<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Manisnya Gaji Pertama Dan Datang Bigboss

Thursday, May 26, 2016

Manisnya Gaji Pertama Dan Datang Bigboss

Bredmart mau menuliskan kisah mengembirakan, manisnya gaji pertama. Dan juga kisah menjengkelkan yakni datangnya big boss dari Jakarta dan salah memberikan surat peringatan (SP) ke debitur nakal (yang menunggak angsuran).


Kita mulai di hari Kamis (26 Mei 2016) saat aku menerima berkat (gaji) dari Tuhan. Tapi kita mulai dari pagi hari. Setelah sebelumnya tersiar kabar jika para petinggi perusahaan akan mengunjungi kantor cabang kami. Karena cabang kami adalah cabang prioritas, mendapat perhatian dari kantor pusat. Karena nilai kantor cabang kami turun. Setelah briefing pukul 09.30, lalu kami semua karyawan divisi collector rapat bersama Mr.P. (ACH).

Mr. P menghidupkan laptopnya dan infocus. Lalu mempertanyakan angka-angka pencapaian target divisi collector di bulan April lalu. Aku menganggap semua seperti rutinitas saja. Banyak kepalsuan. Atasan mendesak bawahan, seperti efek domino. Atasan tingkat 3 menekan atasan tingkat 2. Lalu berlanjut, atasan tingkat 2 menekan atasan tingkat 1, lalu atasan tingkat 1 menekan bawahan, dan seterusnya. Akhirnya semua menjadi tertekan. Susah tidur, malas makan, banyak pikiran, akhirnya banyak penyakit.

By the way.
Tumben Mr. R tenang sekali hari ini, mentang-mentang ada big boss (Mr. P). Padahal biasanya puas dia memaki aku, hampir di setiap harinya. Pening kepala aku. Berarti dia orangnya seperti kadal, berubah-berubah sesuai kondisi. Kalau menurut aku, orang yang berubah-ubah tidak bisa dipercaya. Tidak konsisten.

Sekitar pukul 10.30 satu persatu field collector (FC) dan Problem Account (PA) keluar dari kantor. Dan aku yang terakhir pergi. Tiba-tiba...

"Belum keluar?" tanya Mr. P kepadaku.
"Bentar lagi pak, masih mengetik sedikit," jawabku. Padahal aku belum selesai dengan pekerjaanku sebelum berangkat ke rumah debitur. Ada satu debitur yang belum aku foto gambar rumahnya pakai handphone android aku. Lokasi rumahnya (google maps) juga belum aku catat. Terpaksa di parkiran kantor aku bertanya ke  Mr. M. Orang yang paling sering menjawab pertanyaanku. Meskipun sekarang dia sudah berubah, sikapnya menjadi dingin kepadaku, mulai seminggu kemarin. Mungkin ada orang-orang yang memanas-manasi dia.

Seperti biasa, semua surat peringatan (SP) aku antar ke debitur. Bawa motor ngebut (kencang). Semoga saja tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Amien.

Aku semakin sering makan di rumah makan, sudah sulit pulang dan makan di rumahku. Padahal masakan Mamaku jauh terasa lebih enak bagiku. Tidak ada penyedap rasa, pewarna, ataupun pengawet. Murni dan asli.

Sepulangnya dari mengantar SP, jam 2 siang, dan aku sedang mengetik (input data) laporan hasil kunjungan (LHK).

"Lepas jaket," perintah Mr. P kepadaku.
"Iya pak," jawabku.

Lalu ku lepas jaket, dan terasa seperti di kutub utara. Dingin seperti di salju es. Aku berusaha menahan rasa dingin. Aneh sekali dia, masak pakai jaket dilarang. Suka-suka aku lah. Jaket aku, badan aku, ya terserah aku. Sudah badan remuk, semakin remuk. Padahal aku tidak telap dengan AC. Mudah sakit-sakitan.

"Memangnya ada peraturan perusahaan  yang melarang karyawan menggunakan jaket di kantor?" tanya ku dalam hati.

Jadi apa lagi perintah dia besok, ada-ada saja. Aneh, super aneh. Semoga saja dia hanya sebentar di kotaku. Cepat balik ke pusat. Hehe. Tidak hanya Mr. P tapi masih banyak lagi petinggi perusahaan (dari kantor pusat) yang datang ke cabang kami. Ada 5 orang. Big boss datang. Ada sedikit perubahan. Ada yang sok tanya ini dan itu. Ada yang mencari muka, lain dari kenyataan. Kalau aku tidak, aku tetap menjadi diri sendiri. Apa adanya, bukan ada apanya.

Lanjut.

gaji


Hari ini aku gajian, hore, hore, hore.
Sekitar jam 3 sore aku mendapat SMS notifikasi dari bank, kalau rekening tabungan aku sudah masuk uang sekian rupiah (dirahasiakan). Jadi lah, lumayan. Gaji pertama, dan jangan gaji terakhir haha. Manis sekali rasanya. Ingin aku berikan langsung ke Mamaku tercinta. Teman-temanku juga sudah gajian. Asyik, asyik.

