<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Terpaksa Berbohong Demi Kawan

Wednesday, June 8, 2016

Terpaksa Berbohong Demi Kawan

Berbohong itu tidak enak, tapi bagaimana jika keadaan memaksa kita untuk berbohong? Apalagi kita terpaksa berbohong untuk melindungi kawan kita. Mau tidak mau ya harus berbohong. Daripada dianggap sebagai penghianat. Aku tidak tahu apakah dari awal aku sudah di setting atau dijebak biar berbohong, agar Mr. R tidak lagi mempercayai aku. Entah lah.


Pagi sekitar jam 10, hari Senin 6 Juni 2016. Tiba-tiba Mr. R bertanya kepada ku, apakah aku bertemu dengan seorang debitur, sebut saja Abur. Bulan lalu aku dan Mr. M mendapat tugas untuk mengunjungi Abur. Memang yang sebenarnya kami tidak jadi bertemu Abur dengan suatu alasan.

berbohong


"Bredmart, kemarin ke rumah Abur tidak?" tanya Mr. R kepadaku.
"Tidak bang," jawabku.
"Loh, jadi bertemu di mana?" dia bertanya lagi.
"Di jalan," jawabku.
"Jalan mana,"
"Dekat rumahnya,"
"Serius?" dia bertanya dengan penuh curiga.
"Iya bang," jawabku.

Lalu Mr. R menelepon Mr. M. Awalnya Mr. M berbohong, lalu karena bulan ini bulan puasa, akhirnya dia mengaku. Maka habis lah aku terpojok.
"Oh tidak, mampus lah aku," gumamku.

"Kalau iya, bilang iya, kalau tidak bilang tidak," kata Mr. R.
"Abang tidak suka seperti ini," katanya lagi.

"Maaf bang," kataku dalam hati.
"Pada dasarnya tidak manusia yang ingin berbohong, dan tidak ada satupun manusia yang jujur 100 %, namun keadaan lah yang memaksa untuk berbohong," ceramahku pada diri sendiri.
Aku tidak mungkin berkata, Mr. M lah yang mengajak aku untuk berbohong. Aku tak mungkin menghianati orang yang sudah mengajari aku waktu aku training bulan kemarin.

Untuk menghilangkan rasa penat. Aku mengajak keluargaku untuk menonton di bioskop. Lalu malam jam 7, aku, Adikku dan Kakakku. Pergi ke bioskop di sebuah Mall yang baru dibuka beberapa bulan yang lalu. Aku yang bayari mereka berdua. Kami menonton film "My Stupid Boss". Peran utamanya sama persis dengan Mr. R. Hahaha. Sambil makan Popcorn kami menikmati lucunya film tersebut. Kami tertawa bersama, sambil melupakan sejenak semua aktifitas yang telah berlalu.


Lanjut ke hari berikutnya, Selasa 7 Juni 2016. Saat pulang ke kantor dari mengantar surat peringatan ke debitur yang menunggak (tugas di setiap harinya).
"Kalau yang tidak diangkat, kau SMS tidak?" tanya Mr. R.
"Beberapa," jawabku dengan singkat.
"Mana SMS nya?" tanya Mr. R.
Lalu ku tunjukkan SMS di handphone aku. "Kalau kau tidak percaya lagi, pecat saja aku, gampang bukan, tidak enak rasanya dicurigai yang tidak dilakui," gumamku dalam hati.
Karena ada pepatah yang mengatakan: terlanjur basah ya sudah mandi sekalian.

Kalau memang dia sudah dan akan selalu curiga sama aku, mending aku melakukan apa yang dia curigakan.


Lanjut lagi ke hari berikutnya. Berhubung hati ini sakit tak terobati. Dan ada urusan yang sangat penting. Maka di tanggal 8 Juni 2016 aku izin tidak masuk kerja dengan alasan sakit tidak enak badan. Sekalian menenangkan diri sejenak, sebelum besok balik ke neraka. Setidaknya sehari bisa menyegarkan otak yang sudah berkarat.


Entah berapa lama lagi, aku bisa bertahan menghadapi tekanan di setiap harinya. Hanya kepada Tuhan Allah aku bisa berdoa dan berserah. Semoga setiap aku melangkahkan kaki, aku selalu dituntun Tuhan Allah. Amien.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.