<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Debat Bredmart Dan Mama Tentang Pekerjaan

Thursday, April 21, 2016

Debat Bredmart Dan Mama Tentang Pekerjaan

Untuk menambah jumlah postingan, Bredmart akan menulis perdebatan antara aku dan Mamaku, tentang pekerjaan.
Mari kita mulai percakapannya.

"Takutnya kau dijadikan tumbal," ujar Mamaku.


"Ya apa boleh buat Ma, mencari kerja susah, ini untung saja aku diterima," jawabku.

debat pekerjaan



"Mending lah kau mengajar (jadi guru), tidak banyak resiko," balas Mamaku.

Tapi Ma, guru honor gajinya kecil, iya kalau PNS gajinya lumayan," balas ku.


"Iya kan nanti bisa diangkat," lagi ucap Mamaku.

"Lama baru diangkat," bantah ku.

"Kalau dari dulu (sejak aku wisuda di April 2013) sudah tinggal setengah jalan," Mamaku menjelaskan.

"Tapi aku orangnya tidak sabaran, menunggu diangkat jadi PNS," kata ku.

"Harus sabar lah, bersakit-sakit dahulu, bersenanh-senang kemudian," nasehat Mamaku.

"Aku juga kurang menjiwai (mengajar) anak-anak, aku cepat emosian," sanggah ku.

"Serah kau lah, kau memang susah kalau dikasih tahu," Mamaku lelah menjawab.

"Ya mau bagaimana lagi, Mama doakan saja agar aku selalu dilindungi dan diberkati Tuhan," pinta ku.


Lalu ku pikir-pikir, apa yang harus aku lakukan? Aku sudah terlanjur bergerak (melamar hingga proses seleksi). Tak mungkin aku mundur lagi. Harus berjiwa kesatria menghadapi apapun yang akan ku hadapi di hari esok dan lusa. Tak mungkin Tuhan Allah membiarkan aku dijebak (dijahati) oleh mereka sang penguasa (atasan).

Lagipula menurut ku, tak selamanya mereka bisa menguasai bawahannya. Kalau pun mereka berhasil membuat bawahannya masuk ke dalam lobang perangkap. Logikanya, apakah selamanya bawahan tersebut berada di dalam lobang itu? Apakah tidak ada upaya sang bawahan untuk menyelamatkan diri ataupun membalas sang atasan?

Dia telah mengatakan bahwa meskipun nanti aku akan dibimbing (ditraining) orang lain (bawahannya), dia akan tetap membimbing aku. Dan kalau menurut aku, kata "membimbing" itu artinya sangat dalam. Ibarat orang tua dan anak. Jadi apapun yang akan terjadi dengan sang anak, orang tua akan selalu siap berada di belakang (mengarahkan) atau pun di depan anaknya (melindungi). Sekarang aku hanya bisa, berjalan, berdoa, dan terakhir berserah. Semoga Tuhan Allah selalu melindungi aku selamanya. Amien.
Kalian juga ya, doakan aku. Hehe..

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.