<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Konspirasi Racun Sianida Dalam Kopi

Monday, March 28, 2016

Konspirasi Racun Sianida Dalam Kopi

Pasti kita semua belum lupa akan sebuah kasus (berita yang heboh) yang mana seorang perempuan cantik yang meninggal akibat meminum secangkir kopi yang terdapat racun mematikan yaitu sianida. Banyak sudah prediksi atau tebakan yang berseliweran. Meskipun terkesan terlambat, biar lah Bredmart tetap memposting prediksi ini.



Bukan karena ketinggalan berita, hanya saja sibuk sesuatu hal. Sebenarnya saat marak beritanya, Bredmart telah menulis prediksi ini. Tapi baru sekarang sempat mempostingnya.
kopi racun sianida

To the point saja ya. Menurut Bredmart kasus kematian ini sangat lah rumit (berbelit-belit). Tidak sesederhana yang dipikiran masyarakat pada umumnya. Nama tokoh diubah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berikut prediksinya: kasus ini adalah kasus yang disengaja untuk menutupi kasus besar (pengalihkan isu). Hal yang biasa terjadi dalam dunia perpolitikan. Orang nomor satu (presiden) di sebuah negara, meminta kesetiaan ayah Nima dengan mengorbankan Nima. Dan menjebak Cici (sahabat Nima). Ayah Nima ikut terlibat menjebak Cici. Padahal bukan Cici yang menaburi racun sianida di gelas kopi yang Nima minum. Melainkan pelayan kedai kopi yang menuangkannya. Pelayan yang juga merupakan agen mata-mata, anak buah ayah Nima.

Memang Cici menaruh dendam pada Nima, tapi bukan Cici yang menuangkan racun tersebut. Memang Cici juga salah satu anak buah ayah Nima (Ayah Nima merupakan agen mata-mata senior). Cici dan Nima dulunya satu angkatan di sekolah agen mata-mata. Cici memang lesbian, pernah berhubungan tidak normal dengan Nima. Tapi Nima mampu berubah, sedangkan Cici tidak. Memang Cici yang mengajak Nima untuk datang ke kedai kopi, tapi itu atas seperintah ayah Nima.

 Namun karena diancam. Cici tidak bisa menceritakan semua yang sebenarnya. Cici selalu tampak tenang, bukan karena ia punya gangguan kejiwaan seperti yang diisukan. Melainkan karena Cici merasa bukan dia pembunuh Nima, oleh karena itu dia tidak merasa ketakutan. Cici merasa tidak bersalah 100 persen. Namun ada sedikit keraguan di wajahnya. Keterlibatan Cici hanya karena Cici yang mengajak Nima dan tokoh yang lain untuk bertemu di kedai kopi. Hanya sebatas itu tidak lebih.

Mungkin prediksi ini terlalu dangkal. Harap dimaklumi. Percaya, silahkan, tidak percaya, juga silahkan...

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.