<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Hari Kedua Training Kolektor

Wednesday, April 13, 2016

Hari Kedua Training Kolektor

Kira-kira apa ya yang bisa aku ceritakan di hari kedua training ini? Kita mulai dari awal, di pagi hari. Sebelum matahari terbit. Aku harus terbangun lebih cepat dari biasanya.


Hari ini aku mengenakan baju kemeja lengan panjang warna biru yang ku pakai saat wawancara dulu. Dan celana dasar warna hitam, yang kemarin juga aku pakai. Tidak aku ganti, karena malas cepat cuci. Belum terlalu bau, haha. Pasti ada diantara kalian yang menganggap aku ini jorok (dekil). Up to you.

kedua


Jika kemarin aku datang jam 9 pagi, tapi kali ini 1 jam lebih cepat, tepatnya pukul 07.50. Padahal kata Mr. R aku disuruh datang pukul 08.15.
Tapi sampai pukul 07.57 aku belum melihat yang lain. Apa aku datangnya terlalu cepat?
Pukul 08:15 hanya ada 3 orang (termasuk aku) di ruang kolektor, dan 3 tukang bangunan yang sedang merenovasi ruangan di sebelah. Dan belum terlihat Mr.R. Ah dia yang berkata datang pukul 08:15, tapi dia sendiri belum datang. Weleh, weleh. Beliau baru tiba di pukul 08:21.
Dia terlambat 6 menit dari perkataannya hari kemarin.

Jam 10 Mr.R mengajak aku mengunjungi beberapa rumah konsumen. Aku kira seperti hari kemarin yang hanya janji. Ternyata hari ini jadi ke lapangan. Jadi sedikit tahu, bagaimana kerja kolektor. Lalu aku pulang ke rumah (makan siang). Eh ada masalah. Ada seorang manusia yang sering memengaruhi Mamaku. Dasar kurang ajar dia, selalu membuat kami sekeluarga bertengkar satu sama lain. Pintar dia, mencari celah. Tapi dia hanya menggunakan cara yang sama. Dan dia menyumpahi aku dan Kakakku. Seharusnya dia berdiri tegak sejajar dengan cermin.

Kemarin Mr.R berkata jika aku harus menguasai komputer. Padahal aku tidak lah gaptek (gagap teknologi). Apa perlu aku adu mengotak-atik komputer dengan dia?

Lalu hari ini dia berkata jika aku harus "mengingat" lokasi rumah konsumen.
Mungkin dia menganggap aku punya daya ingat rendah. Apa perlu aku dan dia adu tes "digit span". Kalau kalian bingung, apa itu digit span, silahkan tanya ke mbah google.

Hari ini dia juga mengatakan jika aku harus tahu jalan. Aku hanya diam dan tertawa dalam hati. Aku saja sebelumnya mengenal dunia lapangan (kerja mencari lokasi). Tapi sekarang aku ditanya tentang pengenalan lapangan. Bahkan jalan tikus pun aku tahu.
Dan lucunya tadi, kami ke sebuah rumah konsumen dan melewati sebuah jalan.
"Tahu kan jalan sini?" tanya Mr.R.
"Tahu bang, ke arah SMA 2 kan," jawabku. "SMA 2?" ujar Mr.R dengan nada bertanya.
Dari itu saja ketahuan, siapa yang sebenarnya lebih tahu jalan. Jelas-jelas dulu aku sering melewati jalan itu.

Dia juga bertanya, apa aku bawa jaket, biar jangan sakit. Bahkan hanya membeli sesuatu di toko yang tak sampai 50 meter, aku memakai jaket. Jika ada yang mengenal aku, dia pasti tahu jika aku kemana-mana selalu membawa jaket.

Tapi ya sudah lah. Aku cukup pura-pura tidak tahu saja. Berarti jika aku tak salah menilai, dia orangnya haus akan pujian. Ternyata benar sebuah pepatah yang berkata: Orang bodoh pura-pura pintar dan sebaliknya, orang pintar pura-pura bodoh.

Tapi aku menganggap semua yang dikatakan Mr.R adalah bagaimana cara dia mendidik agar aku paham.  Kita harus selalu berpikir positif. Betul tidak?
Aku menganggap semua adalah kritikan yang membangun. Haha sok dewasa dan bijaksana aku ini.

Ada juga Mr. M yang mengajarkan aku bagaimana cara menjadi kolektor. Lebih ke negoisasi, intinya adalah bagaimana caranya agar konsumen mau membayar angsuran. Jadi tidak perlu seperti yang ada di anggapan masyarakat. Kolektor itu beda-beda, ada yang seperti ini dan ada yang seperti itu.

Ternyata ada-ada saja karakter manusia. Ada yang  lunak, ada yang keras. Ada yang putih dan ada juga yang hitam. Kita harus bisa menebak karakter konsumen.

Aku merasa ada yang aneh. Setahu aku kolektor itu penuh tekanan. Mengapa hingga hari kedua, aku belum menemukan tekanan itu. Apakah benar-benar tidak ada, atau jangan-jangan ditiadakan sementara (disembunyikan).

Apa ini hanya perasaanku saja, atau benar adanya?
Entah lah. Aku juga bingung, dan terus mencari tahu.

Salah satu contoh, Mr.R hari ini tidak seperti kemarin yang sedikit tampak emosional. Hari ini dia tenang sekali.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.