<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Kemungkinan Besar Target Meleset

Monday, May 23, 2016

Kemungkinan Besar Target Meleset

Setelah aku perhatikan, ternyata prediksi ku meleset. 3 debitur yang potensi "move to PA" hari ini tidak bayar. Dengan alasan mereka masing-masing. Oh tidak, padahal aku ingin berbangga diri. Tapi sekarang pupus sudah harapan. Dan sayangnya aku tidak bisa berbuat banyak.

Aku pernah berdebat dengan Mr. M jika semua angka statistik kami, menurut aku itu adalah kualitas debitur bukan kualitas FC. Dan terbukti benar. Seberapa pun aku mendesak debitur tapi tetap tergantung debitur. Ini yang paling aku malas. Usahaku tak tampak maksimal. Lalu apa bedanya aku bekerja atau tidak?

target meleset


Entah kenapa firasat ku mengatakan, ada campur tangan seseorang (atau beberapa orang) dalam mempengaruhi "move to PA". Orang yang paling ku curigai adalah Mr. M. Mengapa aku mencurigai dia, karena debitur aku adalah mantan debitur dia. Dia punya nomor handphone debitur aku. Dia juga pernah dekat dengan debitur aku. Alasan kedua, karena mungkin ada persaingan antar field collector (fc).
"Masa FC baru langsung bagus nilainya," mungkin itu yang dia katakan.
Dan aku melihat senyum Mr. M sedikit berbeda. Sepertinya dia senang target aku meleset, dan dia menutupi rasa senangnya.

Orang lain yang patut dicurigai adalah Mr. R. Tapi apa iya dia rela insentifnya berkurang. Karena kalau aku tidak salah, jika insentif ku berkurang, insentif dia juga berkurang. Meskipun, tidak tertutup kemungkinan dia bisa terlibat. Atau bisa jadi itu ulah PA (problem account). Karena jika debitur itu lolos dari aku, maka masuk ke PA. Jadi PA yang akan diuntungkan, sedangkan aku dirugikan.

Ya sudah lah, aku juga tak punya bukti. Tak boleh menuduh tanpa bukti. Aku hanya menduga-duga saja.

Padahal rencana aku, ingin memberikan Mr. M uang Rp 300 ribu (dari gajiku). Tapi sekarang tidak lagi. Mungkin hanya 100 ribu, atau paling besar 200 ribu.

Tadi siang saat pulang ke kantor dari antar SP ke rumah debitur. Seperti biasa, Mr. R mengeluarkan kata-kata mutiaranya. Memarahi aku, sampai dia puas. Mungkin lebih dari 30 menit, dia menjadikan aku seperti tahanan. Tapi aku hanya berpikir positif saja.

"Selama dia memarahi aku, berarti dia masih menganggap aku ada," pikir ku.

Setiap kali jika ada seseorang yang memarahi aku, setiap kali itu juga aku mendoakan dia agar sehat selalu dan panjang umur.

Padahal aku FC yang datang (pagi) paling awal dan pulang (sore) paling lambat.  Aku biasanya telah ada di kantor, sebelum jam 8 pagi, sebelum FC lain datang. Dan aku pulang setelah FC lain pulang semua. Tapi tetap tidak dihargai mereka. Bahkan Mr. J menyindir aku tidak bekerja. Luar biasa, sakitnya hati ini mendengar sindiran itu. Haha. Tapi aku tidak peduli. Biar Tuhan saja yang tahu.

Oh iya, ada info jika 2 bos besar akan mengunjungi kantor cabang kami 3 hari lagi. Jadi tidak sabaran, apa yang bakalan terjadi?

1 comment:

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.