<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Menunggak Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

Sunday, March 6, 2016

Menunggak Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

Awal Bredmart menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yaitu saat aku telah beranjak 25 tahun, tahun lalu. Saat itu aku mau berobat ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Saat aku tiba di loket pendaftaran, petugas puskesmas berkata jika aku tidak bisa lagi menggunakan kartu Asuransi Kesehatan (Askes) yang sudah berganti nama menjadi BPJS Kesehatan.
"Kalau sudah berumur 25 tahun harus mengurus pendaftaran baru," kata petugas puskesmas sambil mengembalikan kartu Askes ku.
Terpaksa waktu itu aku menggunakan karcis umum (kalau aku tak salah ingat, bayar Rp 2 ribu).

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)

Beberapa bulan kemudian, Mamaku memaksa aku mengurus BPJS.
"Uruslah BPJS, kita tak tahu kedepannya bagaimana." Kata Mamaku memberikan nasihat.
"Iya, iya, besok lah," jawabku.
Tapi baru di bulan Desember 2015 aku mengurusnya, dikarenakan rasa malas yang menguasai ragaku. Lebay. Aku mengambil kelas rawat III (tiga).

Singkat cerita, sejak selesai aku melakukan pendaftaran BPJS kesehatan hingga tanggal 1 Maret 2016. Ternyata sudah 3 kali aku menunggak tagihan iuran pembayaran (bulanan). Batas waktu pembayaran tagihan iuran ialah tanggal 10 setiap bulan berjalan.
Aduh, kok bisa? Ternyata aku salah memasukkan nomor pembayaran sewaktu aku membayarnya di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Aku tahu itu setelah aku mendatangi kantor cabang BPJS Kesehatan di kotaku. Aku sengaja datang di siang hari, soalnya kalau di pagi hari ramai sekali, penuh sesak. Kalau di siang hari lumayan sepi. Sayangnya aku datang terlalu cepat. Aku sampai di sana jam 1 siang, padahal kata pak satpam yang sedang berjaga di pintu masuk, jam setengah dua baru buka. Terpaksa aku menunggu.

Setelah pukul 13.30, meminta nomor antrian, aku langsung masuk ke ruangan bagian keuangan. Dan aku dilayani oleh seorang bapak petugas.
"Ada yang bisa dibantu?"
"Begini pak, bagaimana caranya cek pembayaran bulanan, apa sudah bayar semua, atau ada bulan yang nunggak, dan setiap saya bayar di ATM kenapa tidak ada struk pembayaran?" Aku menjelaskannya panjang lebar sambil menunjukan kartu identitas peserta punyaku.

Lalu bapak itu melihat kartu identitas peserta punyaku dan mengetik sesuatu di komputernya. Lalu ada sedikit percakapan, dan intinya ternyata aku salah memasukkan nomor pembayaran sewaktu di ATM. Yang seharusnya aku memasukkan nomor virtual account punyaku, tapi aku malah memasukkan nomor kartu identitas peserta. Ya jelas salah lah, dasar aku saja yang bodoh. Memang setelah aku perhatikan (bandingkan) ternyata ada beberapa angka yang kurang.

Lalu aku beranjak ke sebuah ATM salah satu bank, dan membayarkan tagihan iuran. Jumlah pembayaran Rp 77,520. Lalu aku sedikit bingung. Jika seandainya benar yang dikatakan petugas tadi, aku telah menunggak 3 bulan. Bukankah seharusnya aku membayar sejumlah Rp 76,500 (3 x Rp 25,500). Jadi selisihnya Rp 1,020 (Rp 77,520 - Rp 76,500). Atau mungkin itu denda atau biaya tambahan administrasi bank, atau aku yang salah hitung? Entah lah. Bukan ingin sok perfeksionis, tapi aku sedikit tergelitik dengan hal-hal kecil (selisih angka). Meskipun angkanya kecil hanya sekitar seribu rupiah, tapi rasa ingin tahuku cukup besar. Tapi ya sudahlah, lupakan saja.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.