<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Mengapa Tuhan Menciptakan Rasa Kangen?

Thursday, February 4, 2016

Mengapa Tuhan Menciptakan Rasa Kangen?

Mengapa ya Tuhan menciptakan rasa kangen? Padahal kangen itu terkadang sesuatu yang menyakitkan. Apa Tuhan tidak tahu betapa gusarnya menjalani hidup merindukan seseorang? Terlebih lagi seseorang yang tak pernah ditemui bertahun-tahun sudah.
Penantian panjang yang tak berujung. Bagaimana jika seandainya dia telah tiada. Betapa bodohnya menanti pertemuan dengan orang yang telah meninggal. Tak ada yang memberi tahu. Tak ada yang menyadarkan aku agar terbangun dari mimpi harapan kosong. Tapi aku percaya, dia masih hidup. Hanya saja dia ada di tempat yang tak ku ketahui.

rasa rindu menyiksa

Tuhan, apa tidak bisa Engkau membisikkan pada ku di mana dia sekarang? Bagaimana keadaannya? Padahal tak banyak yang ku pinta. Cukup hanya mengajukan pertanyaan, bukan mengajukan permintaan. Dia masih hidup, bukan? Apa dia sudah menikah dan punya anak?

Kenapa Tuhan menitipkan otak di tubuh manusia? Bukankah jika tidak, manusia tidak perlu bersusah payah melupakan masa lalunya. Mengapa ada kata "kenangan" ? Entah itu kenangan manis ataupun kenangan pahit. Apa ada ayat-ayat di kitab suci yang tertulis cara-cara untuk menghapus kisah masa lalu di ingatan?

Jadi.
Salah ya jika aku masih mengingatnya hingga saat ini? Aku tidak bermaksud membenarkan diri ku sendiri dan menyalahkan Tuhan. Tapi wajar dirinya masih ada dalam benakku. Karena Tuhan belum memberikan penggantinya kepada ku. Orang yang bisa aku ingat itu tidak ada. Jadi wajar saja aku terus seperti ini, wajar aku masih mengingatnya. Belum ada Tuhan pertemukan wanita lain yang bisa ku sayangi. Jadi wajar saja, jika hingga detik ini, aku masih menyayanginya. Mungkin ada sebagian kecil dari kalian yang bertanya. Mengapa aku hanya menulis "menyayanginya" mengapa bukan "mencintainya". Karena aku juga binggung. Aku hanya sebatas (menyukainya), atau lebih (mencintainya). Bukankah mencintai itu karena kebersamaan yang cukup lama? Bukankah mencintai itu setelah terjalinnya hubungan berpacaran?

Entah lah, aku juga tak tahu pasti. Yang ku tahu aku menyayanginya. Jika ditanya apa alasan ku menyayanginya, aku tak punya alasan. Yang ku tahu dia punya senyum manis dan kepribadian yang sederhana. Hanya itu. Jika ditanya, apa kata-kata yang pernah ia ucapkan kepada ku, yang masih ku ingat. Ku jawab hanya ada 1 kalimat. "Tunggu dulu di sini ya, aku hanya sebentar kok." Mungkin bagi kalian kalimat itu tidak punya arti apa-apa. Tapi bagi ku, satu kalimat itu sangat berarti. Aku tidak ingin menjelaskannya. Cukup aku saja yang tahu. Hanya satu kalimat itu yang bisa ku ingat darinya. Dan akan selalu ku ingat, hingga diri ini dijemput makhluk bersayap.

2 comments:

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.