<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Impian Bapak Pergi Ke Jakarta

Monday, October 17, 2016

Impian Bapak Pergi Ke Jakarta

Saat (17 Oktober 2016 di pagi hari sekitar pukul 7) aku membaca berbagai tulisan Bapakku. Aku  melihat ada sebuah keinginan di hati kecil Bapak untuk pergi ke Jakarta. Aku memang tidak tahu apa tujuan Bapak ke sana. Mungkin itu adalah sebuah impian (cita-cita) sejak masa kecil Bapak. Dan itu belum terwujud hingga sekarang.



Sudah sejak lama, Kakakku ingin membiayai (memberangkatkan) Bapak ke Jakarta. Meskipun kalau dipikir-pikir, tanpa bantuan Kakak pun, Bapak bisa menggunakan gajinya sendiri. Tapi mungkin karena Bapak lebih mementingkan biaya sekolah hingga kuliah kami. Memaksa Bapak untuk mengurungkan impiannya ke Jakarta.

ke jakarta


Sejak hari ini, aku bertekad mau menyisihkan gajiku (ataupun patungan dengan Kakakku) untuk membiayai Bapak pergi ke Jakarta. Meskipun hanya sedikit, setidaknya aku berusaha mewujudkan impian Bapakku yang sangat diimpikannya.

Tapi, kapan?

Mungkin, setelah Bapak sembuh.
Sembari aku menunggu tanggal gajiku keluar, ditransfer perusahaanku ke rekening ku.
Semoga bisa terwujud dalam bulan ini juga, atau bulan depan.

Aku hanya takut, waktu adalah musuh ku. Waktu lebih dulu menjemput Bapakku.

"Ya, Tuhan Allah, aku mohon perpanjang lah umur Bapakku, setidaknya sampai ia berada di Jakarta nanti," doaku.

Aku dan Kakaku berencana agar Bapak perginya dengan Mama. Tapi itu mustahil. Mereka berdua, sama-sama tidak pernah naik pesawat, sama-sama tidak pernah ke Jakarta.
Hal bodoh, jika berpikiran seperti itu.
Mungkin Bapak perginya dengan Adikku. Karena memang Bapak sayangnya sama Adik. Biar saja Adik yang menemani Bapak, sekalian Adik liburan.

"Maafkan aku ya pak, atas kejadian tadi malam (16 Oktober 2016)," ujarku dalam hati.

Hari Minggu 16 Oktober 2016, sekitar pukul 19.00. Saat yang tak akan pernah aku lupakan. Kenangan pahit dan memilukan. Tak semua orang mampu berdiri di posisi ku saat itu.

Apakah aku orangnya tegar?
Aku rasa tidak.

Apakah aku orangnya berjiwa besar?
Aku rasa tidak.

Apakah aku orangnya cengeng?
Ya.

Tadi malam air mata masih dapat ditahan. Namun hari ini (17 Oktober 2016 pukul 12.30) tetesan air mata mengalir deras. Sepertinya sudah lama aku tidak menangis. Begitu kental air mata ini. Panas dan perih saat mengalir di pipi. Mata ini memerah, hidung menjadi berair.
Aku berharap Bapak mau memaafkan aku. Aku sebenarnya tak mau melakukan itu. Aku sebenarnya ingin Bapak selalu bersama kami. Kita berkumpul bersama, seperti biasanya. Kami menangis, saat mereka membawa Bapak. Kita yang menjadi terpisah ruang dan waktu. Tapi itu hanya lah sesaat. Kita akan berkumpul lagi, secepatnya. Kembali merasakan kebahagiaan, tertawa bersama. Meski saat ini tetes air mata membasahi pipi.

Asal Bapak tahu, menangis hati ini melihat Bapak tadi malam. Malam yang mungkin tak akan pernah aku lupakan.

Pak, tidak hanya aku saja yang menangis. Mama, Kakak, dan Adik pun juga menangis.
Atau mungkin saat ini, Bapak pun di sana ikut menangis.

Bapak boleh marah, wajar saja jika Bapak marah kepada kami.
Tapi kami tidak punya pilihan lain. Itu semua untuk kebaikan kita (termasuk Bapak). Pil pahit untuk kebaikan.

Masih teringat jelas, saat tadi malam, di ruangan itu. Aku melihat dari kejauhan, seseorang memberikan sebotol air minum, dan Bapak meminumnya. Pastinya Bapak sangat kehausan saat itu.
Lalu apakah saat ini Bapak masih haus?

Bapak berteriak kesakitan. Sebenarnya tak tahan telinga ini mendengar teriakan-teriakan Bapak di malam itu.
Pilu teriris-iris.

Sekali lagi, maaf kan anak mu ini pak ...

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.