<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Dedek Epliyanti Yang Ku Kagumi

Sunday, September 18, 2016

Dedek Epliyanti Yang Ku Kagumi

Di gerejaku, ada seorang wanita yang ku kagumi. Kenapa aku tidak katakan suka? Karena bukankah rasa suka timbul setelah ada kedekatan. Mungkin kalian akan berkata, ah sudah banyak wanita yang dikagumi Bredmart, ini bukan kali pertama.

Berarti aku pria normal dong, betul tidak?

seorang secret admirer


Lanjut.

Aku hanya mengagumi sikap sederhananya, dan senyum manisnya.

Nama wanita manis ini adalah Epliyanti. Nama disamarkan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, 3 huruf aku ganti. Dia itu anak bungsu, kemungkinan dia orangnya manja. Apalagi dia suka dipanggil dedek (adik). Dia punya akun instagram: @dedekEpliyanti. (beberapa huruf aku ganti).

Dia anak kelima. Si sulung (abangnya), pria yang dulu hampir mendekati kakak perempuanku. Tapi pria ini, sangat terkenal "playboy". Dan beberapa bulan yang lalu dia telah menikah, dan pindah ke provinsi yang cukup jauh. Berarti keempat adik perempuannya, sangat kehilangan sosok abang yang mereka sayangi. Padahal sebelumnya mereka telah kehilangan ibu mereka. Dan harus berpisah dengan sang abang, tentunya tidak lah mudah. Epliyanti itu anak kembar, saudari kembarnya bernama Epliyani. Memang hampir mirip nama mereka, hanya beda huruf "t" saja. Kalian jangan sampai salah membedakan nama mereka berdua.

Ternyata Epliyanti kuliah jurusan pertanian di sebuah universitas negeri di kotaku. Aku tidak tahu dia sudah semester berapa, kemungkinan masih semester 4 atau 5. Seusia Adikku.

Kalau Epliyani (saudari kembarnya) kuliah jurusan perawat di sebuah universitas negeri di kotaku. Adikku juga kuliah jurusan perawat, tapi mereka beda universitas.

Oh iya, ada sebuah cerita lucu (bagiku). Adikku dan Epliyani pernah praktek (magang) di sebuah rumah sakit yang sama. Bukan hanya rumah sakitnya yang sama, ruangannya (bangsal) juga sama. Kok bisa ya? Jodoh mungkin.
Loh, mana cerita lucunya?
Ini dia:
Mereka pernah bertengkar. Saat itu, Adikku bertanya-tanya ke Epliyani. Biasa lah cerita basa-basi karena satu ruangan praktek. Tapi Epliyani merasa sok gimana gitu. Dan mungkin sudah wataknya yang jutek. Dia menjawab cetus pertanyaan Adikku. Lalu kesal lah Adikku, dan membentak dia. Haha. Dasar masih labil (puber) mereka berdua. Padahal Adikku tidak berniat mau pendekatan ke Epliyani. Tapi Epliyani saja yang kegeeran.

Padahal jauh lebih manis Epliyanti daripada Epliyani, tapi kenapa Epliyani sok cantik gitu ya?

Jika membandingkan sosok Epliyanti dengan Epliyani. Sepertinya cukup beda. Epliyani tatapan matanya sinis sekali, apalagi melihat aku dan adikku. Seperti melihat musuh saja. Padahal kami tidak pernah ganggu dia. Tapi kalau Epliyanti, tatapannya damai dan ngangenin. Hoho.
Kalau aku lihat pakaian (style) foto- foto Epliyanti. Dia orangnya tomboy, ada sisi laki-laki dalam dirinya. Tapi itu yang aku suka. Karena aku kebalikannya. Aku punya sisi feminim dalam diriku. Sepertinya dia orangnya punya pergaulan yang luas, periang. Jadi aku dan dia bisa saling melengkapi.

Lanjut.

Epliyanti selalu pergi ibadah ke gereja bersama saudari perempuannya. Tak pernah sekali pun ku lihat, dia ibadah bareng laki-laki (pacar). Selalu saja bersama keluarganya.
Kalau dipikir-pikir, tidak mungkin tidak ada pria yang menyukainya, tidak ada pria yang berusaha mendekatinya. Lalu kenapa dia bisa tahan seperti itu? Apakah dia tidak normal (Lesbian/homoseksual)?

Ah, aku tidak percaya. Meskipun, tidak tertutup kemungkinan. Entah lah, Tuhan lah yang tahu.

Sebelumnya aku tak pernah bisa menemukan akun facebooknya. Sudah aku buka satu per satu akun FB orang-orang yang mungkin menjalin pertemanan dengannya. Tapi tidak juga ditemukan. Tapi setelah aku buka lagi akun FB si sulung (abangnya Epliyanti), dan aku buka satu persatu foto di albumnya. Ternyata namanya Epliyanti bukan Upliyanti (lagi-lagi beberapa huruf aku ganti/disamarkan). Pantas saja aku cari akun FB dia, tapi tidak ketemu-ketemu. Lalu aku searching/cari di mbah Google. Akhirnya aku menemukan akun FB dan instagram dia. Beh, senang sekali hati ini. Aku hanya bisa memandangi akun FB dan Instagram dia, tanpa adanya keberanian untuk add/menjalin pertemanan dengannya. Haha, dasar pria penakut.

Kalau kata Kakak perempuan dan Mamaku, Epliyanti tidak lah cantik. Tapi bagiku, dia cantik kok, minimal manis lah.
Kata pepatah, kalau sedang kasmaran, tahi kucing bisa jadi rasa coklat.

