<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Berbohong Demi Sahabat

Tuesday, February 16, 2016

Berbohong Demi Sahabat

Pernah tidak kalian rela berbohong demi sahabat kalian? Kalau Bredmart sudah pernah. Ini dia ceritanya:
Bredmart punya sahabat, namanya Beno, tapi sekarang aku jauhi. Karena sesuatu hal yang sepertinya tidak perlu aku jelaskan.
Ayo kita lanjutkan ceritanya.



Dia meminta tolong jika nanti ada pegawai sebuah bank menelepon aku. Kita sebut saja bank X. Agar aku berkata bila kami sepupuan. Padahal sebenarnya kami tidak sepupuan. Hanya sekedar persahabatan, meskipun sudah dianggap seperti keluarga. Berbohong demi sahabat. Apakah itu diperbolehkan ya? Tapi sepertinya tetap saja dosa. Karena ada tertulis, lebih atau kurang itu berasal dari yang jahat.Tapi mau bagaimana lagi. Sahabatku itu sudah meminta tolong. Mau ditolak nanti dia ngambek/merajuk. Beno sempat menjelaskan maksud dari kebohongan itu.
"Aku mau mengurus kartu kredit", ujar Beno saat menelepon aku.
bohong

Bank X menelepon aku dua kali. Kali pertama tak sempat aku angkat. Dan kali kedua baru aku angkat. Pertama di hari Jumat sore di tanggal 12 Februari 2016 saat aku sedang bersama Mamaku pulang dari sebuah tempat. Di tengah perjalanan (di jalan lintas), ponselku berdering. Saat mau aku angkat, eh sudah dimatikan mereka. Aku melihat ada nomor telepon, setahu aku kode areanya dari Jakarta. Mungkin itu dari kantor pusat bank X. Lalu sesampainya di rumah aku telepon balik, tapi tidak bisa. Awalnya aku menyangka nomor itu dari sebuah perusahaan. Mungkin aku disuruh untuk mengikuti wawancara/interview. Eh ternyata bukan, ah meleset. Karena bulan-bulan ini cukup banyak lamaran yang sudah aku antarkan ke perusahaan-perusahaan. Baru di hari Senin 15 Februari 2016, nomor yang sama menelepon aku lagi.
"Halo", sapaku.
"Ini dengan pak Bredmart?" kata seseorang bersuara wanita.
"Iya benar."
"Saya dari bank X, mau mengkonfirmasi. Apa benar Beno merupakan sepupu bapak?" Tanya wanita itu.
"Iya benar, tapi sepupu jauh."
Mungkin ada sekitar 10 menit petugas bank itu interogerasi aku. Dia bertanya alamat aku, nomor ponsel Beno, dll. Dan di sore harinya, kebetulan Beno mengirim SMS ke aku. Dia bertanya apakah sudah ada petugas bank menelepon aku. Lalu aku balas, sudah.

Di satu sisi aku takut dosa, di sisi lainnya aku harus membantu kawan. Maafkan dosaku ini ya Tuhan. Bukan salah aku, tapi salah Beno. Hehehe. (Ngeles).

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.