<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Pengalaman Harga Biaya Membersihkan Karang Gigi

Saturday, January 16, 2016

Pengalaman Harga Biaya Membersihkan Karang Gigi

Bredmart akan cerita tentang pengalaman harga biaya membersihkan karang gigi. Tanggal 15 Januari 2015, jam 10 pagi. Aku ditemani Mamaku, kami ke sebuah politeknik kesehatan di kotaku. Aku sudah sejak lama ingin membersihkan karang gigiku.

Plak atau karang gigi merupakan sisa makanan yang menempel pada gigi dan sulit dibersihkan dengan sikat gigi. Sudah sejak kecil mulutku bau sekali. Padahal sudah sejak kecil aku sudah membersihkan karang gigi menggunakan pinset untuk jepit bulu ketiak para wanita. Kakakku punya pinset, itulah yang ku gunakan untuk mencongkel karang gigiku. Tapi tidak semua bisa dibersihkan, bagian belakang gigi sulit dijangkau. Barulah di hari ini aku memutuskan untuk membersihkan karang gigi ke dokter gigi.

karang gigi


Di sana ada sekitar 5 pasien selain aku. Seperti biasa menunggu antrian. Suntuk dan mengantuk. Tadi ada pasien wanita muda, dia sendirian. Aku berkata dalam hati, "Mungkin wanita muda itu menganggap aku ini pria pecundang yang penakut. Masa ke dokter gigi saja, ditemani ibu, haha."
Tadi itu aku sekalian menemani Mamaku ke sebuah tempat, pulangnya baru kami singgah ke politeknik kesehatan.

Untung saja di ruang tunggu ada sebuah televisi, meskipun kecil. Jadi bisa menonton sembari menunggu. Saat namaku dipanggil, aku disuruh masuk ke ruang praktek. Hanya ada satu bapak dokter. Pertama aku disuruh kumur-kumur sebelum dimulai.
"Baru pertama kali membersihkan karang gigi ya, ini banyak sekali karangnya?" Tanya dokter sambil mempersiapkan peralatan.
"Iya dok, baru pertama," saut ku.
Lalu dia mendekatkan sebuah alat bor ke dalam mulutku, dan mulai membersihkan karang gigiku.
"Wow sakit juga ternyata, ngilu gigiku," ujarku dalam hati.
Tapi aku hanya bisa menahan rasa sakit, sambil menggenggam kedua tanganku. Setiap beberapa menit, pak dokter menyuruhku kumur-kumur membuang darah dalam mulutku akibat gigi dibor.
"Wuidih, banyak amat darahnya," kata ku dalam hati.
Pak dokter berkata-kata tentang gigiku, tapi karena rasa takutku, aku tak memperhatikan perkataanya. Aku hanya bisa memejam mata, menahan rasa takut dan rasa sakit. Mungkin bila kalian sudah pernah membersihkan karang gigi. Pasti kalian menganggap aku ini lebay, "Itu saja kok sakit." Tapi itulah aku, pria penakut. Penakut kok bangga.

Sekitar 30 menit, selesai juga gigiku dibersihkan. Aku balik ke ruang kasir dan membayar. Harganya juga tak terlalu mahal hanya Rp 97 ribu. Selain di politeknik kesehatan bisa juga di Rumah sakit, Puskesmas, ataupun ke dokter praktek dengan biaya yang mungkin lebih mahal.

Sesampainya di rumah aku kumur-kumur menggunakan air garam. Dengan tujuan untuk mengurangi pendarahan gusi. Setelah beberapa menit, kemudian aku mengosok gigi pakai pasta gigi tentunya. Soalnya di celah-celah gigi dan gusi banyak sisa bercak darah.

Semoga saja mulai saat ini nafasku tidak terlalu bau lagi. Agar sedikit berkurang. Biar jangan malu berbincang-bincang dengan orang lain. Apalagi sebelumnya Adikku sering sekali menyindir mulutku yang bau sekali. Soalnya sudah 5 bulan yang lalu dia sudah membersihkan karang giginya di tempat dokter praktek.

Memang setelah dibersihkan, gigiku jadi terlihat lebih bersih dan bau mulut berkurang. Meskipun gigi ngilu nyut-nyut, kepala pening, mata agak berkurang-kunang. Mungkin efek banyak darah yang keluar dari gusiku. Memang gusiku suka berdarah. Bahkan di pagi hari saat bangun tidur, saat aku meludah, telihat air liur berwarna merah darah. Sakit apa ya aku?

Efek lainnya aku jadi sering lapar, ingin makan nasi, tak lama kemudian makan kue tawar diolesi susu cair rasa coklat. Yummy. Hari itu aku makan nasi 6 kali. Wow.

Dokter juga menyarankan aku untuk mencabut gigi.
"Tunggul gigi harus dicabut, tidak hanya karang gigi yang membuat bau mulut," ujar dokter. Dan memang terdapat tunggul gigi di kiri dan kanan mulutku. Memang sudah sejak sekolah tunggul gigiku ini tidak dicabut. Karena aku paling takut cabut gigi dan melihat suntikan. Jadi bertahun-tahun aku biarkan tunggul gigi di dalam mulutku. Aduh, dasar pria penakut. Hehe.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.