<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Posisi Bredmart Semakin Terancam Di Perusahaan

Saturday, October 22, 2016

Posisi Bredmart Semakin Terancam Di Perusahaan

Seharusnya di malam minggu, Bredmart memposting kata-kata berbau cinta. Tapi tidak untuk malam ini. Soalnya Bredmart mau menceritakan tentang pekerjaan Bredmart. Posisi Bredmart saat ini semakin terancam di perusahaan tempat Bredmart bekerja.


Mengapa?

Pertama, karena ada seseorang yang mengatakan kata "munafik". Entah siapa yang dia maksud. Tapi aku yakin, yang dia maksud adalah aku. Dia berubah. Tak seperti dulu lagi. Dia biasanya mencagil aku, tapi setelah dia mengatakan kata "munafik" dia tidak pernah lagi mencagil (menyebut nama aku).

Sekarang muncul pertanyaan, yang munafik itu aku atau mereka?

Padahal aku baru sekali pulang cepat, tapi sudah dicap sebagai munafik. Tapi mereka yang sering pulang cepat, tapi tidak dikatakan munafik. Dasar tidak adil.

perusahaan


Kedua, Sabtu 15 Oktober 2016. Seseorang menjanjikan akan mengangkat aku sebagai karyawan tetap hanya dalam waktu 1 tahun. Padahal biasanya butuh waktu 2 tahun lebih agar bisa diangkat sebagai karyawan tetap.

Meskipun aku tidak percaya 100% (karena prinsip aku tidak boleh terlalu memercayai siapapun).
Tapi tetap aku menghargai dan berterimakasih kepada seseorang tersebut.

Tapi aku tak mungkin menerima tawaran tersebut. Karena jikalau aku menerimanya, maka aku akan berada di posisi yang tidak aman. Akan muncul rasa tidak suka (iri) dari mereka. 2 orang field collector (FC) yang lebih senior satu tahun dan dua tahun lebih dulu masuk daripada aku, mereka pasti akan iri. Layaknya sebuah istilah "Zero Sum Game".


Ketiga, ada isu yang mengatakan akan ada pergantian wilayah (mapping). Aku sebenarnya tidak setuju, tapi aku harus setuju. Karena mereka merencanakan itu untuk menyelamatkan seorang FC yang saat ini masih berstatus karyawan kontrak agar diangkat menjadi karyawan tetap.

Memang, aku akan jadi orang bodoh jika menyetujui rencana tersebut. Bodoh karena mau menjadi tumbal. Tapi bila aku menolak, aku akan semakin dimusuhi. Entah lah.

Aku juga yakin 100% bila seseorang yang menjanjikan aku menjadi karyawan kontrak, tidak akan menyetujui rencana pergantian mapping tersebut.

Tapi kalau dipikir-pikir, buat apa juga aku bersikeras untuk mempertahankan wilayah aku. Toh, di dalam lubuk hatiku, aku ingin resign (mengundurkan diri). Aku merasa dunia kerjaku ini adalah dunia kejam, membingungkan dan mengerikan. Sangat-sangat berbahaya, beresiko tinggi. Tak setimpal uang yang ku terima,  yang harus disamakan dengan nyawa. Aku harus mencari pekerjaan lain. Yang lebih aman.


Keempat, banyak dari mereka yang tidak bisa menjaga rahasia. Sejak awal, aku sudah tahu bila mereka banyak yang ember (tidak bisa jaga rahasia). Biang gosip (bigos).

Wajar saja saat di kantor, aku tak mau banyak cerita. Karena sedikit cerita saja mereka suka menyebar gosip yang tidak ada gunanya digosipkan. Padahal aku tidak banyak tingkah dan cerita saja, banyak mereka gosipkan. Apalagi aku banyak tingkah dan cerita maka akan beribu gosip yang beredar di kantor ini.

Dalam hati aku mengejek mereka "jaringan 4G". Jangkauan luas dan cepat.
Cepat menyebar gosip-gosip murahan. Sama seperti manusia murahan. Mereka suka mengadu domba aku. Ingin senang sekali jika aku mendapat masalah.


Terakhir (kelima), seorang marketing / CMO, marah-marah karena aku menulis/input ke contact log apa yang dikatakan debitur.

Salah?

Di mana salahnya?

Huft, bingung aku.

Ada lagi marketing lain yang berkata, "hati-hati yo".

Entah apa maksud dia, lalu aku balas, "iyo".

Terserah apa yang akan mereka rencanakan.

Mau menjebak aku?
Silahkan, ingat hukum karma itu ada!

Aura di kantor, semakin hangat dan akan semakin panas. Panci harus dijauhkan dari tungku api. Kapal harus berputar haluan, sepertinya kapal sudah salah arah. Sepertinya aku sudah salah langkah. Seharusnya aku menjalani "review 6 bulan". Sekarang aku sudah tersudut, maju kena mundur kena.

Tapi biarkan saja mereka merencanakan sesuatu (ingin menjebak aku). Jika hal itu terjadi (tapi aku berharap Tuhan tidak mengijinkan hal itu), kesannya aku terjebak. Padahal mereka lah yang terjebak.

Kok bisa?

Karena aku diam-diam membiarkan mereka menjebak aku. Dan aku pura-pura dengan bodohnya mau masuk ke dalam jebakan mereka. Padahal aku sudah tahu jika itu adalah jebakan.

Kok aku mau dijebak?
Karena tidak ada pilihan lain.

Agar aku dikeluarkan dari perusahaan tempat aku bekerja. Caranya hanya ada satu, masuk ke dalam jebakan. Dengan aku masuk ke dalam lubang jebakan. Aku bisa keluar, meskipun dengan cara yang menyakitkan (dipecat). Atau lebih tepatnya difitnah, dijebak.

Kalau aku tebak. Mereka akan menggunakan dua cara.

Cara pertama menggunakan Independent  Control Unit (ICU). Cara yang sama yang digunakan Branch Manager (BM) saat ingin mengeluarkan aku dulu. Tapi sayangnya rencana dia waktu itu gagal. Aku lolos dari perangkap. Karena memang aku tidak salah saat itu. Aku hanya kurang cepat satu langkah (satu hari) dari si ICU. Aku punya firasat nantinya mereka akan mencari-cari kesalahan aku, kemudian mengadu ke ICU. Kemudian, aku menjalani klarifikasi kali kedua (karena beberapa bulan yang lalu aku sudah pernah menjalaninya).

Cara kedua, menyuruh preman, debitur jahat, atau entah siapa itu. Untuk merencanakan sebuah jebakan.



Sekian dulu tulisannya.

Oh iya, 14 Oktober 2016 saat aku mencari rumah seorang debitur. Eh, ternyata satu perumahan tempat rumah si dedek . . . .
Seseorang yang tak mungkin lagi aku tulis nama dia. Soalnya aku sudah berjanji pada diri ku sendiri dan kalian. Berjanji untuk tidak lagi menulis tentang dia. Meskipun jujur, poto-poto dia di google (twitter dam instagram) masih teringat jelas di ingatanku. Hahaha. Dasar secret admirer, pria penakut...

No comments:

Post a Comment

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.