<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Dilema Antara Realistis VS Optimistis

Saturday, June 4, 2016

Dilema Antara Realistis VS Optimistis

Lama-lama aku bisa jadi gila. Pernah tidak, kalian dilema antara Optimistis VS Realistis? Tapi sebelumnya aku ceritakan dulu cerita lain, hari sebelumnya.



Hari ini, Jumat 27 Mei 2016 kepala ku terasa pening beberapa hari ini. Aku baca di media online, memang kotaku terasa sangat panas. Mengalami peningkatan suhu. Itu bukti kalau aku kerja, kalau aku survey. Meskipun overdue aku sangat tinggi sekali. Seperti mercon roket, yang semakin meninggi. Hanya tinggal menunggu waktu saja. Akan meletus, dan aku babak belur.

Tadi siang para Bigboss telah pulang, balik ke Jakarta. Ada sedihnya juga, kalau ada Mr. P (ACH) maka Mr. R (CC) tenang, tidak memarahi aku. Kenapa Mr. P hanya 2 hari di kantor cabang ku. Maunya 1 tahun, jadi aku tidak perlu lagi mendapat makian dari Mr. R. Tapi kalau aku lihat-lihat, ada satu kemiripan antara Mr. P dan Mr. R. Hanya saja aku tak ingin menuliskannya di sini. Haha.

Lalu sorenya aku ke anjungan tunai mandiri (ATM) untuk mengambil uang (dari gaji yang ditransfer perusahaan ke rekening tabungan aku). Lalu aku berikan Mamaku, dan Adikku. Manis juga merasakan gaji pertama.

.
Lanjut.
.


Saat clossing (tutup bulan) di tanggal 31 Mei 2016. Kami semua para Field Collector (FC) harus menelan pil pahit. Target Bulan Mei yang telah kami tetapkan di awal bulan meleset. Dan kami direview oleh BM di tanggal 1 Juni 2016.

Move to Pa aku di bulan April berjumlah 6. Di bulan Mei berjumlah 3. Berarti ada penurunan (atau peningkatan prestasi).

Bucket 31-60 di bulan April berjumlah 12 dan di bulan Mei berjumlah 11. Ada penurunan (peningkatan prestasi).

Tapi baik CH dan CC tidak pernah memuji prestasi aku itu. Aku bukan orang yang haus akan pujian. Aku hanya meminta hasil kerjaku dihargai, jangan katakan kalau aku tidak bekerja. Sakit hati ini mendengarnya. Tapi tetap aku jadikan itu sebagai cambuk motivasi.

Kami para Field Collector (FC) dan Problem Account (PA) dituntut oleh Branch Manager (BM) untuk tidak "asal bapak senang (ABS)". Kami harus realistis. Dan BM telah berkata kepada kami, jika kami tidak mencapai target yang sudah kami tetapkan, BM akan memberi punishment (hukuman). Dia tidak berkata secara spesifik, punisment apa yang akan diberikan. Hufttt... Terserah lah.

Tapi di sisi lain, kami dituntut Head Collector (CH) untuk optimistis. Target yang setinggi-tingginya (sesuai standar minimal yang telah ditetapkan oleh para petinggi di kantor pusat). Sedangkan standar itu sangat lah berat, jauh dari kata realistis.

realistis optimistis


Lalu dilema yang muncul.

Saat rapat dengan BM di tanggal 1 Juni 2016, saat review hasil target Bulan Mei, CH mencerca kami karena kami tidak sesuai dengan target yang telah kami tetapkan. Ok aku tidak ingin mencampuri target FC lain. Fokus ke target aku saja. Bulan lalu (Mei) aku mulai efektif kerja. Meskipun aku sudah mulai kerja di tanggal 11 April 2016. Dan saat awal bulan Mei, saat rapat penetapan target Bulan Mei. Bukan aku yang menetapkan target itu. Tapi inisiatif Coordinator Collector (CC). Lalu mengapa aku yang disalahkan? Seharusnya salahkan lah si CC.

Dan sekarang Bulan Juni, CH memberi kami para FC, target sesuai standar dari pusat. CH tidak mau ditanya-tanya oleh atasannya saat rapat para petinggi nanti (beberapa hari kedepan). Sepertinya CH mencari posisi aman, dengan mengorbankan bawahannya. Atau mungkin untuk kedua-duanya, baik dirinya dan juga bawahannya.

Jadi logikanya, jika angka-angka itu tidak tercapai, jangan lah kami para FC yang disalahkan. Tapi salahkan CH yang menuruti standar dari pusat. Atau yang lebih dalam lagi, salahkan lah pusat yang memberi target yang jauh dari kata realistis.

.

Lompat ke.

Jumat, 3 Juni 2016. Perjalanan Dinas kali ketiga. Kali ini aku menumpang (ikut) Mr. MJ (PA) kawan sekantorku yang melakukan perjalanan dinas di tempat yang sama. Jadi aku disuruh ikut oleh atasanku. Untung teman kerjaku ini tidak suka AC di mobil. Jadi aku tidak terlalu muntah. Saat dia kerja, aku hanya disuruh menunggu di dalam mobil.

By the way.
Pernah tidak, kalian saat panas terik matahari. Harus berada di dalam mobil. Yang hawanya begitu panas.
Itu lah yang kurasakan hari ini.
"Sabar, sabar," ujar ku dalam hati.

.
Lompat lagi.
.

Hari ini (Sabtu 4 Juni 2016), aku pulang pukul 14.00. Karena CH, sudah menyindir aku 2 hari yang lalu.
"Kalau senior pulang, jangan ikut-ikutan cepat pulang," ujar CH.
Sebelumnya CC juga sudah beberapa kali menyindir aku dengan kata-kata itu. Aku tak tahu persis, siapa diantara mereka berdua yang pertama punya inisiatif untuk menyindir aku.
"Ya sudah mengalah saja," kataku dalam hati.
Padahal sebelum aku mau pulang, aku lihat CC sudah siap-siap mau pulang.
"Haha, dasar tidak konsisten jadi orang, menyuruh bawahan jangan cepat pulang, tapi dia sendiri sebagai atasan tidak melakukan apa yang dia perintahkan," ujarku dalam hati.

Manusiawi jika aku iri melihat mereka (FC lain) yang sudah pulang padahal aku harus masih di kantor entah untuk tujuan apa. Lagipula buat apa juga aku lama-lama di kantor kalau tidak ada kerjanya. Hanya duduk-duduk saja. Bengong, malamun. Mending aku pulang, istirahat. Biar besok bisa fit kerja. Tapi entah lah, mungkin atasan punya pemikiran yang lain. Sebagai bawahan aku harus patuh dengan perintah atasan.

Ada juga sindiran yang lain.
"Sering-sering ketemu debitur," ujar Mr. J. Padahal aku sudah lebih sering visit. Tapi tidak dihargai. Ya sudah lah. Tuhan tahu apa yang telah aku lakukan. Aku tidak sempat dan tidak perlu meyakinkan manusia. Cukup meyakinkan diriku sendiri dan Tuhanku. Itu sudah cukup bagiku. Masa bodoh, orang lain percaya atau tidak, aku melakukan apa yang harus aku lakukan.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.