<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Surat Lamaran Kerja Tidak Diterima Perusahaan

Thursday, February 11, 2016

Surat Lamaran Kerja Tidak Diterima Perusahaan

Bredmart merasa galau, surat lamaran kerja yang telah dikirim tidak diterima perusahaan. Padahal sudah banyak biaya yang sudah dikeluarkan. Berikut ceritanya:


Di tanggal 8 Februari 2016. Mamaku cerita, kata adik sepupu perempuanku, Eteng: "Surat lamaran aku sudah dikasih Paman Obin ke sebuah perusahaan di Pahae (sebuah daerah di Provinsi Sumatera Utara), kita sebut saja perusahaan X. Paman Obin merupakan petugas keamanan (satpam) di perusahaan X. Dan masih keluarga jauh dengan aku. Tapi kata orang perusahaan X, "Orangnya di mana, mengapa lamarannya ada tapi orangnya tidak ada?"
mencari kerja

Ya sudah lah mungkin belum rezeki. Mungkin Tuhan tidak mengizinkan aku kerja di Pahae. Sedih sih mendengar kabar itu, tapi aku malah senang. Agar aku tak perlu balas budi. Karena memang dari awal aku tidak ingin bergantung (dimasukkan kerja) oleh orang lain. Setidaknya hari ini aku masih memegang teguh prinsip aku. Meskipun hampir saja aku menjilat ludahku sendiri.

Mungkin Tuhan merencanakan aku kerja di Jambi saja. Atau jangan-jangan aku ditakdirkan untuk tetap menganggur. Entah lah. Tapi jauh di dalam lubuk hatiku. Aku masih percaya suatu saat nanti aku akan kerja. Kapan dan di mana, hanya Tuhan lah yang tahu. Aku hanya bisa berusaha, berdoa dan pasrah.

Padahal sudah berapa biaya yang aku keluarkan untuk mengirimkan surat lamaran kerja ke paman Obin. Aku kirim surat lamaran kerjaku ke paman Obin, melalui PT. POS Indonesia. Yang aku kirim di tanggal 27 Januari 2016. Jenis kiriman: surat kilat khusus dengan harga Rp. 26.330. Ditambah lima pas foto, jika 1 pas foto ukuran 4×6 cm seharga Rp. 1500. Maka 5 pas foto seharga Rp. 7.500. Belum lagi kertas double folio surat lamaran, kertas daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang sudah dilegalisir, fotokopi sertifikat komputer, fotokopi kartu tanda bukti pendaftaran pencari kerja (kartu kuning), fotokopi surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), belum lagi surat pengalaman kerja di perusahaan sebelumnya dan materai Rp6 ribu. Dan tak lupa amplop coklat. Kalau dihitung-hitung semua biaya antara Rp 35.000 - Rp 45.000. Wow. Memang semuanya butuh pengorbanan, tapi sampai kapan aku harus berkorban tanpa hasil?

Mama Eteng berkata kepada Mamaku: "Jangan dulu kami terburu-buru beli tanah di Jambi, mana tahu aku kerja di Pahae, biar kami buat rumah di Pahae saja, atau buat kost-kostan. Percayalah kali ini."

Aku memang percaya jika setan itu ada. Entah itu wujud yang sama dengan yang namanya iblis. Tapi aku berusaha untuk tidak mempercayai yang namanya ramalan (salah satunya dari dukun). Karena aku percaya kuasa Tuhan lebih besar dari kuasa iblis. Dan aku juga percaya manusia diberikan kebebasan untuk memilih jalan hidup yang tersedia banyak.

Tapi saat ini ramalan mama Eteng tidak terbukti. Atau mungkin belum terbukti. Surat lamaranku tidak diterima perusahaan X. Memang tidak tertutup kemungkinan, ramalannya terwujud di masa depan. Entah itu di bulan atau mungkin di tahun depan. Aku tidak terlalu percaya jika aku kerja di Pahae. Tapi aku percaya aku akan merantau, tapi belum tahu akan ke mana. Meninggalkan kota tercinta untuk menggapai impian tercinta.


Update. Tanggal 11 Februari 2016
Siang saat aku menelepon bibi Rini (istri paman Obin). Ternyata surat lamaran aku sudah diterima perusahaan X. Tinggal menunggu kabar saja dari perusahaan, diundang untuk wawancara atau tidak. Semoga saja aku jadi kerja di sana. Biar tak malu terus-menerus aku diejek pengangguran sejati. Amin.



2 comments:

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.