<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Pengalaman Pertama Ngolek Keluar Kota

Thursday, April 28, 2016

Pengalaman Pertama Ngolek Keluar Kota

Kolektor atau lebih tepatnya field collector (fc) diharuskan mengunjungi rumah konsumen yang nakal (sering telat bayar). Kalau di dalam kota, enak. Nah, kalau di luar kota yang uji kesabaran dan ketahanan tubuh. Apalagi aku yang suka mabuk darat (perjalanan). Terlebih jika mobilnya ber-AC, sungguh derita luar binasa.



Ok langsung saja ke hari-H. Di tanggal 26 April 2016.

Jam 7 aku dijemput oleh seniorku Mr.R dan Mr. RK. Aku menunggu di rumahku. Malam sebelumnya aku sudah memasukkan apa-apa saja yang dibutuhkan ke tas punggungku. Seperti roti, air minum, buku, pena, uang. Kami pergi ke sebuah kabupaten yang ditempuh dengan waktu 4 jam lamanya. Selama perjalanan aku mabuk darat. Mereka paksa pakai AC, dan mereka kebut bawa mobil. Sedangkan di belakang aku tergoyang-goyang mengikuti gerak mobil. Si sopir (mereka), seperti tak ada hati. Sesuka hati, tidak memikirkan orang yang duduk di belakang mobil. Mereka enak, sudah terbiasa. Aku yang rasa mau mati saja. Haha lebay.

keluar kota


Pukul 13.30 kami makan di rumah makan. Tapi aku hanya sedikit makan. Nasinya aku pesan biar dibungkus saja, kalau makan di sana pasti banyak yang terbuang. Karena tidak telap lagi, mau ikut mereka, aku minta izin menunggu di POM bensin dekat rumah makan tadi. Tapi menunggu juga tidak enak, hal yang paling aku benci. Hari ini seperti di neraka. Banyak preman yang ku lihat berkeliaran di POM. Atau itu hanya lah ilusi ketakutanku saja. Entah lah. Tapi pakaianku rapi, lengan panjang, celana dasar, dan sepatu. Persis seperti sales. Mungkin mereka bingung mau malak (palak) aku. Ada juga anak touring (sendirian) bertanya alamat ke aku, lalu aku jawab.

Karena badanku lelah sekali. Aku baring-baring di ruang istirahat POM bensin. Tapi takutnya ketiduran dan barang-barangku siapa yang jaga. Asyik asyik bisa tidur. Sialnya jam 5 sore aku disuruh cari bengkel mobil untuk cari kanvas kopling mobil. Aku harus berjalan puluhan meter dari POM. Lalu mobil diperbaiki, selama 2 jam. Baru lah kami bisa pulang jam 9 malam, dan sampai di rumah lewat jam 10 malam. Sesampainya di rumah, aku makan sedikit, dan meminum teh manis yang dibuat Mamaku. Baru lah aku bisa tidur dengan tenang. Meskipun rasa mual masih ada dalam perutku. Perut yang hampir kosong, akibat muntah-muntah selama  perjalanan (di mobil).

Sedikit balik ke masalah di kantorku.

Memang benar, banyak orang yang berkata. Jika terlalu idealis (berpegang prinsip), maka akan cepat terjatuh, entah itu dijatuhkan ataupun jatuh sendiri.

Ada seseorang (salah satu fc senior) yang mengatakan kalau ingin tetap dipertahankan harus "terlihat" rajin di depan atasan. Terlihat?
Bukan kah kata terlihat memiliki makna yang berbeda (sebaliknya). Contoh: terlihat putih padahal abu-abu.
Aku tak setuju dengannya, sangat bertentangan dengan prinsip aku. Aku punya prinsip: jikalau aku tak mampu menjadi putih, lebih baik aku menjadi hitam daripada ikut-ikutan menjadi abu-abu.

Aku harus bisa melihat apa yang tak terlihat, aku harus bisa mendengar apa yang tak terdengar, dan aku harus bisa merasakan apa yang tak terasakan.

Padahal aku sudah tahu sedikit ini itu para seniorku. Dan jika aku ditendang, sedangkan mereka dipertahankan. Maka aku hanya cukup tertawa kecil saja. Menertawakan diriku sendiri yang tak bisa menjadi penjilat. Karena bagiku menjilat adalah hal yang paling tersulit bagiku.

Ada sebuah pepatah dari sahabatku: jika kita menjadi seperti yang orang lain inginkan, maka itu masalah kita. Tapi jika kita menjadi diri sendiri tapi orang lain tidak suka, maka itu masalah mereka.

Aku tahu, beberapa dari mereka, bahkan hampir semua dari mereka ingin aku segera angkat kaki dari perusahaan tempat aku bekerja sekarang. Salah satu dari mereka sedang menanti, hasil kerjaku tak memenuhi target. Sebagai alasan untuk mendepak atau menendang aku keluar dari lingkaran.

Kapan aku akan ditendang, aku tidak ingin berspekulasi, meskipun aku terbiasa membuat prediksi. Karena aku tidak ingin dianggap meminta dipecat. Tapi aku tidak pernah takut dipecat. Karena aku adalah elang. Kebebasan adalah jiwaku.

Dia berkata jika aku harus bersyukur sudah diterima, terpilih. Apa dia tidak tahu, jika aku sudah menyandang predikat "penghianat". Temanku yang sama-sama ikut tes tertulis dan interview, bahkan dari dia aku tahu informasi lowongan kerja. Dia tidak diterima, sedangkan aku lolos.  Bagaimana aku harus menjelaskan hal ini pada temanku itu? Apa benar temanku itu bisa berlapang dada menerima kenyataan?

Aku bukannya tidak bersyukur, aku hanya berdiri di posisi terjepit. Di satu sisi aku senang karena diterima kerja, bahkan sudah lebih satu tahun aku sudah menganggur. Dan di sisi lain aku sedih karena aku menghianati temanku.

Masalah lain adalah motorku. Aku tak tahu, kapan tanggal pasti mereka akan meminjam motor aku. Tapi aku yakin sebentar lagi. Tapi aku bukan lah orang tolol, yang dengan mudahnya meminjamkan barang kepada orang lain. Aku kan orangnya curigaan tingkat tinggi.

Hal lain adalah rebutan komputer. Kalau aku sudah setahun, aku mau berkeras. Karena, siapa field collector (fc) yang datang duluan di pagi hari dan di siang hari? Jika aku mau, aku bisa berkeras. Jika prinsipnya siapa yang duluan datang dan memegang komputer. Tapi aku di posisi terjepit. Aku masih baru, tidak etis melawan senior. Meskipun tabiat ku keras kepala dan egois.

Tapi intinya hari ini (26 April 2016) Parah sekali.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.