Tiba-tiba Mr. J mendekati mejaku, padahal biasanya tidak pernah. Dia menyuruh aku untuk mendatangi debitur (yang menunggak angsuran) di malam hari. Karena memang beberapa kali aku tidak bisa bertemu  debitur tersebut di siang hari (saat mengantar SP). Padahal Mr. P yaitu atasan Mr. J, menyuruh Mr. J untuk bertemu debitur di malam hari.
"Kalau sudah masuk rumah, susah mau keluar lagi," ujar Mr. J berkata di depan Mr. P.
"Hahahaha," tawa ku dalam hati.
Memang banyak orang yang hanya pintar membicarakan tapi tidak pintar dalam melakukan.



Bredmat juga ingin cerita, permainan yang sengaja direncanakan oleh beberapa orang. Ok. Anggap saja aku menduga-duga tanpa bukti. Singkat cerita kemarin ada 2 debitur yang masuk "move to PA". Salah satunya Mr. Acid, yang anaknya sering aku antar SP dan sering aku telepon. Padahal itu semua disuruh oleh Mr. R. Yang buat kesal hari ini dia bayar angsuran 2 bulan. Padahal kemarin dia berkata tidak punya uang saat aku telepon dia. Sabar, sabar, sabar.

Aku dapat informasi bila anak Mr. Acid adalah kawan kuliah Mr. R. Makin menguatkan dugaanku, otak konspirasi ku semakin menggelora.

Nanti aku akan pura-pura bertanya ke Mr. R apakah nanti aku bisa pakai surat kuasa (SK) Mr. Acid bila dia masuk lagi ke 31-60 aku.
Aku tahu Mr. R akan melarang aku. Aku sudah tahu, aku tidak akan bisa balas Mr. Acid. Tapi aku hanya ingin ngetes Mr. R saja. Tidak serius aku ingin melakukannya. Hanya ingin memastikan benar atau tidaknya prediksi aku.

Kalau Mr. Acid jadi bayar 2 bulan, berarti dia back to current (BTC). Overdue nya 0 (nol). Berarti aku bisa balas dendam ke dia. Haha. Dia tidak tahu aku bagaimana. Aku punya prinsip, tidak akan mengganggu orang lain dengan harapan yang sama. Tapi kalau ada orang yang duluan menggangu aku, pasti aku akan balas dendam. Siapa pun dia. Pasti suatu saat nanti dia akan aku cari.

"Dasar kurang ajar. Aku dari awal sudah tahu ada permainan. Ada yang sedang bermain, diatas penderitaan aku," pikirku.

Tidak masuk akal, Mr. Acid paham dengan seluk-beluk dunia leasing. Kalau tidak ada yang mengajarkan (mengatur) Mr. Acid.

Aku menduga tidak hanya Mr. R (CC) dan Mr. M.J. (PA). Tapi juga Mr. M (FC) dan ada yang lain juga. Aku yakin 100 % banyak orang yang terlibat dalam permainan ini.

Dari awal aku sudah bisa menduga. Ternyata benar prediksi aku. Ada yang bekerja sama untuk menjatuhkan aku, target aku. Aku tahu tujuan mereka tidak hanya untuk mengecilkan insentif aku, tapi jauh dari itu. Untuk mendepak (mengeluarkan) aku dari perusahaan ini. Aku tahu lah, mudah sekali ditebak.

Asli, kesal sekali aku. Ingin langsung aku balas dendam si debitur.
"Sengaja sekali dia (debitur) ingin menjatuhkan target aku," ujar ku dalam hati.

"Tapi tak apa, dia masih balik ke bagian aku lagi, dan akan aku cari cara membalas dia, meskipun atasanku akan menghalagi aku, membantu dia.





Balik ke hari sebelumnya. Hari yang sangat menjengkelkan.

Kemarin (Rabu, 25 Mei 2016) aku salah memberikan surat peringatan (SP) ke debitur. Lalu marah-marah lah Mr. R layaknya angry bird. Burung yang marah-marah tidak jelas. Suara melengking, memekakkan telinga. Malu sangat, didengar kawan-kawan (senior).
"Konsen dikit," ujar Mr. R dengan nada tinggi membentak aku.
Kalau saja aku bukan bawahannya, sudah aku suruh dia diam.

Tapi yang lucunya, kawanku (sesama FC), memberi semangat aku.
"Kau (bredmart) bilang sama dia (Mr. R), kita tukar posisi saja," ujar salah satu temanku.
"Haha," kataku.

Aku ingin berkata ke dia, "Kalau kau (Mr. R) mau memecat aku (Bredmart), ya pecat saja, jangan banyak cerita, aku juga sudah muak dimarahi setiap harinya, aku tidak minta dipecat, tapi aku tidak takut dipecat".

Memang kalau lagi banyak masalah, jadi kurang konsentrasi. Gara-gara tetangga depan rumah berbuat ulah. Jadi pening kepala aku, dan buyar pikiranku.

Semoga saja aku tidak menombok (membayar yang seharusnya tidak dibayar), potong gaji.

Kepala pening, nyut-nyut, otak banyak pikiran, tambah lagi dinginnya AC. Membuat hatiku semakin dingin tanpa kehangatan tanpa semangat.

By the way, aku bingung apakah Mr. J mengingkari perkataannya tentang insentif ku di bulan April kemarin. Atau gajiku sekarang (gaji Bulan Mei) sudah termasuk (ditambah) insentif bulan April kemarin. Jikalau pun tidak, berarti di bulan April lalu aku kerja sosial. Haha. Sunguh mulianya aku... Berkat Tuhan lebih berharga daripada gaji (uang). Sekian dulu ceritanya. Semoga senang membaca kisah nyata hidup Bredmart...

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.