<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Perjalanan Wisata Bukit Tinggi dan Tarutung

Saturday, August 15, 2015

Perjalanan Wisata Bukit Tinggi dan Tarutung



Kali ini Bredmart akan menulis pengalaman berjalan-jalan dari Kota Jambi (Provinsi Jambi) ke Bukit Tinggi (Provinsi Sumatera Barat) lalu ke Tarutung (Provinsi Sumatera Utara). Di mulai di tanggal 7 Agustus 2015 hingga 13 Agustus 2015 (perjalanan selama 7 hari lamanya). Mari kita mulai:



Tanggal 7 Agustus 2015
Pagi eh hujan cukup deras sampai jam 10, kami tak bisa melengkapi yang mau dibawa.
Jam 3 sore kami ke Alam Barajo Terminal Baru (Kota Jambi, Provinsi Jambi). Dari Kota Jambi ke Kota Bukit Tinggi (Provinsi Sumatera Barat) kami naik Bus Family Raya Ceria yang AC (tiket Rp140 ribu/orang). Saya dan adik saya duduk di bangku no 4c dan 4d, ditengah. Di bus tadi AC dingin sekali, ditambah di jalan di Sumatera Barat hujan. Waduh dingin sangat.


Tanggal 8 Agustus 2015
Dan jam 6 subuh kami sampai di terminal Aur Kuning di kota Bukit Tinggi (Sumatera Barat). Dari terminal lalu kami naik taxi Rp 30ribu ke hotel Nirwana di Jl. Ahmad Yani. Semalam satu kamar untuk 2 orang Rp 100ribu.

Tips: Di sepanjang Jl. Ahmad Yani banyak terdapat hotel murah maupun hotel AC. Letaknya juga strategis di apit beberapa tempat wisata. Dan jika ingin mencari hotel, ada baiknya pastikan dulu fasilitas yang tersedia. Jangan karena murah, tapi banyak fasilitas yang kurang tersedia.

Kemudian di malam hari jam 7 kami ke Jam Gadang, jalan kaki.
 



Tips: Jadi jika Anda ingin mengunjungi berbagai tempat wisata di Bukit Tinggi. Jalan kaki saja, dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya tidak terlalu jauh kok. Bisa sehat, dan hemat biaya. Jika ingin naik andong atau delman, banyak yang lewat di jalan.
Kalau dari Jl. Ahmad Yani kami mau ke terminal Bus di Aur Kuning bisa naik angkot warna merah jurusan tigo baleh yang lewat depan hotel. Tapi jika naik dari terminal mau ke Jl. Ahmad Yani. Perhatikan jangan salah arah, karena bisa kesasar atau ngeraun seperti yang kami alami. Supirnya menyuruh kami bayar ongkos 2 kali lipat. Haha.
Tidak apa-apa lah, jadi pelajaran ke depan.
Ongkos naik angkot untuk orang dewasa Rp 3.000.

Saat kami datang, itu hari sabtu. Jadi malamnya sangat ramai sekali di pelataran jam Gadang. Karena jam gadang merupakan pusat kota Bukit Tinggi. Banyak muda-mudi maupun keluarga yang menikmati indahnya jam Gadang di malam harinya. Ada banyak penjual yang menjajakan jajanan, gelang tangan dan aksesoris lainnya. Kami juga makan di Rumah Makan Limpapeh Rp 17 ribu per porsinya. Cukup murah, untuk mengganjal perut di malam hari.

Tanggal 9 Agustus 2015
Karena hari minggu, jalan cukup lenggang (sepi). Di sekitaran jam Gadang banyak yang melakukan senam pagi. Lalu kami ke Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (tidak jauh dari Jam Gadang, jalan kaki juga bisa), tiket masuk Rp 10 ribu per orang dewasa. Jika ingin masuk ke Rumah Adat Baanjuang, tiket masuk Rp 2 ribu per orang.







