<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Menukar Uang Rusak di Bank Indonesia

Wednesday, February 17, 2016

Menukar Uang Rusak di Bank Indonesia

Bredmart punya kisah pengalaman menukar uang rusak atau koyak atau robek atau sobek di kantor cabang Bank Indonesia di kotaku. Kalau kalian penasaran, ini ceritanya:

Paling menyebalkan bila mendapat uang rusak dari orang lain. Dan lebih menyebalkan lagi bila kita tidak bisa menukar uang rusak itu ke orang yang lain. Terpaksa kita harus menukar uang yang koyak itu ke Bank, lebih tepatnya Bank Indonesia.

uang rusak

Awalnya Bapakku memberikan sekertas uang Rp. 100 ribu yang sudah terkoyak/robek. Bingung mau tukar kemana. Mau beli sesuatu di toko atau membayar ongkos angkot. Aku tak tega, soalnya aku berpikir tak enak rasanya dijahati. Meskipun Bapakku sudah dijahati (teman Bapakku yang memberi uang koyak ke Bapakku). Tapi kami tak mau balas dendam ke orang lain.

Lalu Adikku yang kebetulan mau ke salah satu bank. Dia membawa uang itu dan bertanya kepada petugas bank.
"Bisa tukar uang sobek, tidak?" tanya Adikku sambil menunjukkan uang yang sobek.
"Tidak bisa, ke Bank Indonesia saja." Kata petugas bank sambil mengembalikan uang robek itu ke Adikku.

Beberapa hari kemudian aku memberanikan diri ke Bank Indonesia cabang Jambi. Di tanggal 17 Februari 2016, bersama salah satu temanku, Santo. Sebelumnya kami berdua mengantarkan surat lamaran kerja ke sebuah perusahaan sawit yang tak terlalu jauh. Baru setelah itu kami pergi ke kantor cabang Bank Indonesia di kotaku.

Saat memasuki ruangan bank, aku sedikit nervous. Soalnya ini pertama kalinya aku ke sini. Aku melihat beberapa polisi dan satpam yang melakukan penjagaan.
"Permisi pak, saya mau menukar uang rusak," sapa ku.
"Silahkan ke lantai atas," sahut seorang satpam sambil mengantarkan kami ke lantai atas.

Lalu aku mengambil nomor antrian, nomor antrianku A-036. Dan seperti biasanya, menunggu antrian. Huft... Ada lumayan banyak orang yang juga menunggu antrian, mungkin ada sekitar 15 orang.
Aku melihat ada beberapa pria yang membawa beberapa bungkusan uang dari lantai bawah ke lantai atas. Aku tak tahu apa mereka petugas bank atau bukan. Mereka dengan santainya membawa uang sebanyak itu.
"Wow, banyak sekali uang itu," pikirku.
Kalau aku merasa wow melihat uang-uang yang banyak itu, padahal mereka merasa sudah biasa melihat uang sebanyak itu.

Setelah sekitar satu jam lamanya aku dan Santo duduk menunggu. Akhirnya giliranku tiba. Selembar uangku yang berjumlah Rp 100 ribu ditukar dengan 10 lembar Rp 10 ribu. Uangnya baru dan masih harum. Ternyata mudah juga menukar uang rusak.

2 comments:

  1. Wow, kuk antrinya lama juga ya gan ampek 1 jam. Btw pengalamannya sangat berguna sekali. Kadang aku juga sering dapat uang rusak dari penjual maupun kasir saat bertransaksi. Trus kadang ada perasaan gak enak kalau mau ngasih uang itu ke orang lain. Biasanya tak plester sendiri ma isolasi transparan bila mendapati uangnya dalam keadaan robek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kemarin ramai, jadi lama menunggunya bro...

      Delete

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.