<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Dunia Memang Sungguh Tidak Adil

Friday, July 1, 2016

Dunia Memang Sungguh Tidak Adil

25 Juni 2016 Mr. R dan Mr. J ceramah pada ku, padahal aku mau pulang. Mr. R berkata kalau aku selalu ingin cepat pulang.
"Entah apa yang kau kejar di rumah," ujar Mr. R.  Padahal Mr. J pernah menegur Mr. R yang juga suka pulang cepat.



Berarti Mr. R hanya bisa menasihati aku tanpa bisa menasihati diri sendiri. Dan memang sepertinya harus tampil munafik di depan mereka berdua.
"Jarang aku mendengar kau follow up (telepon)," ujar Mr. R kepada ku.
Padahal aku sudah menelepon debitur saat pulang ke rumah, sekalian makan siang. Itu lah hidup, banyak orang yang lebih suka kemunafikan bukan kejujuran. Bukan apa adanya tapi ada apanya.

"Kami lihat satu tahun, kalau tidak bagus, selesai sudah," ujar Mr. R.
"Kau pikir aku takut, tidak semua karyawan mencari tingginya gaji, ada karyawan yang mencari tingginya rasa aman," ujarku dalam hati.
Malah jika ada dua pilihan, aku lebih memilih PNS daripada kerja ku yang sekarang. Bukan berarti aku tidak mensyukuri apa yang telah aku terima saat ini. Tapi aku tidak suka dengan kemunafikan.
"Apa yang terlihat belum tentu yang sebenarnya," kataku.
Ternyata gajiku bulan ini (yang masuk ke rekeningku di tanggal 24 Juni 2016) sama dengan bulan lalu. Aku jadi tak semangat lagi kerja.

..........


tidak adil


Kamis, 30 Juni 2016 End Of Month (EOM) atau closing atau tutup bulan.

Di pagi hari Mr. J menjanjikan uang Rp 100 ribu begitupun Mr. R juga menjanjikan uang Rp 100 ribu kepada Mr. R.S dan Mr. Z (mereka berdua FC yang tinggi tidak capai targetnya. Sedangkan aku (FC yang capai target) tidak dijanjikan uang Rp 100 ribu. Bahkan gajiku bulan Juni sama dengan bulan Mei.

"Gaji kau besok baru besar (insentif tinggi)," ujar Mr. M.
"Hoax, entah iya entah tidak," kataku dalam hati.

Lalu apa bedanya hasil kerjaku di 2 bulan itu. Tidak ada perubahan, tidak dihargai. Asli, sakit hati aku. Kita lihat saja bulan depan. Kalau hati ini masih sakit, aku akan  tidak peduli dengan target.

"Mau move to 5 atau 10 pun aku tidak peduli, aku juga ingin seperti mereka move to 5, mereka yang senior saja bisa  begitu, mengapa aku yang junior tidak bisa, aku juga ingin dijanjikan Rp 100 ribu, bukan materialistis tapi iri saja," ujarku dalam hati.

Lanjut.

Jam 7 malam, aku keluar dari kantor di lantai paling atas. Biar bisa menghirup udara segar sambil melihat indahnya cahaya bintang-bintang di langit.

"Masih baru saja, nanti kalau sudah lama, tambah besar (gaji)," ujar Mr. J.
"Yang ku permasalahkan bukan tinggi rendahnya gaji, tapi ketidakadilan, mereka yang sengaja tidak capai target, gaji mereka jauh lebih tinggi dari aku, ditambah lagi dijanjikan uang Rp 100 ribu, aku bukan meminta uang, aku tidak matre, aku tidak hura-hura beli ini dan itu, aku hanya meminta keadilan, kalau begitu kenapa aku tidak seperti mereka saja, melakukan apa yang dilakukan mereka," kataku dalam hati.

Kenapa Mr. J hanya menilai aku dari segi uang, uang, dan uang. Padahal sudah pernah ku katakan padanya. Tidak semua karyawan mencari tingginya gaji. Dia menganggap semua karyawan bisa dimotivasi dengan pancingan uang (gaji). Padahal dia salah besar, dan aku tidak termasuk. Aku hanya ingin dihargai, jangan berkata jika aku tidak bekerja. Kalau aku dianggap tidak bekerja, lalu mereka?????????????????

Tapi ya sudah lah, bagaimana pun dunia tidak akan pernah adil. Selamanya.