Rumah Adat Baanjuang


Jam 11 siang kami ke terminal Aur Kuning. Soalnya bus yang akan mengantar kami ke kota Tarutung berangkat jam 1. Dari kota Bukit Tinggi Tinggi (Provinsi Sumatera Barat) ke kota Tarutung (Provinsi Sumatera Utara) kami naik bus ALS (Antar Lintas Sumatera) tiket Rp 180/orang. Berangkat dari Bukit Tinggi pukul 13.00 tiba di kota Tarutung keesokan harinya pukul 03.00 subuh.

Tanggal 10 Agustus 2015
Kami turun di loket ALS di Tarutung. Untung saja pas disebelah loket, ada rumah makan buka 24 jam. Jadi kami bisa menumpang duduk sampai pagi terang pukul 06.00 sekalian makan juga.
Setelah itu jam 7 pagi kami ke pemandian air panas di kecamatan Sipoholon (Tarutung). Ada banyak pilihan tempat mandi. Kami memilih di Boli Boli Cafe. Untuk berenang di kolam air hangat bayar tiket Rp 5 ribu/orang. Tersedia juga hotel di Boli Boli Cafe, atau hotel lainnya di daerah sipoholon. Setelah itu kami mencari penginapan di dekat sungai aek Sigeaon.

Tips: Saran saya cari hotel di sekitar sungai Aek Sigeaon saja, karena pusat kota Tarutung. Cukup banyak pilihan hotel yang tersedia.
Kami memilih Hotel Kinary dekat jembatan Sigeaon. Untuk kelas standar Rp 100 ribu per malam, kami ambil kelas ekonomi Rp 150 ribu. Fasilitas kelas ekonomi: kamar mandi di dalam, ada colokan listrik, 2 tempat tidur.

Tips: Bawa colokan listrik sambung. Karena terkadang hotel hanya menyediakan satu colokan listrik. Padahal mungkin kita ingin nge cas 2 atau 3 hhandphone secara bersamaan. Belum lagi jika membawa power bank, laptop, maupun kamera handycam.

Hari pertama di Kota Tarutung. Pagi kami makan nasi goreng dan mie ayam (semua Rp 30 ribu). Siangnya kami makan bak mie dan capcay (semua Rp 53 ribu) di Kedai bakmie Natarallalla, di pinggir sungai Aek Sigaeon. tidak jauh dari hotel Kinary. Ada yang mengatakan jika makanan di Natralalla cukup terkenal di kota Tarutung.

Tanggal 11 Agustus 2015
Hari kedua di Tarutung, pagi jam 8 kami naik angkot nomor 1 ke simpang salib kasih. Lalu naik angkot lagi naik ke atas bukit tempat salib kasih Rp 5 ribu per orang. Angkotnya cukup sedikit, cukul sulit untuk tepat waktu. Harus menunggu sampai angkot penuh, baru bisa berangkat. Tapi untung saja kami hanya menunggu 1 jam saja, ada 5 ibu-ibu (rombongan) yang juga mau ke salib kasih. Jadi tidak lama-lama menunggu. Kalau sewa angkot, pasti lebih mahal.
Tips: Jika ingin berkunjung ke Salib Kasih menggunakan angkot, ada baiknya di hari sabtu minggu atau di hari libur, biar tidak susah naik angkot. Apalagi di hari minggu ada kebaktian di atas (gereja di Salib Kasih). Tapi jika menggunakan motor atau mobil pribadi tak masalah.
Tiket masuk ke salib murah sekali hanya Rp 2 ribu per orang.

Tips: kencing (buang air kecil) dulu di hotel daripada bayar uang pemakaian wc diluar.
Setelah beli karcis masuk. Berjalan menaiki anak-anak tangga sekitar 20 - 30 menit saja. Lumayan melelahkan, tapi setelah di atas. Lelahnya langsung hilang, berganti kegembiraan. Di Tarutung sering muncul kabut embun dari bukit. Apalagi pagi hari, terkadang tidak cukup jelas foto pemandangan atau landscape Tarutung.



