<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Salahkah Aku Mencari Wanita Manis?

Sunday, April 10, 2016

Salahkah Aku Mencari Wanita Manis?

Banyak orang yang menuduh aku terlalu pilih-pilih pasangan. Itu tidak benar, bukan "terlalu". Tapi pasangan itu memang harus "dipilih". Saat kita mau membeli baju (untuk sementara) saja kita pilih-pilih, apalagi pasangan hidup (untuk selamanya).



Mungkin aku seperti ini, karena masa lalu. Selalu tak pernah berhasil, selalu gagal, gagal, dan kegagalan. Jadi wajar saja jika sekarang aku sangat protektif dengan diriku sendiri. Jangan sampai salah langkah lagi.

Apa salah jika aku mencari pasangan (wanita pujaan hati) yang bisa saling melengkapi?

Jika aku jelek (dan memang jelek), wajar jika aku mencari pasangan yang manis. Agar bisa memperbaiki keturunan.

mencari wanita


Kalau aku menikah dengan wanita jelek, bukankah anakku nanti akan jelek kuadrat (jelek sekali). Berarti wajar dong jika aku mencari wanita cantik untuk memperbaiki keturunan. Atau minimal mencari wanita yang standar (lumayan manis) agar tidak tambah jelek keturunanku nanti.

Mari kita memasuki dunia matematika (dunia yang ku sukai).
Kalau -1 dipasangkan (ditambah) dengan -1 maka hasilnya akan -2. Jadi agar netral -1 harus berpasangan dengan +1 agar hasilnya 0 (netral). Memang kalau bisa -1 dipasangkan dengan +2 agar hasilnya +1 (positif). Tapi itu sulit. Intinya itu bagaimana caranya berusaha menaikan nilai, bukan malah makin merendahkan nilai.

Lalu jika aku kurus, wajar saja jika aku mencari pasangan yang semok (bukan gendut). Agar anakku nanti tidak terlihat cacingan (penyakitan).

Ada wanita yang terlalu langsing (kurus kering). Entah disengaja (minum obat pelangsing) ataupun alami. Terkesan lemas/lesu, tak bergairah. Aku saja tampak lesu, bakal tidak cocok jika pasanganku nanti lesu juga. Jadi akan lebih baik jika pasanganku nanti penuh semangat dan menularkannya pada ku. Bagaimana dia bisa memotivasi aku yang krisis motivasi (kurang optimis).

Jika aku emosional, wajar jika aku mencari pasangan penyabar. Yang bisa meredam amarahku yang sering meledak-ledak. Agar tidak saling terbakar emosi.

Ada wanita yang juga temperamen tinggi, bicaranya bernada bentak-bentak. Aku api dan dia api, ya bakal kebakaran besar. Jadi akan menjadi indah jika pasanganku nanti bagaikan air (yang menyejukkan). Dia yang mencairkan suasana, bukan malah ibarat minyak yamg disiram ke api.

Jika aku kekanak-kanakan, wajar jika aku mencari wanita yang berpikiran dewasa. Yang bisa mengajarkan aku menjadi pria sejati. Agar bisa saling memahami. Dia yang lebih mengalah (bukan berarti kalah).


"S" Kamu tahu tidak, semuanya itu ada pada dirimu. Aku merasa kau memiliki apa yang tidak aku miliki. Aku mengira kau menjadi tulang rusukku yang hilang. Tapi ternyata. Ternyata bukan dirimu.

Ya apa boleh buat. Pasrah dengan takdir yang telah Tuhan tetapkan. Semoga saja masih wanita lain yang seperti mu. Amien...

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.