<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Rest In Peace (A.D.S)

Tuesday, October 13, 2015

Rest In Peace (A.D.S)


Pernah kah kalian merasakan penyesalan yang teramat dalam? Aku sudah beberapa kali, dan kurasakan lagi saat ini. Semua itu bermula dari:

Tanggal 10 Oktober 2015
Aku, adik ku dengan inisial “D.S”, dan sahabat ku “B.J”. kami bertiga mengikuti ibadah Gerakan Pemuda (GP) di gereja ku. Dan aku merasa pernah melihat si liturgos “R.N.S”. aku bertanya pada adik ku “D.S” dan ternyata “R.N.S” adalah adik perempuannya “A.D.S”. Siapa sih “A.D.S” ini? Dia sudah almarhum, dan tidur dengan tenang. Dia satu angkatan katekisasi (sidi) di gereja ku, angkatan peneguhan sidi tahun 2008. Itu lah penjelasan singkat tentang dia. OK kita lanjutkan ceritanya. Sepulang dari GP aku langsung buka facebook, dan mencari-cari facebook “R.N.S” dan “A.D.S”. Aku tiba-tiba mengingat kembali sosok "A.D.S".

Tanggal 11 Oktober 2015
Aku dan adik ku “D.S” ibadah sore di gereja kami. Dan ada “R.N.S” dan “Y.S”, mereka adalah kedua adik perempuannya “A.D.S”. Makin penasaran lah aku dengan “A.D.S”. Ingin tahu bagaimana kabar “A.D.S” sekarang. Namun...

Tanggal 12 Oktober 2015
Di sore hari, aku mendengar cerita dari sahabat ku “B.J” jika "A.D.S" telah meninggal beberapa bulan yang lalu. Beh, hancur sekali hati ini berkeping-keping. Seperti kena tampar di depan orang banyak. Malamnya aku langsung mengetik catatan ini. Dan...

Tanggal 13 Oktober 2015
Aku memposting catatan ini ke blog. 


adri deslita situmorang




 
Lupakan semua tanggal-tanggal itu, mari kita masuk lebih dalam ke perasaan yang aku rasakan.
"A.D.S"
Sampai jumpa di alam sana, sobat.
Maaf jika aku memanggil mu dengan kata sobat. Mungkin aku terasa sok akrab, padahal diantara kita benar-benar tidak pernah terjadi apa-apa. Kita tidak pernah dekat apalagi pacaran. Tapi jujur saja, pas aku tahu kau tlah meninggal, aku sedih sekali loh.

Aku janji pada diri ku sendiri, suatu saat nanti aku akan menemui mu di tempat kau berbaring, sobat. Sekedar memberikan sekuntum bunga, di tempat peristirahatan terakhir mu.

Jujur saja, saat aku menulis catatan ini. Air mata ku menetes. Tak kuat aku menahannya. Mungkin orang yang membaca catatan ini akan menganggap aku sangat lebay (berlebihan). Biar Tuhan saja lah yang tahu.

Aku menulis catatan ini di menu catatan handphone nokia 2630 punya ku. Handphone jaman dulu (jadul), yang masih tetap ku gunakan. Aku mengetiknya sejak jam 10 malam hingga lewat tengah malam. Seakan-akan aku lupa dengan waktu tidur. Padahal biasanya aku sudah tertidur di jam 10 malam. Rasanya aku tak ingin memejamkan mata. Mata ini masih kuat, dan tetap ingin menatap ke layar handphone. Dan ke dua jempol ku, tak lelah menyentuh semua tombol handphone ini. Untuk menyusun kata-kata, untuk melampiaskan perasaan. 

Aku merasa kau hadir di dekat ku, saat aku menulis catatan ini. Setiap aku mengetik kata-kata tentang mu. Tentang kenangan, tentang cerita dulu aku mengagumi mu.
Padahal dulu waktu kita katekisasi aku tidak suka sama kau. Aku hanya sekedar mengagumi mu. Tidak lebih, apalagi cinta, tidak. Mungkin lebih ke pengagum rahasia (secret admirer). Tapi entah mengapa saat aku tahu kau tlah tiada, aku tiba-tiba aku jadi sangat rindu kau. Seakan-akan aku tak rela Tuhan begitu cepat memanggil mu. Ingin rasanya aku meminta kepada Tuhan, untuk menghidupkan mu kembali.

