dan memakai topi khas zaman perang dunia. Disana mereka terbiasa menjawab bersama-sama secara serentak. Di Turki meskipun sebuah keluarga memiliki anak perempuan, namun tidak masuk ke dalam hitungan. Mereka hanya menghitung anak laki-laki saja. Karena menurut mereka: “mereka membesarkan anak perempuan mereka, namun anak perempuan mereka pergi begitu saja (dinikahi dan pergi bersama suaminya).
Dan ada juga tradisi pernikahan yang unik. Sang pengantin wanita dilamar oleh ibu pengantin pria tanpa tahu bagaimana sang calon suaminya. Sungguh mengharukan.
Aziz sepertinya tidak lah gila, dikarenakan disaat ketua desa bertanya dihadapan para pemuda desa, siapakah yang ingin menikah. Aziz mengajukan diri bersama Celal dan Feyzo. Namun ketua hanya menyuruh istrinya berangkat ke desa lain mencari calon mempelai wanita untuk Celal. Aziz terlihat sedih. 

Kemudian pergi lah Hazar beserta rombongan. Para pemuda disana terbiasa mengejar ibunya untuk mengingatkan ibunya agar memilih gadis sesuai keinginan sang pemuda. Karena sepertinya disana sang ibu, memilih gadis yang sesuai selera sang ibu. Dalam memilih sang ibu lebih menitik beratkan agar gadis tersebut pandai dalam agama contohnya hafal Al-Quran. Dan ada tradisi dimana sang gadis harus berjalan lurus dan anggun di atas tali yang diletakkan di lantai. Dan ibu Celal memilih Gulten, kemudian Gulten dibawa ke rumah Celal dengan menaiki kuda. Setiap pengantin wanita yang akan memasuki rumah pengantin pria, maka pengantin wanita harus memecahkan kendi yang terbuat dari tanah liat di pintu rumah pengantin pria.

Setelah pengantin wanita memasuki kamar, kemudian masuk lah pengantin pria. Sebelum menyentuh pengantin wanita, pengantin pria harus harus mematahkan kepala seekor burung hingga terputus. Lalu pengantin pria membuka cadar yang menutupi muka pengantin wanita. Ada yang saling puas namun banyak yang kecewa, saat mengetahui wajah masing-masing.

Kemudian giliran Feyzo akan menikah. 

Setelah didesak oleh istrinya Cemil akhirnya menyerahkan diri kepada pemerintah, dan ia dipenjara selama 4 tahun lamanya. Saat pulang dari persidangan anaknya. Ketua desa menggagalkan sebuah penembakan seseorang kepada Isa (yang baru keluar atau dibebaskan). Karena berhutang nyawa, kemudian Isa menawarkan satu-satunya anak perempuannya untuk dinikahi oleh anak laki-laki Davut. Davut telah mengatakan bahwa anaknya (Aziz) cacat, namun Isa tetap ingin memberikan anaknya sebagai balas budi. Akhirnya mereka saling setuju. 

Maka pergi lah ibu Aziz bersama rombongan pergi ke rumah Isa untuk melamar anak perempuannya yang bernama Mizgin. Dia rajin Sholat, baca Al-Quran, dan pintar memasak. 

Saat tiba di rumah Aziz dan melihat Aziz, keluar lah air mata Mizgin dan juga ayahnya. Suka atau tidak suka, bahagia atau tidak bahagia. Menurut mereka pernikahan adalah nasib yang tetap harus dijalani. Saat Aziz masuk ke dalam kamar, dan melihat wajah istrinya. Aziz kejang-kejang karena sangat senangnya. Mizgin terus saja menangis, tidak menyangka dengan keadaan suaminya. Dengan tulusnya Mizgin memandikan, maupun menyuapkan makanan kepada Aziz. Di sekolah Aziz menggambar ayah dan ibunya, istri beserta anaknya. Aziz juga memiliki keinginan untuk memiliki keturunan.

Dimulai lah pedihnya masa pernikahan mereka. Beberapa wanita desa menggosipkan, mencibir di hadapan Mizgin. Begitu juga pria desa yang mengejek Aziz. Dan suatu ketika Aziz melihat istrinya bertengkar dengan wanita desa lainnya. Dan istri Aziz berkata bahwa dirinya sudah tak tahan lagi. Lalu Aziz menunggangi kudanya pergi ke tepi tebing jurang. Dikejar oleh Mahir beserta saudara Aziz. Aziz menerbangkan pesawat kertas, sepertinya dia ingin bunuh diri. Kemudian Aziz dibawa pulang. 

Terakhir Aziz masuk dan melihat kamar saudaranya yang sedang tertidur beserta istri mereka. Keesokan harinya Aziz beserta istrinya tidak ada lagi di kamar mereka. Aziz meninggalkan sebuah surat di kamarnya:
Aziz menuliskan curahan hatinya. Jika semua orang di desa mengejeknya selama bertahun-tahun "bisu, cacat, gila". Baginya itu tidak apa-apa. Tapi sekarang dirinya telah berusia 31 tahun dan telah memiliki istri. Sangat sulit baginya untuk menyaksikan penduduk desa yang menghina istrinya. Aziz pergi bukan untuk dirinya melainkan untuk istrinya. Dimana tempat yang ia pergi tidak ada yang mengejeknya.

Lalu Mahir meninggalkan desa untuk pulang ke kotanya. 

7 tahun kemudian datang lah sebuah mobil ke desa. Keluar lah Mahir beserta istrinya. Dan ternyata muncul Aziz bersama anak laki-lakinya. Dan yang keluar terakhir adalah istri Aziz sambil menggendong anak perempuannya. Aziz sudah terlihat lebih rapi, bisa berdiri tegak, dan sudah bisa berbicara lancar. Aziz dan istrinya hidup bahagia di Istanbul, Turki. Dengan 3 orang anak dan cucu-cucunya.
 Berikut foto asli dari AZIZ beserta istrinya:

Aziz The Miracle



Aziz Mucize 2015 with wife





No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.