<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Hampir Kerja Kolektor Leasing Mobil

Thursday, March 31, 2016

Hampir Kerja Kolektor Leasing Mobil

Kali ini Bredmart akan sharing, pengalaman hampir diterima kerja sebagai kolektor di salah satu perusahaan leasing mobil. Leasing adalah sewa guna usaha atau bisa juga pembiayaan.

Awalnya Bredmart malas mau menceritakan ini (malu). Tapi diri ini berusaha meyakinkan bahwa tidak ada pengalaman yang memalukan. Suka-duka pasti ada selama menjalani perjalanan hidup. Kita mulai saja ya ceritanya.

Semua bermula di Tanggal 11 Maret 2016, saat aku diajak temanku bernama Santo, kami mengantar surat lamaran kerja ke perusahaan leasing kita sebut saja perusahaan XXX. Dan tak disangka, sore di hari yang sama, aku ditelepon perusahaan tersebut. Mereka menyuruh aku agar besok pagi mengikuti tes IQ.

Tanggal 12 Maret 2016. Pagi pukul 8.30 aku sudah sampai di perusahaan XXX. Mau tes IQ. Saat mau berangkat, di rumahku masih turun hujan. Dan aku tetap pergi naik motor pakai jas hujan. Aku sengaja telah tiba pukul 08.20 padahal tesnya baru dimulai pukul 09.30. Sengaja, biar menjadi penilaian, dan kebetulan tadi si pewawancara melihat aku di ruang lobi yang sedang sabar menunggu. Untung ada TV, biar aku tidak suntuk. Aku melihat beberapa konsumen perusahaan, datang dan melakukan pembayaran angsuran mobil mereka. Hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit saja, proses sudah selesai. Cukup cepat juga.

Tes IQ kira-kira 3 jam lamanya. Ada tes padanan kata, sinonim-anonim, statistik dll.

kolektor leasing


Tanggal 15 Maret 2016 sore perusahaan XXX telpon aku agar besok ikut wawancara. Berarti aku lulus tes IQ.

"Tes IQ, pejam mata saja," kataku dalam hati. Haha, sombong. Bukan, tapi hanya sok pintar saja. Wkkkwkk.

Tanggal 16 Maret 2016. Aku mau mengikuti tes wawancara. Hingga pukul 08.41 masih aku seorang pelamar kerja yang menunggu di ruang lobi. Hanya ada 5 orang yang ikut tes wawancara, dari hari sebelumnya 10 orang yang mengikuti tes IQ. Dari 5 orang (termasuk aku), ada salah satu dari mereka yang datang terlambat (pukul 09.15).

Aku menghargai orang yang juga menghargai waktu.

Di ruang wawancara, ada 3 pimpinan perusahaan. Ada kepala cabang (branch manager), kepala penjualan (head marketing), dan ada kepala penagihan (head collector).

"Bersedia jika ditawarkan menjadi kolektor?" tanya head collector.
"Bersedia pak," jawabku (daripada mengganggur lebih baik siap menerima resiko).
"Siap menghadapi tantangan?" tanyanya lagi.
"Siap pak," dengan polosnya aku menjawab.

Dalam hati aku bertanya: tantangan atau ancaman?

"Karyawan terbaik adalah suami terburuk. Dibenci istri tapi dicintai atasan. Lebih mementingkan perusahaan. Lebih bersedia meluangkan waktu untuk perusahaan daripada keluarga. Tahan survey sambil membawa keluarga." Ungkap head marketing dengan panjang lebar.

Aku hanya mengangguk-angguk saja.

Tanggal 17 Maret 2016. Pagi jam 10 aku ditelepon perusahaan XXX, besok disuruh datang lagi. Hore.