Yang ku tahu, setelah tamat SMA, kau melanjutkan kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Medan. Sejak saat itu aku tak pernah lagi melihat mu. Dan setelah kau selesai kuliah pun, yang ku ingat hanya beberapa kali melihat mu di gereja, kau bersama keluargamu.
Dan satu kali melihat mu di rumah mu, saat itu kau bersama keluarga mu pulang dari gereja. Karena saat itu aku sedang menemani sahabat ku "B.J" yang sedang mengerjakan tugas kantornya. Dan dia meminta tolong kepada temannya "D.E.S" (yang juga merupakan sepupumu). Kami ber 3 mengetik tugas "B.J" di ruang tamu rumah mu. Di saat itu aku melihatmu, saat itu lah terakhir yang bisa aku ingat.

Mungkin benar, ada pepatah yang mengatakan: kita baru akan merasakan bila seseorang itu penting dan berharga, di saat seseorang itu tlah tiada. Di saat itu kita benar-benar akan merasakan kehilangan dan penyesalan yang teramat dalam.
Tapi aku yakin, pasti ada hikmat dibalik itu semua. Aku harus percaya, karena Tuhan sangat sayang pada mu. Oleh karena itu Tuhan cepat menjemput mu, agar kau tak perlu berlama-lama di dunia yang kejam ini. Agar kau bisa hidup bahagia bersama Tuhan, di alam sana. Di surga yang damai, tanpa penderitaan dan air mata.
Hanya tinggal satu harapan ku. Aku bisa melihat senyum lugu (polos) mu yang manis itu, meski hanya dalam mimpi saja. Tuhan jaga lah dia, salah satu teman ku. Meski mungkin selama ini dia tidak menganggap ku sebagai temannya. Atau bisa jadi dia tidak pernah menganggap aku ada.  Aku ingin tahu, siapa pria yang selama ini kau sukai. Aku ingin tahu, pria yang bagaimana yang bisa menarik perhatian mu. Pasti bukan yang seperti aku. Aku ingin tahu siapa-siapa saja pacar mu (lelaki mu). Pastinya mereka bahagia dan bangga bisa memiliki mu. Wanita yang memiliki senyum kedamaian. Tidak semua wanita memiliki senyum seperti senyum yang kau punya.

Bagi ku, kau tidak lah cantik. Tapi kau manis. Setiap aku melihat mu, wajah mu. Aku merasa damai. Perasaan yang sama saat aku dulu melihat wajah "S".
Dari dulu hingga sekarang aku hafal nama panjang mu. Hanya tanggal lahir mu saja yang aku tak tahu. Nanti lah, aku cari tahu. Aku juga tak tahu, di tanggal berapa kau kembali pada sang Ilahi.
..................................................................
Setelah aku browsing di internet (di daftar riwayat hidup, di skripsi mu), aku dapat juga tempat dan tanggal lahir mu. Kau lahir di Padang 27 Desember 1990. Wow berarti selain merayakan hari natal, keluarga mu juga merayakan hari ulang tahun mu.

Yang ku tahu, waktu kita masih di katekisasi (sidi). Waktu itu aku yakin, kau adalah wanita baik-baik. Aku tak tahu, setelahnya. Karena kau kan kuliah di Medan.

Susah loh bisa dapat wanita baik-baik, apalagi di zaman yang makin gila ini.
Memang wanita cantik makin banyak, tapi wanita baik-baik makin sedikit, bahkan hampir punah. Aku bukannya ingin menyamaratakan semua wanita.

Memang benar masih ada kok wanita yang "baik-baik". Tapi itu sangat sulit untuk mencarinya. Mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa harus wanita yang "baik-baik" mengapa tidak cukup dengan wanita "baik" saja. Kan banyak wanita "baik" di luar sana. Bagi ku, "baik" saja itu tidak lah cukup, harus lah "baik-baik". Kalian harus bisa membedakan antara wanita "baik" dan wanita "baik-baik". Kalian harus mengerti apa yang aku maksud. Mungkin aku dianggap pria kolot, kuno, kampungan, ataupun sok suci. Ya biar kan saja ada orang yang mengatakan seperti itu, itu hak mereka. Dan hak aku, tetap mempertahankan prinsip aku. Prinsip orang lama: "keperawanan adalah hal yang paling berharga dari seorang wanita". Jika seorang wanita tlah kehilangan keperawanannya, maka wanita itu tak ada harganya lagi.  

Jam menunjukkan pukul 00:36 dan aku masih belum mengantuk, masih tetap ingin mengetik. 

Balik lagi ke "A.D.S".

Dan kalau aku tak salah, di tahun 2014 kau pernah mengikuti tes CPNS di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi (aku masih menyimpan koran pengumumannya) di bagian penyuluh keluarga berencana. Karena waktu itu aku juga ikut tes, tapi di kabupaten Bungo, Jambi. Tapi aku gagal. Dan hebatnya, puji Tuhan kau lulus. Hebat kau ya, berarti kau memang benar-benar wanita pintar. Aku kagum, melihat wanita yang pintar.

