<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Tulisan Terakhir Untuk Dedek Epliyanti

Sunday, October 9, 2016

Tulisan Terakhir Untuk Dedek Epliyanti

Kali ini Bredmart akan memposting tulisan terakhir tentang dedek Epliyanti. Mengapa? Karena dia tidak ibadah siang. Sesuai tulisan aku sebelumnya, aku janji akan berhenti menulis tentang dia, jika dia tidak ibadah siang.



Apakah aku akan benar-benar berhenti menulis tentangnya? Dan mengganti dia dengan wanita lainnya (objek baru).
Harus dong, harus dihentikan demi kebaikan dia dan aku sendiri.

Usai lah sudah (tamat cerita cinta). Tutup buku.

Jadi tulisan ini akan cukup panjang, dipuas-puasin. Untuk terakhir kalinya. Semoga dia tidak marah lagi. Semoga dia tidak merasa risih lagi. Karena aku benar-benar akan berhenti menceritakan dia.
Yakin?
Ya yakin lah.

terakhir


Sebelumnya aku juga pernah menulis dengan judul yang hampir sama. "Tulisan Terakhir Untuk E" yang aku tulis di tanggal 11 Agustus 2013

Tulisan tentang mengagumi seorang wanita. Sebenarnya bukan secret admirer/stalker. Karena dia tahu kalau aku suka dia, dan dia pun suka aku.

Loh kok bisa ada wanita yang suka Bredmart?
Entah lah, mungkin kepalanya kebentur dinding atau mungkin matanya sudah rusak kali.

Dia adalah seorang wanita yang bisa dibilang cukup manis, tidak malu-maluin jika dijadikan pacar. Tapi sayangnya dia melakukan suatu hal yang tidak perlu dia lakukan, bersama pacarnya. Hal apa itu? Kalian pikir saja sendiri. Sejak saat itu aku tak suka lagi sama sosok "E".

Balik lagi ke dedek Epli.


Dia itu mirip sekali dengan tanteku (adik mamaku). Cuma beda tinggi badan saja. Tanteku orangnya tinggi (dia mantan model di sebuah kota besar). Mereka sama-sama punya badan semampai (kurus langsing).
Tipe gua banget, hehe.
Aku tidak suka wanita gendut, apalagi ditambah pendek dan hitam. Lengkap kekurangannya. Haha (aku hanya pintar mengejek, tanpa bisa berkaca).

Bahkan senyum mereka pun hampir sama. Sama-sama memikat, memikat mata para pria yang memandangi mereka berdua. Dan salah satu pria itu adalah aku. Namun hanya memandang dari jauh. Dasar pria penakut.

Kalau sedang berfoto, dia selalu tersenyum. Menularkan kebahagiaan. Pastinya bahagia pria yang bisa memilikinya. Andai saja pria itu adalah aku. Aku bisa berubah bahagia dari yang sebelumnya penuh kesedihan. Dia tularkan sukacita kepada orang-orang yang ada disekitarnya.

Mengapa saat berfoto, dia sering menutup mulut (atau bibirnya). Apakah dia memiliki gigi tongos (maju)? Sama seperti aku dong, gigi depan ku sedikit maju. Tapi sepertinya dia tidak tonggos, giginya rapi kok. Apa karena sudah kebiasaan dari kecil. Padahal dia lebih manis jika berfoto tampak gigi. Lebih alami, tidak malu-malu (setengah niat). Lebih lepas, tidak ditahan-tahan, dan tidak jaim.


Poninya itu yang membuat dia terlihat sungguh sangat manis. Rambutnya hitam. Soalnya aku paling benci (curiga) melihat wanita yang dicat merah. Aku langsung menyamakan dengan wanita nakal. Meskipun tidak ada jaminan, wanita berambut hitam tidak nakal. Tapi image (persepsi) wanita berambut merah, identik wanita genit.


Mereka sering memakai baju batik. Kalau menurut aku, batik menambah manis wanita yang memakainya (lebih anggun). Terlintas di pikiranku, andai saja saat dia ibadah memakai gaun warna merah (aku tidak bisa membayangkan betapa cantiknya dia).

Kalau bisa aku culik dia, dan aku paksa nikah. Atau aku pergi ke dukun, pelet dia. Wkwk (itu hanya bercanda loh).  Karena kalau jalur murni, tanpa pelet. Sepertinya dia tidak bakalan suka dengan aku. Tipis harapan.


Oh iya, di tanggal 7 Oktober 2016, dia membuat dua status di akun twitternya:
"Kadang tu emang butuh arahann-_-"
dan
"Bingung! Dak ngerti harus ngapain -_-"


2 status di jam yang sama. Ada apa? Tak cukup kah hanya satu status di jam yang sama?
Aku juga tak mengerti apa maksud status dia itu.



Buat Epliyanti.
Maaf ya jika seandainya semua yang ku tulis ada yang tidak berkenan. Namanya juga manusia, tidak terlepas dari kesalahan. Kalau ada kata-kata yang mencurigaimu dengan mantanmu itu ternyata salah. Maaf kan aku. Namanya saja menebak-nebak (prediksi). Juga buat kembarannya (Epliyani) dan saudara-saudarinya, maaf kalau ada salah tulis kata.

Sekali lagi aku minta maaf.

Ini lah tulisan terakhir untuk dedek Epliyanti.

1 comment:

  1. alaa, nanti aku pula rindu untuk baca lagi tentang Epliyanti.

    ReplyDelete

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.