Tanggal 18 Maret 2016. Ternyata temanku (Santo) yang memberitahukan informasi lowongan kerja, juga ikut wawancara kedua. Tapi dia jam 10, kalau aku yang jam 9. Untung lah, kalau aku saja yang masuk, tapi dia tidak. Aku pasti jadi merasa tidak enak hati. Dia juga sering memotivasi aku. Dan memang aku butuh banyak orang yang bisa memberikan motivasi. Dan semoga saja kami berdua bisa diterima kerja di sini. Amin. Aku sudah sangat malu berlama-lama menyandang status pengangguran. Dan jika aku benar-benar kerja. Aku bisa membuktikan bila aku bisa kerja tanpa dimasukkan orang lain (orang dalam). Meskipun aku dapat informasi lowongan kerja dari teman. Tetap aku mandiri, berusaha sendiri. Tidak bergantung dengan orang lain. Tidak perlu balas budi. Apalagi "Hutang budi balas body". Haha.

Sepertinya dia diterima berbeda jabatan. Aku kolektor, dia (Santo) surveyor.

Bapak head collector, menjelaskan seluk beluk dunia kolektor. Padahal sebagian besar yang dia ceritakan sudah aku baca di internet. Tapi aku hanya menganguk-anggukan kepala seraya aku baru tahu. Dia juga menceritakan jika di kolektor perusahaannya tidak seperti yang ada di pikiran banyak orang.

"Tidak zamannya lagi ......(disensor)...... sudah lebih ke negosiasi," kata head collector.

"Entah iya entah tidak," kataku dalam hati sambil senyum-senyum saja, padahal aku tidak percaya yang diceritakannya. Soalnya aku, orangnya tidak mudah percaya sama orang lain sebelum ada bukti.

"Bisa bawa mobil?" tanya head collector. "Bisa, dulu saya sudah kursus mengemudi, ada kok sertifikatnya, tapi belum lancar sekali," kataku.

Aku disuruh untuk memperlancar mengemudi mobil.

"Masa kolektor kredit mobil, tapi tak bisa bawa mobil," balasnya.
"Iya pak, nanti saya belajar lagi," jawabku. "Bisa mengoperasikan komputer?" tanyanya lagi.
"Bisa pak, microsoft word, excel, powerpoint," jawabku.
"Soalnya nanti kolektor tidak hanya di lapangan tapi juga harus di kantor."

Tak kusangka aku diwawancara lebih dari satu jam. Aku sudah tiba di perusahaan itu pukul 08.30. Kata mereka wawancaranya jam 9 pagi, tapi aku harus menunggu hingga pukul 09.30. Padahal aku orangnya menghargai orang yang juga menghargai waktu. Aku selesai wawancara sekitar pukul 11.00.

22 Maret 2016 Jam 2 siang, head collector dan coordinator collector datang ke rumahku. Bincang-bincang sekalian foto rumah aku. Berarti aku sudah diterima di sana. Tapi kenapa mereka bawa motor (sekelas pimpinan). Katanya ada mobil.

Tanggal 23 Maret 2016 Sore pulang dari melihat sesuatu hal (aku sendirian, padahal biasanya sama Mama). Pas sampai di teras rumah, ada sekelompok pemuda mendekati aku. Kata mereka, bla bla bla bla bla. Takut juga aku, tapi aku juga pasang muka sangar. Tapi yang anehnya kejadian ini sehari setelah head collector dan coordinator collector datang ke rumah aku. Sungguh sangat aneh.

Mari kita gunakan kemampuan analisa (anggap saja ini sebuah konspirasi).

Kemungkinan pertama: Perusahaan XXX (pimpinan) melaporkan aku ke sebuah kelompok, kita sebut saja kelompok merah. Kelompok tersebut sesuai dengan sifat merah yang arogan. Pimpinan perusahaan XXX melaporkan aku, dengan maksud tertentu. Atau hanya untuk memastikan aku tidak terlibat dengan sesuatu. Atau untuk tes sport jantung, apakah aku tahan dengan tantangan (lebih tepatnya ancaman dengan segala kemungkinan).