Kita lihat saja, bagaimana jika aku balik ke move to PA tinggi. Ayo kita bandingkan, move to Pa aku di bulan April: 6, Mei:3, Juni:2. Peningkatan, tapi tidak dihargai perusahaan ini. Memang itu semua berkat bantuan (Mr. R). Dan aku berterima kasih banyak padanya. Tapi apa aku sedih juga Mr. R sering berkata, "usaha maksimal, kalau begitu mending aku saja yang kerja".
Padahal yang ku tahu (firasat), usahaku lebih baik dari mereka (para senior).

Mending aku resign saja, wirausaha.
"Semau gue," prinsip ku.


.........


Jumat, 1 Juli 2016. Seperti biasa, di pagi hari pukul 08.30 kami rapat singkat sambil doa bersama. Ternyata hanya pujian yang dilontarkan Mr. M. H (branch manager), tidak ada kritikan. Dia memuji keberhasilan kami (baik divisi collection, marketing, dan administration). Tidak ada sedikit pun, menyinggung tingginya move to PA yang dilakukan FC senior.

Mana punishment yang awal bulan Juni ia ucapkan? Ternyata hanya mengancam saja (gertak sambal). Tidak melakukan apa yang telah diucapkan. Aku kecewa besar. Aku kira dia pemimpin yang tegas, pegang omongan.

Mending aku seperti mereka (para FC senior). Texas. Berarti bila aku mengambil kesimpulan sementara, tidak masalah move to PA tinggi (banyak), yang penting bucket 30-60 jangan tinggi (sedikit).

Oh ternyata itu yang diinginkan sang BM. Ok lah kalau begitu. Kita mainkan kartu truff.  Terlintas di pikiranku, bagaimana caranya agar move to PA tinggi tapi bucket 30-60 rendah.

Mungkin kalian pada bingung, apa beda bucket 30-60 dengan move to Pa.
Debitur yang menunggak di overdue (hari ke-):
Sudah menunggak hari ke-1 hingga hari ke-7 akan ditelepon oleh Call Centre Desk (mereka di kantor pusat).
Kemudian mulai hari ke-8 hingga hari ke-60 akan ditelepon Field Collector/FC (jabatan yang ku pegang sekarang). Nah hari ke-8 hingga hari ke-60 terbagi 2 yaitu bucket 8-30 dan bucket 30-60. Nah setelah itu move to PA (problem account), account atau debitur yang menunggak angsuran lebih dari 60 hari.


Mata-Mata Yang Terungkap.
Ternyata benar, dia si mata-mata. Oleh kami, dia ketahuan menelepon Bigboss. Berarti selama ini dia teleponan (berhubungan) dengan bigboss. Dia beralasan masih menyimpan nomor bigboss saat mengantar bigboss ke bandara. Munafik, pintar berbohong. Padahal aku yakin dia sering teleponan dengan bigboss. Wajar saja selama ini aku curiga sama dia. Matanya tajam seperti harimau yang ingin menerkam mangsanya. Aku hanya sekali pergi bareng sama dia apalagi cerita dengan dia. Karena selama ini, hati kecilku berkata jika dia orangnya tidak bisa dipercaya. Kalau aku tebak, dia orangnya mampu atau tega menumbalkan temannya sendiri demi kepentingannya. Biar lah orang lain tidak selamat, yang penting dia selamat. Itu prinsip dia. Contoh, jika komputernya tidak tersambung ke jaringan internet perusahaan, dia tidak mau komputer lain bisa. "Hidup satu hidup semua, mati satu mati semua," ujarnya beberapa hari yang lalu.

Satu lagi, pantas saja dulu aku curiga mengapa dia tidak jadi ikut sama aku melakukan dinas ke luar kota. Karena aku mabuk darat (muntah-muntah), dia jadi tidak mau ikut. Padahal sebelumnya atasanku sudah menyuruh aku dan dia bersama melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Tapi tiba-tiba atasan ku yang lain melarang kami pergi berdua.
"Akan jadi tidak efektif bila 2 orang FC pergi barengan dinas keluar kota," ujar atasanku itu.
Padahal sebelumnya, FC diperbolehkan pergi berduaan. Tapi saat itu dilarang. Dari situ kecurigaanku mulai tumbuh, aku yakin dia itu mata-mata salah satu atasan tingkat petinggi.

Hal lain adalah cara kerja dia. Sama seperti aku, tidak mau kiri-kanan. Lurus menghadap ke depan. Tapi aku tidak perlu takut sama dia, karena aku tidak ada salah. Betul tidak?

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.