<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Dimana Dirimu "S" ?

Saturday, January 30, 2016

Dimana Dirimu "S" ?

Dimana dirimu "S". Desember dan Januari. Dua bulan yang ku anggap penting selain bulan April. Kenapa? Karena di bulan Desember, tepatnya 28 Desember 2007 pertama kalinya aku berjumpa denganmu. Dan bulan Januari, tepatnya setiap 30 Januari, adalah hari ulang tahunmu.

Aku berani bersumpah, tak ada ku buat pengingat di handphone untuk mengingat ke dua tanggal itu. Setiap tahunnya, teringat dengan sendirinya.

karena aku merindu mu

Dan hari ini adalah hari lahir mu. Biasanya aku hanya sekedar menuliskan ucapan happy birthday pada mu. Ataupun kerinduanku pada mu. Tapi kali ini beda. Aku ingin sedikit menceritakan sedikit kisah. Saat aku mencari lokasi sebuah taman hiburan yang lumayan baru, yang tak terlalu jauh dari rumahmu. Masuk dari lorong Acai. Saat itu aku melewati rumah bibimu. Aku melihat rumah bibimu kosong seperti tidak dihuni. Apa benar bibimu tidak tinggal di sana lagi? Lalu dimanakah dirimu saat ini? Saat aku lewat dan melihat pekarangan rumah bibimu. Aku teringat saat dulu aku parkirkan motorku bersama teman-temanku yang juga temanmu. Karena kau tahu sendiri, aku orangnya penakut. Aku tak berani datang sendirian bertemu denganmu di rumah bibimu. Saat aku melihat rumah temanmu, yang tak jauh dari rumah bibimu. Aku teringat saat kita bercerita di sana. Saat aku melihat pintu rumah bibimu, aku teringat saat dulu aku memasukinya. Saat aku melihat rumput pekarangan rumah bibimu, aku teringat saat kita duduk-duduk di atasnya sambil memandangi bintang.

Tapi sayangnya, itu hanyalah cerita masa lalu. Telah terkubur bersama waktu. Andai aku bisa memutar kembali waktu. Aku ingin merubah kisah masa laluku. Seharusnya aku tak menembakmu. Seharusnya aku hanya menjadikanmu sahabat saja. Agar aku bisa selamanya bertanya tentang kabarmu. Pasti saat ini aku tak kehilangan jejakmu.

Aku teringat saat memberikan kado sebuah boneka beruang berwarna pink. Rumah bibimu akan menjadi saksi bisu di mana aku dulu mengenal mu. Berusaha mendekati mu, meskipun ternyata kau memilih menjauh. Sakit memang, tapi itu takdir yang harus ku hadapi. Teriris pilu. Dulu biasanya motormu yang warna biru terparkir di pekarangan rumah bibimu. Motor yang biasa kau pakai. Aku juga masih teringat saat dulu aku mengantarmu pulang. Kita hampir saja tabrakan dengan motor orang lain. Untung saja hanya menyenggol sedikit. Jika saja tabrakan parah, mungkin kau tidak manis lagi. Mungkin aku akan menyesalinya. Untung saja waktu itu Tuhan masih melindungi kita berdua.

Dan juga di tanggal 16-01-2016. Siang aku dan Adikku, kebetulan lewat di depan GOR. Awalnya aku ingin foto salah satu pintu GOR, tempat awal perjumpaan aku dan kau. Tapi sayangnya tangga menuju lantai atas GOR sudah dipasang terali dan digembok. Aku tak tahu itu sejak kapan. Mungkin aku tidak boleh melakukan itu. Terpaksa aku harus menunggu hingga ada acara di GOR, hingga teralinya dibuka, dan aku bisa masuk dan foto. Tapi kapan? Sedangkan ulang tahun mu sebentar lagi. 14 hari lagi, apa masih sempat? Entahlah, hanya bisa berserah. Meskipun tak sempat, setidaknya aku masih bisa foto dari luar lantai bawah.

Apa kau tahu, jika aku berdoa biasanya hanya beberapa detik saja. Kebanyakan saat makan, aku hanya berdoa, "Tuhan berkati makanan ini, amin." Saat mau tidur aku berdoa, "Tuhan lindungi aku dalam tidurku, amin." Mungkin aku sudah lupa cara berdoa. Atau mungkin, aku sudah bosan berdoa. Sehinga aku tidak peduli lagi apa yang ku ucapkan dalam doaku. Aku tidak punya niat lagi untuk menyusun kata-kata indah. Atau jangan-jangan aku sudah tak punya lagi harapan yang ku pinta kepada Tuhan. Satu-satunya permintaanku, yang sejak dulu hingga saat ini, belum Tuhan kabulkan, adalah pasangan. Lagi dan lagi. Apa pasangan adalah hal tersulit yang aku pinta. Sehingga Tuhan masih menundanya, entah hingga sampai kapan? Mengapa ya kisah ini terjadi padaku? Apa tidak bisa terjadi pada orang lain? Kenapa musti aku yang mengalaminya?

Tiap hari aku hanya menghitung, sudah berapa banyak hari yang telah berlalu? Tak ada perubahan, belum ada hasil yang bisa ku capai. Akankah hari-hari selanjutnya ku biarkan tetap berlalu sia-sia?

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.