<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Hari Sial Handphone Hilang Dan Dimarahi Atasan

Tuesday, May 10, 2016

Hari Sial Handphone Hilang Dan Dimarahi Atasan

Mungkin kalian menunggu-nunggu postingan baru. Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa sudah lama Bredmart tidak update postingan. Itu dikarenakan kesibukan, dan makin sedikitnya hal yang bisa diceritakan.



Ok tanpa bertele-tele, karena aku tipe to the point. Langsung saja kita mulai ceritanya. Hari ini (Senin 9 Mei 2016) sepertinya hari sial bagi ku. Pagi aku dimarahi atasan dan disindir senior. Aku memang salah, tapi aku tidak mau meminta maaf (ego tingkat tinggi.
"Gue gitu loch," kata ku dalam hati.

Mari kita cerita dari awal. Hari Sabtu kemarin (Sabtu 7 Mei 2016) aku sengaja tak datang ke kantor. Kamis (5 Mei 2016) dan Jumat  (6 Mei 2016) hari libur. Dan setiap hari Minggu kami libur. Jadi Sabtu 7 Mei 2017 istilahnya Hari Kejepit Nasional (Harpitnas). Tapi salahnya aku, aku tidak memberi kabar ke atasan aku. Mereka telepon, tidak aku angkat. Bahkan Mr. R aku menyebutnya si "Angry Bird". Si tukang marah. Dia menelepon aku tapi tidak aku angkat juga, lalu handphone aku matikan, ringam. Haha. Lagipula aku tak kerja, karena aku harus menemani Mamaku mengurus sesuatu (rahasia). Mau tahu saja kalian ini. Aku orangnya kan misterius.

Mungkin kalian ada yang bertanya mengapa aku melakukannya. Jadi aku melakukannya bukan semata-mata karena gajiku belum keluar. Tapi juga karena muak tingkat tinggi ke Mr. R. Dua hal itu yang membuat aku berani melakukannya, kalau bahasa politiknya "testing the water". Ternyata reaksi mereka, meledak-ledak. Seperti kebakaran jenggot. Bukan hanya atasan, tapi juga para senior. Ada senior yang berceloteh, "nguji ilmu".
Ya tidak lah. Aku bukan uji ilmu. Aku orang biasa. Bahkan aku saja masih karyawan kontrak, belum karyawan tetap. Padahal trik ini, biasanya hanya dilakukan oleh karyawan tetap. Tapi aku sanggup dan berani, melakukan tes ini.  Wkwkwk. Dasar karyawan kurang ajar aku ini. Bahkan Mr. JS, yang biasanya cuek. Juga menegur aku. Haha, aku tertawa dalam hati melihat tingkah mereka. Mereka tidak tahu, aku orangnya memang diam, tapi melawan dalam ketenangan (sok puitis).

Mengapa aku seberani itu? Karena aku tahu, dia (atau mereka) tidak bisa semudahnya memecat aku. Kalau menurut aku karena sistem kontrak, dan kemungkinan lain karena peraturan perusahaan yang tidak memperbolehkan memecat karyawan yang baru. Aku saja belum genap satu bulan jadi karyawan. Jadi logikanya, jika Mr. J (atau mereka bertiga) memecat aku. Berarti Mr. J (atau mereka bertiga gagal menyaring calon karyawan. Berarti mereka salah menilai aku saat wawancara kerja dulu. Betul tidak?

Aku tahu mereka sedang menunggu waktu yang tepat untuk memecat aku. Ya tidak apa-apa, kita lihat saja. Siapa yang duluan melanggar kesepakatan? Kesepakatan di surat kontrak, dan kesepakatan lain saat wawancara kerja yang kami sepakati. Jangan aku duluan yang melanggar kesepakatan. Biar mereka saja, yang duluan. Biar aku tidak berdiri di posisi yang salah.

Lanjut, di hari Senin (9 Mei 2016) aku datang ke kantor seperti biasa, sebelum jam 8 aku sudah ada di kantor. Aku yang sering pertama tiba di ruangan divisi collection. Terkadang Mr. J yang datang lebih dulu dibandingkan aku. Hari ini aku datang duluan.
"Pagi," ujar Mr. J.
"Pagi pak," balasku.
"Kemarin ke mana (mengapa tidak masuk kerja)?" tanya Mr. J.
"Sakit pak," jawabku.
Padahal sebenarnya badanku tidak lah sakit, tapi hati ku lah yang sakit. (Teriris-iris) haha lebay. Terlebih memikirkan Mr. R yang selalu memarahi aku. Membuat aku dongkol di setiap harinya. Dia selalu mencari celah untuk memarahi aku. Mungkin dengan cara itu dia bisa puas.
Aku merasa aku ini dianggap binatang, bukan manusia. Baru kali ini aku bertemu atasan yang tidak saling menghargai.
Menegur kesalahan, memang itu tugas atasan. Tapi mencari-cari kesalahan, bukan lah tugas seorang pemimpin.

Sekilas menceritakan sosok Mr. J. Mr. J seakan-akan ingin lebih dulu tiba di ruangan collector, saat pagi hari (masuk kantor). Pernah dia merokok di lantai dasar (di luar ruangan), saat aku tiba di kantor, dia langsung mematikan rokoknya dan langsung masuk ke dalam kantor. Haha, lucu sekali aku melihatnya. Memangnya aku siapa, padahal aku bawahannya. Seharusnya aku yang masuk tergesa-gesa, bukan beliau.

Tapi yang mengesankan, Mr. J tidak memarahi aku. Padahal Mr. J atasan Mr. R. Aku tidak tahu pasti apa yang membuat beliau (Mr.R) menahan emosinya. Berarti dia bukan orang sembarangan. Karena orang yang mampu menahan emosi, itu layak disegani.  Padahal aku pantas dimarahi, aku yang sudah sangat lancang. Itu baru pemimpin. Tidak seperti Mr. R, tiada hari tanpa marah. Jika atasan sudah terlalu sering marah, bawahan tidak lagi respect (segan). Aku memang bodoh, aku memang tolol. Tapi aku juga butuh toleransi. Pemimpin itu tegas, bukan keras.

handphone hilang


Itu kesedihan pertamaku. Ada kesedihan lainnya.

Eh ponsel kesayanganku hilang. Aku tidak tahu hilang di mana. Kemungkinan waktu aku mengantar surat peringatan (SP) ke rumah debitur yang menunggak.

Bukan nilai uangnya tapi nilai sejarahnya. Handphone pertama ku yang selalu setia menemaniku. Nokia 2630. Sayang sekali harus hilang, mungkin diambil orang di jalan.
"Mungkin handphone aku itu akan jauh lebih berguna buat orang lain," kata ku sambil mengikhlaskan. (Sok bijaksan aku ini).

Awalnya aku punya tiga ponsel, akhirnya sekarang hanya tinggal dua. Dan aku terpaksa meminjam ponsel Adikku. Mau beli handphone baru belum gajian.

Aku tidak menceritakan insiden hilangnya handphone ku ke atasan ataupun senior. Aku tak mau mereka menertawakan aku yang teledor ini. Bukan dapat simpatik malahan dapat cercaan dari mereka.

Sekian dulu ceritanya. Besok-besok lagi, Bredmart sharing lagi pengalaman sebagai kolektor di sebuah perusahaan leasing mobil. See you next soon. (Sok bahasa inggris) hehehehe.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.