<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Serba Salah Jadi Field Collector (FC)

Sunday, June 5, 2016

Serba Salah Jadi Field Collector (FC)

Semakin lama aku semakin merasa aneh dengan pekerjaanku ini. Padahal aku telah melakukan apa yang telah diperintahkan (Mr. R). Tapi apa hasilnya? Berbanding terbalik.
"Berarti lebih baik aku sama dengan (mereka)," ujarku dalam hati.



Contohnya kasus debitur yang bernama Acid. Dia bayar angsuran 2 bulan sehari setelah "move to PA". Move to PA itu artinya diambil alih oleh temanku yang bertugas sebagai collector Problem Account.

"Dasar kurang ajar dia (Acid dan pasti ada orang-orang yang ikut terlibat)," gumamku.
Itu merupakan pukulan telak, tamparan keras. Sakitnya itu disini (hati).
"Mau aku taruh di mana mukaku ini?" tanyaku.
Setelah aku lihat hasil closing (tutup bulan) di tanggal 31 Mei 2016. Aku sungguh sangat kecewa besar teramat dalam, hancur berkeping-keping.

serba salah


Tapi aku tidak membiarkannya berlalu begitu saja dan terulang kembali. Di tanggal 1 Juni 2016, di pagi hari aku langsung menyinggung surat kuasa (SK) dan surat tarik (ST).
"Bang, aku sudah boleh pakai SK belum?" Tanyaku ke Mr. R.
"Ya, belajar lah sama senior," jawabnya.
"Hore, asyik, asyik," kataku dalam hati.
Dan aku langsung minta diajari Mr. R. K (salah satu FC senior) bagaimana caranya mengurus SK. Dimulai dengan menge-print biodata debitur nakal (yang menunggak lebih dari 2 bulan).
Padahal sebelumnya aku tidak ada niat ingin belajar menggunakan SK. Karena  berlawanan dengan hati kecil. Karena menurut aku, SK itu cara kejam menyiksa debitur.
"Kan kasihan debiturnya, mobil yang selama ini sudah susah payah diangsur, harus direlakan ditarik oleh perusahaan (leasing)," pikirku.

Mungkin kalian bertanya-tanya, apa bedanya SK dan ST.
Kalau ST, FC sendiri (internal) yang menarik mobil dari debitur. Itu kalau debiturnya penurut. Kalau SK, FC meminta tolong (memberi kuasa) kepada proffesional collector (PC), mereka pihak eksternal untuk menarik mobil dari debitur. Biasanya debiturnya keras kepala, tidak mau menyerahkan mobil.

Dengan mulainya aku belajar SK dan ST. Aku berharap tidak ada lagi Acid ke 2. Biar berpikir, mereka-mereka yang telah bersekongkol menjatuhkan aku dengan kasus Acid.
"Benar-benar sakit hati aku, dan akan aku balas kalian, dengan cara apapun," janjiku.

Kasus Acid ibarat kentut.
Tidak terlihat tapi baunya terasa (anyir). Memang tidak bisa disalahkan orang yang buang angin (kentut). Hal yang manusiawi.

Belum lagi aku harus mendegar berbagai sindiran mereka semua.

"Masih kuat, kok semakin kurus," sindir Mr. J kepadaku.
"Loh bukannya dari dulu aku memang sudah kurus?" Tanyaku dalam hati.


"Kalau tidak suka lagi, mending cari kerja lain saja," ujar Mr. D.
"Memangnya gampang cari kerja, aku saja sebelumnya sudah menganggur selama sekitar setahun, prestasi yang memalukan," kataku dalam hati.


"Anak mami," sindir Mrs. N.
"Aku malah bangga dikatakan anak mami, dan aku malah malu jika dikatakan anak tetangga," jawabku dalam hati.


Tapi aku salut/kagum/hormat kepada Mr.  M. H (branch manager). Dia tipe orang yang berkata singkat, padat dan jelas (tidak bertele-tele). To the point.

"Jangan asal bapak senang (ABS)," ujar Mr. M.H.


Aku memang anak manja, suka gonta-ganti kerja (keluar-masuk perusahaan). Yang penting sudah dapat cerita, buat diceritakan di blog ini. Maka aku sudah merasa puas, dan langsung muncul niat untuk resign. Hahaha.

Memang pengalaman kerjaku masih sangat minim. Tapi seingat aku, dari semua mantan bos (atasanku). Mereka semua manusia yang memanusiakan manusia.
"Ok anggap saja sekarang, aku ini bukan manusia, oleh karena itu aku tidak dimanusiakan oleh dia," keluhku.

Satu lagi penderitaanku.

Sakitnya hati ini dituduh mencuri sebungkus rokok. Yang tidak seberapa harganya. Padahal Mr. E dia adalah office boy (OB) di kantor ku yang mengambil bungkus rokok itu. Jelas-jelas di depan mataku sendiri aku melihat dia mengambil saat dia bertugas membersihkan ruangan kantor di pagi hari. Tapi jadi aku yang dituduh para FC.
Bahkan terlontar sindiran.
"Bisa jadi (rokok) ditukar snack," ujar Mr. D.

"Jangan lupa rokok, nanti hilang," kata MR. MJ tepat di depan aku.

Aku hanya bisa bersabar sambil mengelus dadaku.

"Tuhan, kuat kan lah aku, menghadapi cobaan yang silih berganti, aku tak perlu meyakinkan manusia, aku hanya perlu meyakinkan diri sendiri dan Tuhan, aku percaya Tuhan Allah akan selalu bersamaku, dan menyertaiku selamanya, amin," doaku.

Aku harus siap dituduh mereka. Karena ada pepatah yang mengatakan, semakin tinggi pohon semakin keras angin menerpa. Aku harus kuat menjalani hidup ini. Demi keluargaku tercinta. Amien. Sekian cerita di Hari minggu (5 Juni 2016) yang menyedihkan.

2 comments:

  1. lebih baik itu percaya pada diri sendiri mas brow dunia semakin aneh memang

    ReplyDelete

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.