Setelah foto-foto di salib kasih, kami berdoa di ruang doa yang banyak tersedia.

Tips: hati-hati ada banyak kelabang kecil. Kelabangnya tampak cantik karena warna warni terang. Tapi seperti berbahaya juga. Perhatikan di perlak (alas duduk) apakah ada kelabang.

Setelah puas, kami turun ke bawah membeli baju atau pernak-pernik khas Salib Kasih. Kami membeli selendang buat mama kami Rp 30 ribu dan satu kaos buat kami Rp 40 ribu.

Tips: harus pintar-pintar menawar.
Setelah balik ke simpang salib kasih, kami berjalan 5 menit saja membeli putu (khas Tarutung) yang cukup terkenal Rp 20 ribu per kotak (isi 6).
Tips: Beli putu di Hutabarat (rumah kayu) yang terkenal enak, lembut dan tahan lama.

Sore jam 3 kami ke pemandian air soda di desa Parbubu. Cukup ramai. Naik angkot sekitar 15 menit dari kota (di tugu putaran simpang 4, tidak jauh dari hotel Kinary). Tiket masuk tidak bayar, tapi harus membeli teh manis atau gorengan sebagai ganti tiket masuk.

pemandian air soda parbubu





Tips: angkot sudah mulai jarang mulai sore hari, apalagi di malam hari sangat sedikit.

Tips: Jangan punya rencana mencuci baju di Tarutung, susah keringnya. Karena kota dingin (daerah perbukitan) dan sering turun hujan. Bawa lah payung.
Tempat laundry juga sedikit, kadang lama ambilnya. Saat kami tanya berapa lama waktu prosesnya, kata mereka antara 2-3 hari. Cukup lama, jika kita hanya berlibur beberapa hari di sana. Dan juga di Tarutung masih jarang ditemukan ATM (anjungan tunai mandiri). Tapi di Tarutung menurut saya bisa dikatakan aman dari tindak kriminal. Hanya perlu tepat naik angkot saja, biar tidak salah bayaran ongkosnya. Tapi namanya saja, orang baru. Jadi tidak masalah kalau pertama kali kita salah naik angkot atau kelewatan. Itu akan menjadi pelajaran buat ke depan, mana tahu suatu saat nanti kita balik lagi ke Tarutung. Sudah paham seluk beluk Tarutung (jurusan kemana, naik angkot nomor berapa, ongkosnya berapa).

Malamnya jam 7 kami berjalan menyusuri kota Tarutung. Kemudian makan gado-gado Rp 12 ribu per porsi, di pinggir sungai Aek Sigeaon, sambil menikmati aliran air sungai. Meskipun tidak jernih, berwarna coklat.

Tanggal 12 Agustus 2015
Pagi kami beres-beres barang-barang yang mau dibawa pulang ke Jambi, sama oleh-oleh: putu, salak, kacang sihobuk dll. Sekalian check-out hotel. Jam 12 kami naik bus Sipirok Nauli di Terminal Tarutung, harga tiket Rp 280 ribu per orang (lintas barat).

Tanggal 13 Agustus 2015
Jam 6 sore, kami akhirnya sampai juga di Kota Jambi dengan selamat. Terima kasih Tuhan.

3 comments:

  1. Wah lagi MY TRIP MY ADVENTURE ya mas? saya baca ceritanya, lalu saya bayangkan betapa capeknya, satu minggu traveling. tapi menyenangkan ya mas

    ReplyDelete
  2. Iya nih capek di jalan (di mobil). Maunya sih naik pesawat tapi mahal xkxkkxkxkxkkckckckck

    ReplyDelete
  3. Wah asyik nih my trip my adventure, ke Tulungagung gan, di Tulungagung juga banyak wisata yang indah loh hehe

    ReplyDelete

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.