Tapi mengapa hanya sebentar saja kebahagiaan itu kau rasakan ya?
Bagaimana kau harus melepaskan semua cita-cita mu yang belum kau capai, pergi bersama angin. Terbang jauh, dan tak kan pernah kembali. 

Aku mencoba untuk bisa berusaha merasakan apa yang kau rasakan, sebelum ajal menjemput mu. Pastinya sangat sulit menerima kenyataan. Kenyataan dimana kau harus berjuang melawan penyakit ganas. Menjalani hidup bersama doa dari keluargamu, orang-orang yang kau kasihi.  Menjalani hari-hari dalam ketakutan. Derai air mata. Mungkin tak terhitung lagi seberapa banyak air yang menetes dari mata mu. Seberapa sering jari keluarga mu, mengusap air mata di pipi mu.

Sungguh betapa sedihnya ya keluarga mu, apalagi bapak dan ibu mu. Juga adik-adikmu, orang-orang yang seharusnya mendapat bimbingan dari mu.

Sudah berapa banyak pil obat yang tlah kau minum. Keluarga mu yang menyuapkan nasi ke mulut mu, sesuap demi sesuap. Bagaimana kau memaksa untuk menelannya. Meskipun kau merasa itu percuma saja. Sudah berapa kali check up, operasi, ataupun rawat inap.
Membayangkan salah satu pergelangan tangan mu, ditusuk jarum infus. Sudah berapa banyak perawat mengganti botol infus mu.

Sudah berapa banyak uang ayah mu yang dikeluarkan, demi biaya pengobatan mu. Begitu gigihnya mereka, memberikan mu semangat untuk bertahan hidup. Namun sayangnya, takdir berkata lain. Mereka harus merelakan mu, dijemput malaikat-malaikat Tuhan.

Setidaknya, kau tak perlu lagi merasakan sakit. Karena kau tlah bersama Tuhan, yang kan selalu menjagamu disana...
Jujur saja, aku sangat menyesal tidak melayat mu. Untuk melihat mu terakhir kalinya, sebelum kau dikuburkan. Waktu itu di gereja (ibadah siang), salah satu teman ku "V.S" (yang juga satu katekisasi dengan kita). Dia mengajak ku, untuk menyelawat ke rumah mu. Tapi entah mengapa, begitu tololnya aku saat itu. Aku kira menyelawat ke rumah mu, karena ayah atau ibu mu yang meninggal. Aku tak tahu, jika yang meninggal itu adalah dirimu, sobat. Tapi meskipun saat itu aku tahu, jika kau lah yang meninggal. Mungkin aku juga tak akan datang menyelawat mu. Karena mungkin aku tak akan kuat melihat tubuh mu yang tlah kaku di peti mati. Aku pastinya malu meneteskan air mata di depan orang banyak. 

Mungkin jika dulu aku menyelawat mu, mungkin aku tak menulis catatan ini. Karena catatan ini, berawal dari rasa penyesalan. Penyesalan pertama ku, mengapa dulu aku tak menyelawat mu. Dan penyesalan yang kedua, mengapa dulu aku tak mencintaimu. Mengapa dulu aku tak berusaha mendekatimu, meskipun kau belum tentu menerima ku sebagai pacar mu. Mengapa aku menyia-nyiakan wanita seperti mu. Mengapa dulu aku hanya sekedar mengagumimu.
Huft. Entah lah, mengapa dulu aku sangat bodoh. Lagi dan lagi, wanita baik-baik tak bisa ku miliki, hanya bisa ku kagumi dalam hati kecil ku.
Waktu tlah berada di pukul 01:11. Aku semakin mengantuk, dan ingin tidur. Sepertinya aku harus menyudahi catatan ini. 

Terakhir, aku ingin menyanyikan sebuah lagu yang dinyanyikan "Angel" by Sarah McLachlan yang juga dinyanyikan oleh Westlife. Semoga dengan lagu ini, aku bisa meluapkan unek-unek yang ada di dalam hati dan pikiran ku. Dan aku bisa tertidur lelap. Dengar lah lagu yang ku nyanyikan ini. Dan selamat malam "A.D.S".

Dari seseorang yang mengagumi mu. Sejak kita Persekutuan Teruna (PT), berlanjut ke Katekisasi (sidi), hingga saat ini, dan kan ku bawa hingga aku juga dijemput malaikat Tuhan. Dan bisa bertemu dengan mu lagi. GBU "A.D.S".

Rest In Peace (Rip) "A.D.S"


No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.