Kemungkinan kedua: salah satu atau beberapa tetangga melaporkan aku ke kelompok merah. Karena ada pepatah: asap tak jauh dari api. Tapi besar kemungkinan tentangga sebelah rumah. Entah dia memang suka menguping (mendengar percakapan) kami. Karena rumah kami yang berdempetan, jadi sangat mudah saling menguping (jika niatnya demikian). Jadi tetangga sebelah mendengar saat dua pimpinan perusahaan XXX kemarin (sehari sebelumnya) datang ke rumahku. Salah satu pimpinan berkata: "siap menerima tantangan". Nah mungkin kalimat itu didengar tetangga sebelah. Dan tetangga mengira yang tidak-tidak. Padahal maksudnya tantangan adalah masalah pekerjaanku nanti. Tapi ya sudah lah. Pasti ada orang iseng yang melaporkan aku ke kelompok merah. Karena logikanya, kelompok merah tak mungkin asal mendatangi orang. Pasti ada yang menuduh aku. Seingat aku kelompok merah membawa 2 mobil (salah satu mobil berwarna putih dengan no plat yang tak perlu aku tuliskan) dan 2 motor. Jadi mereka berkisar 7 orang. Dengan tampang sok sangar.

Kemungkinan ketiga: orang yang sebelumnya sering ke rumahku, tapi tidak pernah lagi datang. Dengan niatan tertentu.
Akan selalu ada banyak kemungkinan. Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga semua bisa ku ungkap. Hehe (sok detektif).

Seperti postingan sebelumnya. Aku tidak mengenal kata "kebetulan".

Kalau memang ketiga kemungkinan itu tak ada hubungan, mustahil cuma rentang satu hari. Kalau memang ada hubungan, apa tujuan mereka sebenarnya. Entah lah. Aku belum bisa memastikannya. Tapi yang jelas, aku jadi sedikit trauma. Dan untung saja waktu kejadian itu Mamaku tak ada. Mamaku lagi ke suatu tempat. Kalau seandainya Mamaku ada di rumah, mungkin sudah shock bahkan pingsan. Huft. Semoga tidak terjadi apa-apa. Amin.

Sejak hari ini (23 Maret 2016) aku baru mengerti apa yang dimaksud dengan kata "tantangan" yang diucapkan pak "J" (head collector). Soalnya dia sudah mengatakan kata "tantangan" di tiga waktu. Yang pertama di tanggal 16 Maret (saat aku wawancara dengan branch manager, head collector dan head marketing), yang kedua di 18 Maret (saat aku wawancara hanya dengan head collector), dan 22 Maret (saat head collector dan coordinator collector berkunjung ke rumahku). Berarti kata "tantangan" bukan lah kata biasa. Cukup memiliki arti dalam. Walaupun menurutku kata itu sangat ambigu.

Karena aku berani, mungkin aku lolos tes dan besoknya (24 Maret aku ditelepon untuk melengkapi persyaratan).

Ternyata berat juga tes masuk perusahaan XXX.

Tanggal 24 Maret 2016 pukul 09.30 aku kembali ditelepon perusahaan XXX. Dia menyuruh aku untuk senin depan (28 Maret 2016) datang ke kantor untuk melengkapi syarat penerimaan karyawan. Seperti fotokopi kartu keluarga, BPJS Kesehatan, buku rekening, ijazah dan transkrip yang dilegalisir, pass foto 4x6 berlatar biru, dan surat pernyataan jaminan orang tua.

Tanggal 28 Maret 2016
Aku datang lagi ke kantor XXX. Ada 20 anak tangga per lantai. Karena ruang kolektor di lantai 4 jadi aku harus menaiki total 60 anak tangga. Padahal kemarin katanya aku hari ini sudah mulai menjalani masa pelatihan hingga tanggal 31 Maret dan aktif bekerja tanggal 1 April (tepat di hari ulang tahunku). Tapi ternyata hari ini aku hanya menyerahkan berkas-berkas dan pulang ke rumah dengan rasa lesu.

"Besok saja latihannya, saya mau mengurus lamaran kamu ke bagian HRD," kata kepala kolektor.
"Ok pak," jawabku.

Tanggal 29 Maret 2016.
Pagi jam 11 aku menelepon koordinator kolektor.

"Halo pak, saya hari ini ke kantor ya?" tanyaku.
"Tidak usah dulu, berkas kamu belum selesai, nanti kalau sudah selesai, akan dihubungi," ungkap koordinator kolektor.
"Ok lah," kataku dengan nada lesu tak bersemangat.
Dalam hati aku berkata, tak jadi juga tak apa-apa.

Lagi dan lagi harus kembali menunggu ketidak pastian kehidupan yang berat.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.