<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Learning Centre Rancamaya Bogor

Saturday, July 23, 2016

Learning Centre Rancamaya Bogor

Kali ini Bredmart akan menceritakan pengalaman saat mengikuti training (pelatihan), yang diselenggarakan oleh perusahaan tempat aku bekerja sekarang. Aku mengikuti pelatihan karyawan baru dengan nama "Training New Employee Orientation" di Learning Centre (LC) di Rancamaya, Bogor.

Acaranya dari tanggal 18-20 Juli 2016. Tapi aku berangkat ke sana dari tanggal 17 Juli 2016 dan pulangnya 21 Juli 2016. Jadi total 5 hari liburan, tanpa melihat Collection Receipt Monitoring (CRM), tanpa mendengar makian Coordinator Collector (CC), tanpa memegang stang motor. Pokoknya bebas-sebebas-bebasnya, luar biasa menyenangkan.

learning centre


Apa saja perlengkapan yang dibawa?
Kalau menurut email dari panitia, ada 4 yang harus dibawa.
1. ID Card.
2. Pakaian kerja sesuai dengan SK yang berlaku.
3. Perlengkapan pribadi selama training.
4. Obat-obatan pribadi.


Kantor cabangku, membayarkan tiket pesawat (pulang pergi) Jambi-Jakarta. Harganya tidak perlu aku tulis. Penginapan dan makan tidak perlu lagi pusing, karena sudah tersedia.

.............

Kita mulai saja dari Tanggal 30 Juni 2016 yang lalu, aku mendapat kabar jika aku akan menjalani Learning Centre (LC).
"Nanti kamu akan training ke Bogor," ujar Mr. J.
"Hore," kataku dalam hati, aku memasang muka tanpa ekspresi. Haha, sok cool.

............

Lanjut ke tanggal 11 Juli 2016, Mr. J mengatakan kepastian jika aku akan pergi tanggal 17-21 Juli 2016.
"Asyik, asyik," semangat ku 45.

Akhirnya tercapai juga keinginan jalan-jalan ke Pulau Jawa terlebih kota Jakarta.

.............

Sabtu, 16 Juli 2016 aku mengambil uang muka (DP) untuk persiapan biaya perjalanan dinas ke LC.

...........

Minggu, 17 Juli 2016. Pagi aku siap-siap mau berangkat. 2 hari sebelumnya Kakakku menyusun baju, celana, sepatu, alat mandi, dan tak lupa obat kepalaku yang beberapa hari yang lalu bocor dan dijahit (3 jahitan) di rumah sakit di sebuah kota. Aku tidak perlu dan tidak akan menceritakan mengapa dan bagaimana kepalaku bisa bocor. Biarkan itu semua jadi rahasiaku, milikku seorang (dan keluargaku saja).

Lalu jam 10 pagi kami berempat (Mama, Bapak, Adik, dan aku) kami berdoa bersama untuk keberangkatan aku. Semoga saja aku selamat sampai di tujuan dan kembali dengan tanpa kekurangan apapun.

Pukul 11.20 aku sampai di bandara di kotaku. Kesana naik ojeg atau ojek tetanggaku. Di perjalanan, turun hujan. Untung saja hanya lebat di area rumahku. Tapi di perjalanan, hanya gerimis. Terima kasih Tuhan. Aku menunggu di kursi tunggu bandara, sambil menunggu Mama dan Adikku datang. Juga menunggu teman sekantorku, yang juga ikut. Dari kantor cabangku, hanya kami berdua yang pergi. Untung saja ada kawan, jadi tidak terlalu bingung dan takut ke sananya.

Kami berdua naik pesawat yang terkenal di negaraku. Perusahaanku bonafit (kaya), wkwkk. 1 jam kemudian kami sampai di Bandara Sukarno Hatta, Tangerang, Banten.  Dari bandara kami naik taxy sebuah perusahaan yang cukup dikenal masyarakat, kami menuju ke Rancamaya, Bogor. Tarif Rp 410 ribu. 2 kali masuk tol (Rp 20 ribu). Di Jambi, hujan. Di Jakarta-Bogor, juga hujan. Aduh, aduh, aduh. Tapi setelah sampai di tujuan, senangnya luar biasa. Di sini bisa melihat gunung salak. Amazing, indah banget. Jadi tidak ingin pulang ke Jambi, haha.

