<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Aku Tidak Meminta Dipecat Tapi Aku Tidak Takut Dipecat

Wednesday, September 14, 2016

Aku Tidak Meminta Dipecat Tapi Aku Tidak Takut Dipecat

Sudah lama aku tidak lagi memposting di blog tercinta ini, sejak kepala ku bocor. Haha. Apakah kalian rindu untuk membaca cerita pengalaman hidupku? Mari kita mulai saja ceritanya:
Aku tidak meminta dipecat karena aku masih datang ke kantor tepat waktu dan tetap menjalankan tugas seperti biasanya. Badan aku memang lemas tak bergairah. Namun bukan berarti tidak niat lagi bekerja.



Aku tidak takut dipecat. Karena aku selalu percaya, Tuhan selalu punya rencana indah buat ku. Amien. Kalau pun aku benar-benar dipecat, berarti ada perusahaan lain yang lebih cocok dengan aku. Berarti tidak rezeki.

dipecat


Aku hanya memanfaatkan waktu yang sedikit ini (kurang dari sebulan lagi aku akan menjalani review 6 bulan. Bahasa halus dipecat. Bahkan bisa jadi dipercepat, wkwk.

Aku tidak peduli lagi. Aku hanya ingin merapikan apa yang harus dirapikan. Itu saja, tak lebih.

Mari kita flashback/balik ke masa lalu. Kira-kira setelah satu bulan aku bekerja di perusahaan ini. Mr. J (dia menjabat sebagai collection head/CH) beberapa kali berkata jika dia ingin me-review aku di 6 bulan masa kerja aku. Lalu dua bulan kemudian, Mr. R (dia menjabat sebagai coordinator collector/CC) berkata hal yang sama. Kemudian beberapa minggu kemudian, Mr. M (dia menjabat sebagai branch manager/BM) mengatakan hal yang hampir sama.

15 Agustus 2016. Pagi saat aku mengajukan uang muka (UM) untuk biaya perjalanan dinas luar kota. Mr. M berkata, "Jika Key Performance Index (KPI) aku terus "very low" maka aku tidak akan bertahan". Bukan kah artinya aku akan dipecat? Aku tahu, itu bukan lah sekedar isapan jempol belaka. Kalau hanya satu orang yang berkata, aku masih menganggap sebagai gertakan, namun karena telah 3 orang yang berkata, sudah ku anggap sebagai ancaman.
"Oh, my God," pikirku.

Aku jadi malas mau gas full (cara keras) ke debitur. Aku mikir jauh ke depan. Aku belum tentu lama di perusahaan ini. Dan telah dipastikan, sebentar lagi aku akan angkat koper.

Aku tidak mungkin pasrah menanti pemecatan aku. Aku harus mulai sebar surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Seharusnya sejak dari bulan lalu aku melakukannya. Karena tidak mudah/tidak bisa cepat mencari kerja.
Tapi ke perusahaan mana ya? Aku saja tidak punya link, keluarga tak ada, teman pun tidak ada. Hahaha. Parah, terlalu kurang pergaulan (kuper).

13 September 2016. Sore sekitar jam 5, kami (divisi collection) rapat. Mr. J lagi dan lagi mengancam jika aku akan di-review (bahasa halus dipecat). Dia juga mengatakan jika aku masih harus banyak belajar. Bukan kah itu berarti jika dia masih ingin aku di sini?

Kalau aku menilai Mr. J sebagai orang yang plin-plan. Tarik dan ulur. Padahal bagusnya, kalau mau tarik ya tarik sekalian dan kalau mau ulur ya ulur sekalian ulur. Kalau mau pecat ya pecat.

Padahal overdue ratio (di bulan Septeber ini) aku yang paling rendah dibandingkan field collection (FC) yang lain. Itu lah dunia, tidak adil dan selamanya tidak akan pernah adil.

Dan coba kita lihat pencapaian ku di akhir bulan (closing) di Bulan Agustus 2016.

