<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Periksa Darah Asam Urat

Thursday, January 14, 2016

Periksa Darah Asam Urat

Cerita tentang periksa / cek darah asam urat. Tanggal 14 Januari 2016, jam 8 pagi. Aku pergi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) yang tidak terlalu jauh dari rumahku. Dengan menggunakan jaket berwarna hitam dan sendal jepit aku ke sana. 

Sesampainya aku di sana, aku mengantri cukup lama. Penuh sesak dengan ibu-ibu yang membawa berobat anaknya. Lalu aku masuk ke ruang dokter. Di dalam ruangan ada 4 perawat dan 2 dokter, mereka semua adalah ibu-ibu. Akhirnya tibalah giliranku, diperiksa oleh seorang ibu dokter.

"Sakit apa?" Tanya bu dokter kepadaku sambil memberi senyum sapa. 
Langsung ku jawab, "Pergelangan tangan keseleo atau salah urat bu."
"Sudah berapa lama?"
"Hampir dua bulan."
"Kenapa bisa keseleo?"
Aku jelaskan panjang lebar, "Waktu itu aku ingin membuka pintu rumahku, tapi ternyata terkunci dari dalam, sejak saat itu tanganku terasa nyeri."
"Apa sebelumnya pernah keseleo?"
"Tidak pernah bu, sudah 5 kali diurut tapi belum juga sembuh" jawabku.
"Coba kamu pergi ke ruang laboratorium, tes darah, mana tahu asam urat," suruh bu dokter.
Dalam hati aku berkata, "Aduh, apa mungkin aku yang masih muda ini, 25 tahun, sudah mengidap penyakit asam urat, yang biasanya penyakit orangtua?"
Muncullah rasa takut, jangan-jangan aku sudah tua. 


tes darah


Dari ruang dokter di lantai bawah, aku menaiki tangga menuju ruang laboratorium di lantai atas. Sudah menunggu seorang ibu perawat. 
"Silahkan duduk, apa yang mau diperiksa?"
"Mau periksa asam urat," 
"Asam urat?" Ucap ibu perawat dengan raut wajah penuh tanda tanya. 
Dengan sedikit rasa kesal dan juga bingung aku menjawab, "Ya, asam urat."
Kemudian ibu itu mengambil sebuah alat ukur asam urat. Dan sebuah jarum yang ia tusuk ke jari tengah tangan kiri ku. Keluarlah beberapa tetes darah dan ia tempelkan di alat itu.

 Tak berselang lama, ia menulis sesuatu di sebuah kertas. Lalu ia berikan padaku, agar kertas itu aku serahkan ke ibu dokter yang tadi memeriksa ku. Sambil berjalan aku membaca, tertulis 4,3. Awalnya aku tak mengerti dengan kedua angka itu. Setelah dibaca oleh ibu dokter. Dia berkata, "Asam urat ku normal." 
"Syukurlah," kataku dalam hati. Padahal tadi aku sudah ketakutan. 
"Kamu selama ini diurut, belum ada minum obat, jadi sekarang minum obat saja dulu, nanti setelah dua kali berobat, nanti kita rujuk ke rumah sakit," beber ibu dokter. 

Dalam hati aku bergumam, "Aduh aku paling malas minum obat, tidak ada cara lain apa?"
Lalu aku memberanikan bertanya, "Kalau saya pergi ke tempat massage boleh tidak bu?"
"Oh boleh, bisa." 
"Ada pernah keluarga saya keseleo juga, tiga bulan baru hilang nyerinya," kata bu dokter.
"Aku sudah hampir dua bulan, berarti harus menunggu satu bulan lagi, Oh, No," ujarku dalam hati.
"Jangan lupa minum obatnya ya."
"Iya bu, terimakasih," kataku sambil berjalan menuju ruang pengambilan obat. 

Setelah aku mengambil obat, aku pulang ke rumah. Tapi obatnya tidak aku minum. Soalnya dari dulu aku paling malas minum obat. 

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.