......

Senin, 18 Juli 2016.
Pagi jam 6.30 kami bangun. Di kamar kami ada 8 tempat tidur, tapi hanya 4 yang terisi. Sedangkan di kamar lain, hampir penuh. Malam tadi aku susah tidur, karena ada teman sekamar yang mengorok (mendengkur). Mau ditegur, tidak enak. Mau taruh bantal di kepala, tapi kepala masih sakit terperban.
"Lempar saja dia pakai bantal," ujarku dalam hati.

Tapi ya sudah lah, tidak bisa dilarang. Jam 07.00 kami makan pagi. Sebelumnya mandi dulu, dan berpakaian rapi (formal). Makanannya cukup enak-enak, lumayan lah. Ternyata di sini ada juga tempat fitnes dan karaoke.
"Ini pelatihan atau liburan?" tanyaku dalam hati.

Hari ini training dimulai dari jam 8 hingga jam 5 sore. Semuanya dalam format seminar. Di depan, narasumber berkata-kata tanpa bisa menarik perhatian ku. Aku lebih sering melamun/berhayal. Kapan ya aku bisa jadi orang sukses dan punya mobil. Wkwkckck.
"Mimpi kali ya?" Gumamku.

Hari pertama aku tidak mandi sore, aduh apa tidak malu dengan kawan sekamar.
"Cuek saja, daripada aku menggigil kedinginan," gumamku.

Soalnya di situ, daerah pegunungan.

..........

Rabu, 20 Juli 2016.
Tak terasa mau pulang, balik ke kota asal. Balik ke aktifitas biasa, stres. Malamnya beres-beres biar besok bisa langsung berangkat saja. Tadi siang, kawan sekantorku sudah pulang duluan.

..........

Kamis, 21 Juli 2016.
Jam 3 subuh, karena tidak sabar pulang. Aku menunggu taxy di pos satpam. Padahal janjian jam 5 subuh. Aduh, kedinginan sekali aku di ruang pos. Tapi untung saja aku diajak cerita oleh satpam di sana, jadi bisa melawan rasa kantuk. Akhirnya datang juga taxy. Kami berangkat, dan sebelum jam 8 pagi kami sudah sampai di bandara Soekarno Hatta. Aku sungguh sangat kesal dengan perusahaan aku. Sengaja dibuat jadwal pesawat aku (pulangnya) jam 11 siang.
"Ya mana sempat lagi jalan-jalan, kurang asam orang yang memesan tiket aku," celotehku.

Padahal aku ingin sekali foto di Monas. Biar ada bukti aku pernah ke Jakarta. Aduh, aduh, aduh. Padahal kawan sekantor ku (Mr. E), jadwal pesawat dia jam 4 sore. Dia masih sempat jalan-jalan. Sabar, sabar, sabar. Lalu aku balas dendam ke mereka. Aku tidak bawa oleh-oleh ke mereka. Haha.

.......

Jumat, 22 Juli 2016. Saat aku datang ke kantor hari pertama setelah 5 hari ikut training. Saat doa bersama (seperti biasa), mereka mengejek aku (bully). Gara-gara kepalaku yang luka. Biar lah orang-orang yang mengejek aku, kena batunya. Dunia itu berputar. Suka dan Duka. Susah dan senang. Itu lah manis pahitnya kehidupan.

Saat baru saja sampai di kantor. MR J memberi ku cerama.
"Jangan seperti orang yang tidak berpendidikan, sarjana bukan?" sindir Mr. J kepadaku.

Dengan kata lain (makna terselubung), dia ingin mengatakan jika aku ini orang bodoh.

Coba kalian pikir sendiri. Kalau ada karyawan yang baru diterima, dan dia bodoh. Siapa yang lebih bodoh?

Kalian pintar kalau kalian menjawab, dia (seseorang yang menerima lamaran kerja karyawan baru bodoh) lah yang lebih bodoh.

Ya iya lah dia yang lebih bodoh, masak dia memilih orang bodoh (karyawan bodoh). Seharusnya dia memilih orang pintar (karyawan pintar), bukan aku. Berarti salah dia sendiri. Mengapa salah memilih orang.

Aku harus sabar, kerja di perusahaan ini. Semoga Tuhan Allah menguatkan dan selalu menyertai aku. Amin.

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.