Semua FC mencapai target, kecuali aku. Pencapaian aku di bucket 31-60 berjumlah 12 debitur, padahal target 10. Sejak itu aku punya tekad untuk mengurangi bucket 31-60 aku. Kalau bisa hingga tinggal 7 atau 8 di akhir bulan ini (September 2016). Hingga saat ini (14 September 2016), move to PA aku sudah berjumlah 4 debitur. Termasuk Mr. D. C yang selalu bayar di masa mepet atau ujung-ujung mau jatuh tempo 3 bulan, dia hanya bayar 1 bulan. Karena kesal, aku biarkan dia mengalir/masuk PA. Meskipun tetap aku telepon/followup. Tapi memang keinginan aku, berharap agar dia tidak balik lagi ke bucket 31-60 aku. Apesnya. Eh debitur Mr. D. C kembali ke bucket 31-60 aku. Pahahal sebelumnya aku sudah dengan sengaja membiarkan dia masuk ke bucket 60 (move to problem account/PA). Tapi dia bayar hanga sebulan, dan balik ke aku lagi. Kurang ajar. Gara-gara dia, insentif aku berkurang. Mungkin sudah jadi nasib aku, account aku tinggi (banyak yang menunggak).

Serba salah. Kalau Mr. D. C aku SK (surat kuasa) ke proffesional collector (PC). Bisa bahaya, bisa jadi bumerang. Dia pasti akan bernyanyi. Pasti akan ada efek domino. Tidak hanya dia (orang yang menciptakan budaya itu), tapi aku pun juga bisa terseret arus. Ada juga satu lagi debitur yang punya penyakit yang sama, namanya Mr. M. Di bucket 31-60 aku. Tinggal 2 debitur nakal (sisa dari FC sebelum aku) yang belum diturunkan ke bucket 8-30. Tapi kalau aku masukkan Mr M ke PA di bulan ini. Maka akan tampak jelas jika aku sengaja merencanakannya. Meskipun mereka pasti lah sudah tahu. Tapi aku tetap harus pura-pura tidak merencanakan itu. Aku maunya itu terlihat murni, apa adanya.

By the way.

Aku masih 4 PA saja, mereka sudah heboh. Apalagi PA aku mencapai 7, seperti yang pernah dilakukan FC yang lain (senior). Pasti sangat fenomenal. Menjadi trending topic di facebook, twitter, youtube, path, BBM. Haha.

Kenapa bisa beda?
Yang jadi masalah jika aku yang melakukannya. Tapi jika FC lain, tak jadi masalah bila move to PA mereka bahkan sering menyentuh angka 7.

Lagi dan lagi dunia tidak adil.

Ditambah lagi masalah uang. Aku iri melihat gaji senior yang bisa menyentuh angka 6 hingga 8 juta. Sedangkan aku jauh dibawah angka itu. Semangat aku langsung turun, menukik ke bawah.
Gaji ku tiap bulannya, mengalami pergerakan mengikuti arah grafitasi bumi. Turun terus. Haha.

Tak adil. Banyak hal yang harus dimengerti dan tidak bisa dimengerti.

Sedikit mengulas tentang debitur.
Debitur adalah konsumen yang mengangsur mobil mereka. Debitur ada 2 jenis. Debitur yang tepat bayar dan ada debitur yang hobi menunggak angsuran. Nah tugas aku sebagai field collector (FC) adalah membujuk debitur yang menunggak agar secepat mungkin bayar angsuran mereka.

Kalau dihitung-hitung sudah banyak debitur yang aku pegang, melakukan pelunasan sebelum waktunya (termination). Dalam arti aku berhasil membuat debitur yang menunggak merasa kesal karena aku (aku yang sering menelepon mereka ataupun kunjungan ke rumah mereka).

Kalau dipikir-pikir aku adalah manusia yang bodoh. Jika semua debitur yang melakukan termintion aku jadikan surat tarik (ST). Sudah berapa puluh juta yang aku dapatkan repossesion fee (biaya tarik) yang bisa aku dapatkan? Tambahan (insentif) dalam gaji ku.

Apa itu bisa dijadikan bukti loyalitas aku ke perusahaan?

Tapi itu tidak dihargai mereka. Sabar, sabar... Tapi aku melakukan itu semua sebagai tanda loyalitas aku sebagai karyawan kepada perusahaan tempat ku bekerja. Tak ku pinta pujian,  penghargaan, ataupun uang.

Menurut aku, pelunasan lebih baik atau lebih halus. Tidak membuat debitur dendam, hanya kesal sedikit. Haha.

