<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Acara Kontak Jodoh

Sunday, December 27, 2015

Acara Kontak Jodoh

Di tanggal 26 Desember 2015 Aku, Kakakku, Beno dan Yuda, kami pergi ke acara kontak jodoh di sebuah gereja besar di kotaku (bukan di gerejaku). Adikku tak mau ikut. Alasan dia karena dia malu jika nanti bertemu dengan temannya.
Padahal sedikit sekali pemuda yang seumuran dia. Banyak yang seumuran dengan aku, bahkan lebih tua. Ada banyak juga pemuda-pemudi gerejaku yang datang. Sekitar 10 orang, tak ku sangka. Kami sampai di sana pukul 17.30 dan pulang pukul 21.30. Tapi hanya berselang 20 menit kami masuk, Beno dan Yuda mengajak keluar. Buat malu saja mereka. Baru saja masuk sudah mengajak keluar. Yang lain pada tertawa melihat kami. Pasti mereka yang tertawa, mengira kami ini tiga pria pecundang. Atau jangan-jangan mereka mengganggap kami ini pria-pria homo (gay). Padahal tidak. Kami keluar hanya karena disuruh duduk membaur dengan lawan jenis. Jangan duduk sama teman sendiri.

duduk sendiri


Sebenarnya Beno dan Yuda mengajak pulang, tapi karena Kakakku masih di dalam, kami di luar menunggu Kakakku. Mana kedinginan, suntuk, dan banyak nyamuk. Oh tidak, menyebalkan. Aku sedikit kesal sama Beno dan Yuda. Gara-gara mereka mau keluar, aku jadi keluar juga. Kami bertiga mengobrol di luar gereja. Memang hukum karma itu ada. Dahulu aku membuat Beno dan Yuda kesal. Dahulu saat Yuda mengajakku ke ibadah di gereja temannya Yuda. Aku mengajak Yuda keluar, tak sampai selesai acara. Sangat memalukan. Lalu Beno juga pernah mengajak aku untuk pergi ke ibadah di gerejanya cucu dari mantan bos Beno. Tapi karena berbeda aliran, dan ada prosesi yang aku tidak setuju. Aku mengajak Beno untuk keluar. Untuk membuang rasa suntuk, kami berfoto di depan gereja. Ada pohon natal yang terbuat dari anyaman kumpulan botol air mineral. Lumayan tinggi, lebih dari 5 meter. Saat kami bertiga berfoto di depan gereja. Kami bertemu Pina bersama teman-temannya. Lalu Pina meminta tolong aku untuk foto mereka menggunakan handphone dia. Eh tanganku gemetaran. Kawan Pina saja tahu kalau aku gemetaran saat pegang handphone aku. Malu sekali aku, mereka tertawa termasuk Beno dan Yuda. Kenapa aku bisa takut ya (nervous)? Padahal aku sudah lama mengenal Pina, sejak kami masih SMA. Dia masih sama seperti dulu gendut dan ceria. Saat dia mau masuk, dia bertanya ke aku, kalau aku kerja di mana. Lalu aku jawab dengan rasa malu, jika aku masih mencari alias mengganggur. Haha. Kenapa setiap bertemu dia, dia selalu bertanya apakah aku sudah bekerja. Memang dia orangnya baik, sering memotivasi aku. Tapi mau bagaimana lagi, susah sekarang mencari pekerjaan. Apalagi aku orangnya keras kepala, tak suka diatur dan suka suntuk.

Aku sedih dan iri melihat keramaian. Sampai saat ini aku masih jomblo. Melihat mereka mengikuti acara kontak jodoh. Dan ada yang dapat jodoh di acara itu. Salah satunya ya Kakakku. Kakakku mendapatkan pasangan, sedangkan aku tidak. Sedih, sedikit iri. Kakak mendapatkan pasangan, pria yang berumur 33 tahun, sedangkan Kakakku berumur 30 tahun di tanggal 8 Januari 2015 nanti. Berarti umur mereka tak berbeda jauh, dan pas lah pria lebih tua dari wanita. Pria itu juga berkata bila dia ingin hubungan yang serius. Kakak pulang membawa bunga dan cerita. Sekuntum bunga dari sang pria. Lalu Kakakku menceritakan kisah di sana ke Mamaku. Mama dan Bapak juga ikut senang. Meskipun itu mungkin hanyalah iseng-iseng saja. Yang penting Kakakku sudah berusaha, selebihnya serahkan kepada Tuhan. Tuhan lebih tahu apa yang terbaik buat kita. Pendeta berkata jika sebenarnya pemuda-pemudi memiliki harapan yang sama. Berharap mendapat pasangan. Sama-sama mau, tapi sama-sama malu. Makanya gereja memfasilitasi sebuah acara kontak jodoh. Agar pemuda-pemudi bisa saling mengenal satu sama lain. Mungkin saat ini aku tidak beruntung, tapi mungkin lain kali, entah itu di tahun depan, atau tahun depannya lagi bisa mengikuti acara kontak jodoh hinga mendapatkan jodoh.

2 comments:

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.