Adik laki-lakiku sepertinya juga menyukainya. Tapi tidak dikatakannnya. Meskipun adikku mungkin tidak terlalu suka, soalnya aku yang lebih suka. Wkwk. Soalnya saat ini, adikku sedang mendekati seorang wanita (mereka sama-sama masih kuliah, tapi beda universitas). By the way, adikku orangnya lebih berani dalam mendekati wanita untuk dijadikan pacar. Dia tidak seperti abangnya, yang sangat-sangat penakut (pria pecundang).

Entah kenapa, menurut firasat/tebakan/kata hatiku, aku mempertanyakan apakah dia masih perawan? Aku melihat mata dia yang genit, dan kelopak matanya yang gimana gitu.
Eits, kalian jangan salah sangka dulu. Aku tidak mengatakan dia sudah tidak perawan lagi, dan sebaliknya. Aku hanya merasa ada sedikit keraguan dalam hatiku. Tapi saat aku bertanya ke Kakak perempuanku, kata dia, Epliyanti masih wanita baik-baik. Bagus lah.

Kenapa aku sangat mementingkan arti keperawanan? Jelas dong, kalau mau menjalin hubungan jangka panjang (menikah). Aku harus mencari wanita yang masih perawanan. Penting sekali loh.

By the way, apapun itu. Kenapa aku jadi semakin suka dengan dia ya? Jadi sering melihat foto-foto dia di instagram.

Falling in love? Entah lah. Paling-paling cinta monyet. Sebentar lagi paling-paling muncul wanita yang manis, dan aku langsung suka dia, dan menulis catatan tentang dia. Dasar secret admirer, hanya berani mengagumi tanpa berani mendekati.

Muncul pertanyaan besar, apakah Epliyanti juga suka aku?

Sepertinya iya. Soalnya 11 September 2016, saat di parkiran gereja. Saat selesai ibadah dan mau pulang ke rumah. Aku bonceng Mamaku, berpapasan dengan mereka. Mereka berdua senyum-senyum melihat aku.
Nah, senyum apakah itu?
Senyum suka, atau senyum jijik? Wkwk.
Entah lah.
Karena aku orangnya kegeeran/kepedean, aku rasa mereka suka aku. Hoho.

Coba saja aku punya indera keenam, aku mau baca pikiran dia. Kira-kira dia beneran suka aku atau tidak. Atau jangan-jangan dia muak dengan aku. Aku yang adalah pria kurus, lesu, miskin, jelek, sombong lagi. Aduh, lengkap kekuranganku.

Magrib jam 6 (11 September 2016) kami berempat (Aku, Mamaku, Adikku, dan Kakakku) ke sebuah Mall. Lalu ke ruko di sampingnya, kami makan mie pangsit. Sembari menunggu jam tonton bioskop jam 21.15. Pulangnya sampai di rumah, hampir jam 12 malam. Luar biasa. Kasihan Mamaku, sudah mengantuk berat, dan harus kedinginan melawan angin malam. Karena kami naik motor, mobil belum cukup uang untuk membelinya. Saat itu aku sedikit merasa sedih. Sedih melihat, orang-orang berpasangan ke bioskop. Kapan ya aku membawa pasanganku? Aku menonton bioskop bareng Epliyanti? Wkwk. Mimpi kali ya? Bangun woy... itu hanya ada di dalam dunia imajinasiku saja, bukan di dunia nyata.

Saat itu aku kira, minggu selanjutnya (18 September 2016) dia tidak ibadah siang lagi. Soalnya kebiasaan mereka. Gonta-ganti jadwal ibadah. Entah karena muak melihat kami, atau karena alasan lain. Kalau aku lebih sering ibadah siang daripada sore, sedangkan mereka lebih sering ibadah sore daripada siang. Terbalik memang.

Eh, ternyata memang jodoh. Tak disangka mereka ibadah siang.

18 September 2016. Aku ibadah siang dengan Mamaku. Adikku dan Kakakku ibadah sore. Eh, tidak disangka ada mereka. Asyik, asyik, bisa bertemu lagi dengan pujaan hatiku. Wkwk. Duh, senangnya. Seringkali di gereja, aku curi-curi pandang ke Epliyanti. Soalnya kalau ibadah siang mereka selalu duduk di bangku barisan depan aku. Jadi tanpa rasa ragu, aku bisa memandangi wajah cantiknya, tanpa ketahuan. Seakan-akan aku memandangi mimbar, eh aku malah memandangi dia. The secret admirer.


Kemarin,  karena penasaran, aku kembali mencari data dia di google. Karena sebelumnya yang kudapatkan hanya lah akun facebook dan instagram dia. Tapi hari ini aku mau mencari apakah dia punya akun di blogspot. Ternyata tidak ditemukan. Tapi ada satu blog (pemiliknya pria bernama D0N1, yang menceritakan seorang wanita yang nama dan ciri-cirinya sedikit persis dengan si pujaan hatiku.

Kata Don1, mereka belajar di kelas XI IPA 2 di sekolah SMAN 4 M. J@mb1.

@fr1y@nt1  : Biasa di panggil dedex, dia orangnya asyik tidak terlalu sombong. Dedex selalu mengikat rambutnya ke samping belum pernah sekali saja Akku melihat dia mengikat rambunya jika tidak kesamping.


Tapi aku ragu, apa iya itu Epliyani si manis yang ku suka? Soalnya sejak dulu, rambut Epliyani selalu berponi. Ayo, jadi ragu kan?
Sudah dulu ya cerita dari seorang pria yang hanya berani mengagumi seorang wanita, tanpa berani mendekatinya. Huft...
The end.

2 comments:

  1. doakan mengumpul kekuatan. semoga tidak terlambat nanti. all the best!

    ReplyDelete

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.