Aku mau cerita seorang debitur yang bernama Mr. Y. Dia pengguna unit /pemakai mobil yang disingkat (PU). Maksudnya mobil sudah over alih / pindah tangan. PU bekerja sebagai penjual parfum di pasar. Dulunya (2 bulan aku mulai bekerja) dia rajin bayar angsuran di setiap akhir bulan, tanggal 30 atau 31 . Tapi setelah itu dia mulai menunggak. Kadang sampai tanggal 7. Awalnya dia sering protes, aku tidak perlu antar surat peringatan (SP) ke dia. Tapi aku sebagai karyawan yang baik dan taat peraturan. Bukan karena takut independent control unit (ICU). Aku bersikeras tetap kasih dia SP, buat jaga-jaga kalau dia mau buat ulah (tidak bayar). Aku orangnya tidak mau ambil resiko, selalu mengambil posisi aman.

Semua itu aku ceritakan ke coordinator collection (CC). Tapi dia malah marah-marah pada ku.
"Lihat-lihat juga debiturnya."

Aku jadi berpikir, kasih SP salah, tidak dikasih salah (nanti aku yang kena audit). Memang jadi bawahan harus siap selalu dipersalahkan.

14 September 2016. Sore hari sekitar jam 2, Mr. R puas sekali memaki-maki aku. Lagi dia pun berkata, jika aku akan dipecat. Jika aku tidak niat lagi kerja, berkata saja. Jangan buat dia susah.
Ada 3 bagian tubuhku yang sering sakit: sakit telinga, sakit kepala, dan sakit hati.

Balik lagi ke bulan yang lalu. 25 Agustus 2016. Mr. R. K (dia sebagai FC, satu tahun lebih senior daripada aku) berkata bila aku akan pegang agging/account/debitur punya dia. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan.

Aku senang dan juga sedih.

Senang karena aku tak perlu lagi jauh-jauh perjalanan dinas luar kota ke sebuah kabupaten yang cukup jauh (bisa memakan waktu 3 - 3,5 jam) dari kotaku naik mobil (kendaraan operasional perusahaan).

Tapi wiilayah Mr. R. K ditempuh hanya sekita 1 - 1,5 jam saja. Bisa dikatakan setengah perjalanan. Luar biasa menghemat waktu dan tenaga.

Sedihnya. Karena aku harus mulai lagi dari nol (awal). Sulit lagi aku akan beradaptasi mengajarkan mereka dengan metode aku. Metode aku belum tentu sama dengan metode Mr. R. K. Bukan berarti aku ingin mengatakan jika metode dia salah / metode aku lebih baik daripada metode dia.

Menurut aku, sebagai kolektor ada 2 cara dalam menghadapi debitur.
1. Lama-lamaan.
2. Sering-seringan.

Nah, mana yang lebih cocok dengan kepribadian seorang FC. Berhubung aku orangnya tidak bisa banyak bicara. Berarti cara no. 1 (lama-lamaan) tidak cocok atau akan gagal jika aku terapkan. Oleh karena itu aku lebih cocok dengan cara no. 2 (sering-seringan). Biar debitur kesal, dan bayar dan berpikir ulang untuk nunggak angsuran lagi.

Kalau menurut aku "Sering-seringan bukan lama-lamaan".


Satu lagi yang ingin aku ceritakan. Dalam 1 bulan belakangan ini, terjadi kegaduhan. Telah banyak peraturan baru dan aku menduga akan selalu bermunculan peraturan baru. Kalau menurut aku, itu adalah perang psikologis. Bahkan Mr. J berkata, mudahan Mr. P. L (Area Collector Head/ACH) segera berganti.

Bagi aku itu adalah tes air. Mengetuk-ngetuk air (riak air). Agar ikan-ikan bereaksi.

Apa tujuan Mr. P. L ingin memancing agar ikan-ikan untuk muncul ke permukaan air, dan mudah untuk ditangkap. Karena jika dia sendiri yang memilih satu persatu ikan langsung di dalam permukaan air, itu butuh waktu dan biaya. Oleh karena itu dia melakukan perang psikologis. Agar akan ada banyak karyawan yang mengundurkan diri (resign). Karena kalau dipecat, perusahaan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Pertanyaannya, apakah aku akan benar-benar dipecat?

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.