<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Apa Arti dan Manfaat Doa

Sunday, February 21, 2016

Apa Arti dan Manfaat Doa

Ada banyak pertanyaan tentang doa.
1. Apa arti doa? 2. Mengapa semua manusia harus berdoa? 3. Apa manfaat atau keuntungan dari berdoa? 4. Apakah berdoa harus diucapkan dengan kata-kata yang detil atau terperinci atau lengkap atau panjang lebar? 5. Mengapa kita berdoa di rumah ibadat? 6. Bolehkah kita berdoa dalam hati (tanpa terucap kata-kata)?

Mari kita telaah satu persatu.


Pertanyaan ke-1: Apa arti doa?
Jawaban: Doa adalah komunikasi antara umat (ciptaan) dengan Tuhannya (pencipta).

manfaat doa



Pertanyaan ke-2: Mengapa semua manusia harus berdoa?
Jawaban: Berdoalah jika ingin selalu bersama Tuhan. Karena ada tertulis di Yesaya 55:6 "Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!"

Pertanyaan ke-3: Apa manfaat atau keuntungan dari berdoa?
Jawaban: Dari kecil kita sudah diajarkan caranya berdoa oleh kedua orangtua kita. Kita ambil satu contoh, yakni doa sebelum makan. Menurut kalian, apa fungsi/guna/manfaat dari berdoa saat mau makan? Mengapa manusia harus berdoa sebelum makan?
Jika seandainya kita berkunjung ke rumah seseorang. Dan kita disuguhkan secangkir minuman. Dan ternyata minuman tersebut telah dijampi-jampi atau diguna-guna dari dukun. Lalu pertanyaannya,apakah dengan berdoa dapat dipastikan jampi-jampi atau guna-guna akan hilang? Dalam arti tak mempan. Anggaplah saja hal itu berhasil, tak mempan. Lalu bagaimana jika seandainya jampi-jampi atau guna-guna diganti dengan racun sianida. Kita anggap saja kopi dengan cita rasa sianida. Apakah dengan berdoa, racun sianida akan hilang? Jika jawabannya tidak, lalu apa gunanya berdoa sebelum makan?

Contoh lainnya, doa sebelum tidur. Terkadang ada doa dengan harapan tidak mimpi buruk. Timbul satu pertanyaan. Apa benar jika ada manusia yang tak pernah lupa berdoa, dipastikan selama hidupnya dia tidak pernah mimpi buruk? Jika jawabannya tidak, lalu apa gunanya manusia berdoa.

Dulu saat aku masih kecil, ada pemikiran bila doa itu adalah permintaan.

Karena ada tertulis di Matius 7:7 yaitu "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." Dan kita lanjutkan ke ayat berikutnya Matius 7:8 yaitu "Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan."

Sekilas saat membaca ayat itu, aku menyangka apapun yang aku pinta pasti akan aku terima (dikabulkan). Ternyata anggapanku itu tidak benar.

Aku harus lanjut membaca hingga Matius 7:11 yaitu "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang ada di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Tuhan tetap memilah/memilih mana permintaan yang baik untuk dikabulkan dan mana yang tidak. Karena tidak semua permohonan kita baik di mata Tuhan.

Pertanyaan ke-4: Apakah berdoa harus diucapkan dengan kata-kata yang detil atau terperinci atau lengkap atau panjang lebar?
Jawaban: Mamaku punya prinsip tak ingin berdoa bertele-tele. Karena Tuhan pasti tahu segala hal. Berbanding terbalik dengan Kakakku dan beberapa orang-orang yang lain, yang berpikir jika berdoa itu harus detil/teperinci. Jadi timbul pertanyaan dalam pikiranku. Siapa yang benar dan siapa yang salah? Benarkah Mamaku, atau Kakakku lah yang benar? Kalau menurut pendapat pribadiku, prinsip Mama yang benar. Karena aku juga tipe orang yang tidak suka melihat orang yang suka bertele-tele. Aku suka "to the point". Langsung pada inti.

Sama seperti ayat yang tadi, Matius 7:11 yaitu "Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang ada di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Orangtua (manusia) saja sering tahu apa yang dibutuhkan anaknya (manusia juga). Sebelum anak mengucapkan permintaan kepada orangtuanya. Apalagi Tuhan yang menciptakan manusia, Tuhan yang maha tahu.

Ada satu ayat lain, Matius 6:7 "Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata dalam doanya akan dikabulkan."

Jadi bukan karena doa panjang lebar/detil, maka dikabulkan Tuhan.

Lanjut ke ayat berikutnya, Matius 6:8 "Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya."

Yang terpenting adalah ketulusan bukan panjangnya doa.

Pertanyaan ke-5: Mengapa kita berdoa di rumah ibadat?
Jawaban: Aku juga bingung.
Sedangkan tertulis Matius 6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Pertanyaan ke-6: Bolehkah kita berdoa dalam hati (tanpa terucap kata-kata)?
Jawaban: Belum aku cari tahu, hehe. Silahkan tanya ke yang ahlinya saja.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.